Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Aktivitas anti jamur ekstrak etanol daun kesum (Polygonum minus Huds.) terhadap jamur Trichophyton mentagrophytes Tanti Melinda; Syarifah NYRS Asseggaf; Mahyarudin Mahyarudin; Diana Natalia
Majalah Kedokteran Andalas Vol 42, No 3S (2019): Published in November 2019
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.865 KB) | DOI: 10.25077/mka.v42.i3S.p48-56.2019

Abstract

Dermatofitosis merupakan penyakit kulit yang diakibatkan oleh kolonisasi jamur dermatofita yang menyerang jaringan keratin epidermis bagian superfisial seperti kulit, kuku, dan rambut. Salah satu spesies terbanyak penyebab dermatofitosis yaitu Trichophyton mentagrophytes. Tanaman Kesum (Polygonum minus Huds.) memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai anti jamur. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas anti jamur ekstrak etanol daun Kesum terhadap jamur Trichophyton mentagrophytes, dan mengetahui diameter zona hambat oleh ekstrak etanol daun Kesum terhadap Trichopyton mentagrophytes. Metode: Aktivitas anti jamur diuji dengan metode difusi cakram. Analisis metabolit sekunder ekstrak etanol daun Kesum menggunakan metode kromatografi lapis tipis. Kontrol positif yang digunakan adalah Itrakonazol 8µg, dan kontrol negatif adalah DMSO 10%. Hasil: Ekstrak etanol daun Kesum memiliki aktivitas anti jamur pada konsentrasi 40% dan 80% dengan rata-rata diameter zona hambat 10,125 mm dengan kategori sedang dan 20,625 mm dengan kategori sangat kuat. Hasil skrining fitokimia didapatkan terpenoid, flavonoid, alkaloid, saponin dan fenol. Simpulan: Ekstrak etanol daun Kesum berpotensi sebagai obat anti dermatofita terhadap Trichophyton mentagrophytes.
Analisis Pelaksanaan Ketepatan Identifikasi Pasien Berdasarkan Standar Sasaran Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Medika Djaya, Pontianak Melinda, Tanti; Purwadhi, Purwadhi; Kusnadi, Dadang
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.16579

Abstract

Kesalahan medis atau perawatan pasien yang tidak tepat masih merupakan masalah besar dalam dunia kesehatan secara global sampai saat ini. Identifikasi pasien merupakan salah satu sasaran keselamatan pasien di rumah sakit yang sering menjadi sebuah kesalah medis. Kesalahan identifikasi pasien di awal pelayanan bisa berlanjut pada kesalahan pelayanan berikutnya. Kesalahan akibat kekeliruan identifikasi pasien terjadi di hampir semua aspek diagnosis dan pengobatan sehingga diperlukan adanya ketepatan identifikasi pasien. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan ketepatan identifikasi pasien di Rumah Sakit Medika Djaya. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, pengisian kuesioner, observasi, dan telaah dokumen. Informan yaitu tim keselamatan pasien, kepala ruangan, petugas pendaftaran, dokter, perawat, bidan, petugas laboratorium, pasien dan pendamping pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan identifikasi pasien di Rumah Sakit Medika Djaya sudah berjalan tetapi belum sesuai standar. SPO Rumah sakit yang belum sesuai, petugas tidak melakukan verifikasi data pasien dengan benar; dan pasien tidak teredukasi dengan baik terkait pelaksanaan identifikasi pasien. Pelaksanaan identifikasi pasien tidak berjalan dengan baik karena kurangnya sosialisasi yang diberikan kepada petugas, kepatuhan petugas pada SPO masih kurang, dan tidak ada pelaporan pelaksanaan identifikasi pasien. Beberapa saran penulis dalam penelitian ini adalah rumah sakit dan tim keselamatan pasien rumah sakit perlu memperbaiki SPO yang ada saat ini dan melakukan sosialisasi prosedur identifikasi pasien secara baik dan benar; memberikan punishment dan reward kepada petugas kesehatan terkait pelaksanaan identifikasi pasien; melakukan pencatatan dan pelaporan pelaksanaan ketepatan identifikasi pasien; dan perlunya menekankan tanggung jawab petugas dalam menjelaskan pentingnya identifikasi pasien dan kegunaan gelang identitas pada saat pemasangan gelang identitas.