Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERBANDINGAN BIAYA OPERASIONAL SURFACE MINER DAN PENGEBORAN & PELEDAKAN Handayana, Raden Haris; Pratama, Panji; Lubis, Jihan Farhan; Salahudin, Sani
Indonesian Mining Journal Vol 27 No 1 (2024): Indonesian Mining Journal, April 2024
Publisher : Balai Besar Pengujian Mineral dan Batubara tekMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30556/imj.Vol27.No1.2024.1497

Abstract

The method of rock breakage is commonly blasting. A few mining companies in Indonesia with facilities near community residences use alternative methods to breaking rock; one of them is using a surface miner. Aspects considered when choosing the method include economic aspects, especially operating costs. In this study case, the size of material that can continue on the next process is ≤ 400 mm; material from surface miner production is at the target; on blasting results, the fragmentation above the target is reduced using a hydraulic breaker; the initiating systems use an electronic detonator (HEBS II) and a non-electric detonator. This difference will affect the cost of the drill and blast. Based on calculated project data, surface miner operating costs are more costly, with an operating cost per ton of USD 1.16 compared with drill and blast methods including hydraulic breaker costs on the initiation system using an electronic detonator (HEBS II) of USD 0.88 per ton and non-electric operating costs of USD 0.83 per ton.
PERBANDINGAN BIAYA OPERASIONAL SURFACE MINER DAN PENGEBORAN & PELEDAKAN Handayana, Raden Haris; Pratama, Panji; Lubis, Jihan Farhan; Salahudin, Sani
Indonesian Mining Journal Vol 27 No 1 (2024): Indonesian Mining Journal, April 2024
Publisher : Balai Besar Pengujian Mineral dan Batubara tekMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30556/imj.Vol27.No1.2024.1497

Abstract

The method of rock breakage is commonly blasting. A few mining companies in Indonesia with facilities near community residences use alternative methods to breaking rock; one of them is using a surface miner. Aspects considered when choosing the method include economic aspects, especially operating costs. In this study case, the size of material that can continue on the next process is ≤ 400 mm; material from surface miner production is at the target; on blasting results, the fragmentation above the target is reduced using a hydraulic breaker; the initiating systems use an electronic detonator (HEBS II) and a non-electric detonator. This difference will affect the cost of the drill and blast. Based on calculated project data, surface miner operating costs are more costly, with an operating cost per ton of USD 1.16 compared with drill and blast methods including hydraulic breaker costs on the initiation system using an electronic detonator (HEBS II) of USD 0.88 per ton and non-electric operating costs of USD 0.83 per ton.
PREDICTION AND REDUCTION OF BACKBREAK IN BLASTING OPERATIONS USING RANDOM FOREST METHOD AT PAMUBULAN LIMESTONE QUARRY Handayana, Raden Haris; Hartanto, Adrian; Lubis, Jihan Farhan
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Backbreak pada operasi peledakan merupakan hasil yang tidak diinginkan yang menyebabkan terbentuknya retakan di belakang barisan terakhir peledakan. Hal ini menyebabkan tidak terciptanya smooth freeface, mengurangi efisiensi pengeboran, dan fragmentasi boulder pada peledakan berikutnya. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan upaya untuk memprediksi dan mengurangi backbreak dengan mempertimbangkan berbagai parameter peledakan seperti sifat batuan, burden, spasi, kedalaman lubang, stemming, powder column, powder factor, total lubang, total baris, desain peledakan, interhole timing, interrow timing, back row control, dan time windows. Karena kompleksitas interaksi di antara parameter-parameter tersebut, dalam makalah ini digunakan metode Random Forest yang terdiri dari banyak pohon keputusan. Ditemukan bahwa koefisien determinasi antara backbreak aktual dan prediksi adalah 83,89%, sedangkan kesalahan relatifnya adalah 13,12%+/- 1,30%. Dengan menerapkan hasil dari penelitian ini, backbreak dapat dikurangi dari 149,38 menjadi 50,04 cm.
GROUND VIBRATION REDUCTION USING SIGNATURE HOLE ANALYSIS WITH ELECTRONIC DETONATOR APPLICATION, STUDY CASE LIMESTONE QUARRY, BAYAH BANTEN, INDONESIA Handayana, Raden Haris; Lubis, Jihan Farhan
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Getaran tanah merupakan salah satu dampak negatif yang terjadi akibat pelepasan energi sisa pada proses peledakan. Menjadi isu yang lebih besar ketika nilai getaran tanah cukup tinggi dan dirasakan oleh warga di sekitar lokasi peledakan dan memunculkan isu masyarakat yang berkesimpulan bahwa getaran tanah akibat peledakan akan menyebabkan kerusakan konstruksi bangunan. Detonator non elektrik diaplikasikan pada proses peledakan yang dilakukan di tambang batugamping PT. Lebak Energi Nusantara di Lebak, Bayah Banten, Indonesia. Dari aplikasi peledakan saat ini, nilai getaran tanah dicapai di atas nilai standar yang ditetapkan pemerintah berdasarkan SNI 7571:2010, yaitu dibatasi pada PVS 5 mm/s untuk bangunan dengan pondasi standar menggunakan pasangan bata dan mortar yang diikat dengan konrit beton. . Tercatat nilai puncak getaran tanah sebenarnya tercatat dengan nilai 7,07 mm/s sudah melebihi batasan nilai getaran tanah pada jarak 400 m dari gedung terdekat. Dengan menggunakan Electronic detonator dan metode signature analysis, PPV yang dihasilkan dari ledakan secara signifikan berkurang menjadi di bawah 3 mm/s. Dari total rekaman aktual, tingkat getaran rata-rata menggunakan detonator elektronik adalah 1.094 mm/s dengan variasi jarak yang berbeda. Deviasi simulasi delay maksimal 3%, simulasi delay dihubungkan dengan jarak pengukuran.