Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : EKONOMI BISNIS

PENINGKATAN KOMPETENSI COACH DALAM PROGRAM PENDAMPINGAN EKSPOR DI ERA DISRUPTIF TEKNOLOGI Sani, Abdillah; Husyain HSM, Mohammad
EKONOMI BISNIS Vol 26, No 1 (2020): Ekonomi Bisnis
Publisher : Universitas Islam Syekh Yususuf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/jeb.v26i1.617

Abstract

          Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Indonesia yang tersebar di berbagai daerah dan kota besar, banyak yang memiliki produk yang potensial untuk diekspor, sehingga tidak aneh jika banyak buyer yang secara langsung rela mendatangi sentra-sentra produk yang ada di Indonesia dalam rangka menemukan produk untuk dijual di pasar di Negara mereka. Pemerintah juga telah menyelenggarakan berbagai kegiatan dan pemberian fasilitasi agar para UKM potensial mampu menjadi eksportir pendatang baru.  Program Pendampingan Ekspor (Export Coaching Program) adalah pendampingan bagi UKM potensial ekspor selama satu tahun penuh yang sudah dilakukan sejak tahun 2010 oleh Kementerian Perdagangan, sebanyak  3 angkatan untuk 3 daerah dan masing-masing dikuti oleh 25 orang peserta.  Namun demikian, program  ternyata masih belum mampu membuahkan hasil sebagaimana yang diharapkan, karena UKM yang berhasil menjadi eksportir baru belum mencapai separuh dari jumlah peserta. Banyak hal menjadi penyebab, antara lain adalah kurang maksimalnya proses seleksi calon peserta, monitoring harian perkembangan peserta dan kurang optimalnya konsultasi peserta atas masalah-masalah yang mereka jumpai kepada para Coach (pendamping) yang ditunjuk.  Tulisan ini mencoba menjelaskan pelaksanaan Program Pendampingan Ekspor, kendala-kendala yang dihadapi serta hasil akhir yang dicapai sejak tahun 2010 sampai dengan 2018.Kata Kunci : Coach, Ekspor, Program Pendampingan, Kompetensi, Disruptif Technologi
FUNGSI KONTRAK DAGANG DALAM TRANSAKSI EKSPOR IMPOR Sani, Abdillah
EKONOMI BISNIS Vol. 24 No. 1 (2018): Ekonomi Bisnis
Publisher : Universitas Islam Syekh-Yusuf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/jeb.v24i1.201

Abstract

Kegiatan perdagangan luar negeri yang lazim disebut ekspor impor dalam era globalisasi sekarang ini sudah sedemikian terbuka lebar dan membuka kesempatan bisnis yang luas kepada para Usahawan Kecil dan Menengah (UKM) yang potensial, untuk memasuki pasar berbagai Negara. Sejalan dengan globalisasi ini, Negara-negara yang menjadi tujuan ekspor cenderung menjadi lebih protektif karena khawatir pintu yang terlalu dibuka lebar akan menyebabkan banjirnya barang impor sehingga berpotensi mematikan produk-produk dalam negeri. Berbagai persyaratan pun bermunculan dengan dalih melindungi produsen dalam negeri, untuk membatasi masuknya barang-barang ekspor dari berbagai Negara. Meskipun demikian, kegiatan ekspor impor antar negara sejauh ini, terus berkembang dan mengalami percepatan. Oleh karena itu keberadaan kontrak dagang sebagai dokumen tertulis yang mengikat dan menjamin kepentingan kedua belah pihak menjadi sangat penting. Dalam kontrak dagang ekspor ini lah para eksportir dan importir membuktian komitmennya untuk bertransaksi secara jujur dan saling menguntungkan. Pengetahuan para pihak tentang apa isi dan bagaimana kontrak dagang ekspor yang tertuang dalam tulisan ini diharapkan bisa menjadi pembuka wawasan untuk eksportir dan importir menyusun suatu bentuk perjanjian dagang yang melindungi kepentingan mereka saat berhadapan dengan mitra luar negerinya.
PENINGKATAN KOMPETENSI COACH DALAM PROGRAM PENDAMPINGAN EKSPOR DI ERA DISRUPTIF TEKNOLOGI Sani, Abdillah; Husyain HSM, Mohammad
EKONOMI BISNIS Vol. 26 No. 1 (2020): Ekonomi Bisnis
Publisher : Universitas Islam Syekh-Yusuf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/jeb.v26i1.617

Abstract

          Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Indonesia yang tersebar di berbagai daerah dan kota besar, banyak yang memiliki produk yang potensial untuk diekspor, sehingga tidak aneh jika banyak buyer yang secara langsung rela mendatangi sentra-sentra produk yang ada di Indonesia dalam rangka menemukan produk untuk dijual di pasar di Negara mereka. Pemerintah juga telah menyelenggarakan berbagai kegiatan dan pemberian fasilitasi agar para UKM potensial mampu menjadi eksportir pendatang baru.  Program Pendampingan Ekspor (Export Coaching Program) adalah pendampingan bagi UKM potensial ekspor selama satu tahun penuh yang sudah dilakukan sejak tahun 2010 oleh Kementerian Perdagangan, sebanyak  3 angkatan untuk 3 daerah dan masing-masing dikuti oleh 25 orang peserta.  Namun demikian, program  ternyata masih belum mampu membuahkan hasil sebagaimana yang diharapkan, karena UKM yang berhasil menjadi eksportir baru belum mencapai separuh dari jumlah peserta. Banyak hal menjadi penyebab, antara lain adalah kurang maksimalnya proses seleksi calon peserta, monitoring harian perkembangan peserta dan kurang optimalnya konsultasi peserta atas masalah-masalah yang mereka jumpai kepada para Coach (pendamping) yang ditunjuk.  Tulisan ini mencoba menjelaskan pelaksanaan Program Pendampingan Ekspor, kendala-kendala yang dihadapi serta hasil akhir yang dicapai sejak tahun 2010 sampai dengan 2018.Kata Kunci : Coach, Ekspor, Program Pendampingan, Kompetensi, Disruptif Technologi