Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbaikan dan Perawatan Mesin-mesin Pengolahan Sampah di TPS3R Desa Kesiman Kertalangu Suastawa, I Wayan; Adi, I Ketut
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 9 (2023): November
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i9.475

Abstract

Sampah merupakan produk sampingan dari aktivitas sehari-hari masyarakat yang bisa menjadi bencana lingkungan, namun kebalikannya jika ditangani dengan baik sampah ini bisa menjadi sumber pendapatan. Di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur Kota Madya Denpasar Bali sudah melakukan kegiatan pengeloalaan sampah, yang dibentuk dalam unit usaha Bumdes yang diberi nama TPS3R Desa Kesiman Kertalangu. Sampah yang dikelola Bumdes ini rata-rata berjumlah 5,5 ton perhari yang terdiri dari 1,5 ton sampah organik dan 3,5 ton residu. Sampah diangkut dari rumah masyarakat dengan menggunakan truk sampah dan motor sampah ke unit pengolahan, yang selajutnya pengalami proses pemilahan. Untuk sampah organik selanjutnya mengalami proses pencacahan, permentasi, pemeletan dan pengemasan dalam bentuk pupuk organik untu dipasarkan kembali ke masyarakat Kertalangu dan sekitarnya. dalam setiap proses itu dilakukan dengan menggunakan 6 unit mesin pencacah, 3 unit mesin pengayak, 1 unit pencetak Pelet dan mesin konveyor 2 unit. Beberapa dari mesin-mesin tersebut sekarang dalam keadaan rusak, memerlukan perbaikan dan beberapa memerlukan proses perawatan utk menjaga kinerjanya agar menjadi baik. Untuk itu penting bagi kami sebagai pelaksana Pengabdian masyarakat untuk bisa ikut membantu mengatasi permasalahan tersebut dengan melaksanakan perbaikan sarana yang rusak, mengajarkan operator pekerja cara memperbaiki dan merawat dan memberikat alat perawatan yang dibutuhkan.
Studi Eksperimental Perpindahan Panas pada Pengering Sepatu Berbasis Rak Datar Putrawan, I Made Agus; Adiaksa, I Made Anom; Wibawa, I Wayan Suma; Adi, I Ketut
Journal of Applied Mechanical Engineering and Green Technology Vol. 4 No. 1 (2026): April
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/jametech.v4i1.20-25

Abstract

Shoe drying is a crucial process for maintaining hygiene and extending the lifespan of footwear, especially in high-humidity environments. This study aims to experimentally investigate the heat transfer characteristics of a flat-rack-based shoe dryer. The system is designed with electric heating elements and a horizontal rack configuration to promote uniform heat distribution. Key observed parameters include inlet air temperature, shoe surface temperature, drying time, and moisture content reduction. Measurements were conducted at multiple rack levels to evaluate vertical and horizontal temperature distribution. The results indicate that forced convection is the dominant heat transfer mechanism, with relatively uniform temperature distribution observed in the middle racks, while the top and bottom racks experienced temperature deviations. The heat transfer by radiation generated by the shoe dryer is 5.41 J/s, and the convective heat transfer is 238.8 J/s. The moisture content loss increases with drying time, indicating that 90 minutes is the optimal drying duration among the tested variations. This study provides a foundation for the development of more energy-efficient shoe drying systems and highlights the potential for integrating alternative heat sources such as solar energy.