Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Persepsi Risiko, Overconfidence, dan Loss Aversion terhadap Pengambilan Keputusan Investasi Saham (Studi Kasus Generasi Milenial Wilayah Jakarta Barat) Ilahi , Rahmat; Fathihani, Fathihani; Aprianto, Riki
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Penelitian Terapan Vol. 1 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Penelitian Terapan (Juli-September 2023)
Publisher : Greenation Publisher & Yayasan Global Resarch National

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpmpt.v1i3.309

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh dari persepsi risiko, overconfidence dan loss aversion terhadap pengambilan keputusan investasi saham di kalangan generasi milenial di Jakarta Barat. Meningkatnya minat berinvestasi menyebabkan meningkatnya minat untuk membeli saham perusahaan atau reksa dana saham sehingga peneliti tertarik untuk meneliti apa saja ysng mempengaruhi keputusan inventasi mereka. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, dengan mengumpulkan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada generasi milenial di wilayah tersebut. Variabel dependen pada penelitian ini yaitu pengambilan keputusan investasi, dengan variabel independennya yaitu persepsi risiko, overconfidence, dan loss aversion. Persepsi risiko dan overconfidence secara signifikan mempengaruhi investasi saham, sedangkan loss aversion tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa generasi milenial semakin tertarik untuk berinvestasi karena semakin mudah dan nyamannya membeli dan menjual saham.
HUBUNGAN KEPERDATAAN AYAH BIOLOGIS TERHADAP ANAK HASIL NIKAH SIRI PASCA PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR NOMOR 46/PUU-VIII/2010 PERSPEKTIF ISTIHSAN Aprianto, Riki
QIYAS: JURNAL HUKUM ISLAM DAN PERADILAN Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/qys.v5i2.3015

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apa implikasi hubungan keperdataan ayah biologis terhadap anak hasil nikah siri pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010, dan bagaimana perspektif istihsan terhadap hubungan keperdataan ayah biologis terhadap anak hasil nikah siri pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research). Teknik pengumpulan data menggunakan  Metode Dokumen (Documentation). Hasil kesimpulan menyatakan bahwa implikasi hubungan keperdataan ayah biologis terhadap anak hasil nikah siri pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010 adalah anak siri mendapatkan nafkah hadhanah (pemeliharaan), anak siri mendapatkan wasiat wajibah, anak hasil nikah siri mendapatkan perlakuan yang adil dan anak hasil nikah siri wajib berbakti kepada ayah biologisnya. Kemudian persektif istihsan mengenai hubungan keperdataan ayah biologis dengan anak hasil nikah siri pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010, tidak bertentangan dengan konsep istihsan dalam hukum Islam.Kata kunci : Anak hasil nikah siri, Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010, Istihsan Abstract : This study aims to analyze what are the implications of the biological father's civil relationship to children after the Constitutional Court Ruling Number 46 / PUU-VIII / 2010, and how istihsan perspectives on the biological father's civil relationship to the child siri marriage results after Constitutional Court Decision Number 46 / PUU-VIII / 2010. This type of research is library research (library research). Data collection techniques using the Document Method (Documentation). The conclusion states that the implication of the biological father's civil relationship to children who have been married after the Constitutional Court Decision No. 46 / PUU-VIII / 2010 is that a siri child receives a living for hadhanah (maintenance); and children who are married to Siri are obliged to serve their biological father. Then istihsan's perspective on the relationship between the biological father's civilization and the children of siri marriage after the Decision of the Constitutional Court Number 46 / PUU-VIII / 2010, does not conflict with the concept of istihsan in Islamic law.Keywords: Children from the marriage of Siri, Constitutional Court Decision  Number 46 / PUU-VIII / 2010, Istihsan.