Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analysis of Mathematical and Graphical Relationships Between Volume, Speed, and Density of Traffic with Greenshields and Underwood Models (Case Study: Ir. H. Juanda Street, Central Jakarta) Ignasius Nugroho, Reinhart; Hagni Puspito, Imam
Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 1 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 1
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2025.019.01.9

Abstract

DKI Jakarta Province is one of the centers of transportation progress in Indonesia. One of the locations around Jakarta that is of great concern is the Juanda area, specifically on Ir. H. Juanda Street, Central Jakarta. The daily activity of motorized vehicle users on this road looks very congested on busy days such as Wednesday and Friday and quieter on Sunday. All vehicle activities on the road can be modeled to determine the relationship based on the traffic flow characteristics. The data obtained in the field, such as volume and speed, will be processed first with basic relationships using PKJI standard, then can be analyzed with mathematical and graphical relationships to present the relationship between volume, speed, and density of traffic on Wednesday, Friday, and Sunday on Ir. H. Juanda Street, Central Jakarta with Greenshields and Underwood models. The analysis results according to the relationship between volume, speed, and density of traffic with PKJI standard is suitable for Ir. H. Juanda Street on the Underwood model because it shows the strongest relationship with the r value of 0,940475 between speed and density to produce the equation Us = 46,22 exp (-0,02 D), Q = 55,84 Us ln (46,22/Us), and Q = 46,22 D exp (-0,02 D). The Underwood model has the best accuracy on Sunday, with the r2 value of 0,885001. The determination coefficient shows how well the regression prediction of the model is based on field data with an accuracy of 88,5%. The highest maximum volume was obtained using the Underwood model on Wednesday at 1.319,07296 SMP/hour.
ANALISIS KERUSAKAN JALAN MENGGUNAKAN METODE INTERNATIONAL ROUGHNESS INDEX : Studi Kasus pada Ruas Jalan Tol Gempol – Pasuruan Jalur A KM 776+000 sampai dengan 810+000 Rafizma Saadah, Syarifah; Hagni Puspito, Imam
Jurnal ARTESIS Vol. 3 No. 2 (2023): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v3i2.5929

Abstract

Jalan Tol Gempol – Pasuruan yang terhitung 6 tahun lamanya beroperasi yang dimulai pada maret 2017 ini memiliki 2 jalur/arah, memiliki bentang panjang dengan jumlah keseluruhan sepanjang 34,50 kilometer, dengan kilometer awal pada KM 776 + 000, dan kilometer akhir pada KM 810 + 000. Berdasarkan data yang didapatkan dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur – Bali terdapat 5 jenis kerusakan yaitu, lubang, retak, lubang L1 dan L2, retak melintang, retak memanjang. Dan menggunakan Alat Hawkeye menunjukkan bahwa pada Ruas Jalan Gempol-Pasuruan Jalu A KM 776+000 sampai dengan 810+000 sebesar 82,61% memiliki kondisi baik pada permukaan perkeraannya, memiliki 13,04% kondisi sedang pada permukaan dan memiliki sebesar 4,35% kondisi rusak ringan pada permukaan perkerasannya dan memiliki sebesar 0% kondisi rusak berat pada permukaan perkerasannya. Dengan demikian diperlukan cara lain untuk mendapatkan persentase hasil kerusakan jalan dengan cara perhitungan manual untuk mendapatkan perbandingan, dengan metode International Roughness Index (IRI) sehingga di dapatkan hasil untuk permukaan perkerasan sebesar 78,26 % memiliki kondisi baik pada permukaan perkeraannya, memiliki 17,39 % kondisi sedang pada permukaan dan memiliki sebesar 4,35 % kondisi rusak ringan pada permukaan perkerasannya dan memiliki sebesar 0 % kondisi rusak berat pada permukaan perkerasannya. Dari 2 hasil nilai IRI terdapat perbedaan yang selisihnya sangat kecil sehingga hasil IRI yang didapatkan dengan alat ada kemungkinan terdapat kesalahan karna tidak dilakukan pemeriksaan kalibrasi sedangkan hasil nilai IRI dari perhitungan manual kemungkinan tidak akuratnya disebabkan oleh hasil perhitungan dari nilai roughness yang masih keliru dalam membaca angkanya. Dimana rata-rata nilai kerusakan jalan menunjukan kepada kondisi baik, sehingga hanya di perlukan penangganan seperti pemeliharaan rutin saja.
ANALISIS PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN LENTUR (FLEXIBLE PAVEMENT) DENGAN MENGGUNAKAN MANUAL DESAIN PERKERASAN JALAN (MDPJ) BINA MARGA 2017: Studi Kasus: Jalan Sei. Landia Ruas Manggopoh – Padang Luar Kabupaten Agam, KM 160+100 dan KM 160+950 Adi Pratama, Fiky; Hagni Puspito, Imam
Jurnal ARTESIS Vol. 4 No. 2 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i2.7857

Abstract

Penelitian mengenai kondisi permukaan jalan sangat diperlukan untuk mengetahui kondisi serta perkembangan permukaan jalan yang mengalami kerusakan. Salah satunya jalan kolektor di Kabupaten Agam yaitu Jalan Sei. Landia Ruas Manggopoh – Padang Luar. Namun peningkatan jumlah kendaraan, tingginya mobilisasi kendaraan berat, dan meningkatnya curah hujan di daerah Sumatera Barat menyebabkan terjadinya kerusakan di beberapa titik di ruas tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis tebal lapis perkerasan lentur (flexible pavement) di Jalan Sei. Landia Ruas Manggopoh – Padang Luar Kab. Agam KM 160+100 dan KM 160+950. Penelitian ini menggunakan metode Manual Desain Perkerasan Jalan (MDPJ) Bina Marga 2017 yaitu metode yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal Kementerian Bina Marga untuk perhitungan manual perkerasan jalan sebagai acuan mendapatkan tebal rencana yang sesuai dengan data di lapangan. Hasil penelitian analisis tebal perkerasan lentur yang dihitung menggunakan MDPJ 2017 pada ruas KM 160+100 dan KM 160+950 didapat perbedaan desain pada tebal lapisan perkerasan yang telah direncanakan oleh Dinas Bina Marga Provinsi Sumatera Barat dengan perhitungan perencanaan yang telah dilakukan. Perbedaan hasil perhitungan nilai CESA yang didapatkan mempengaruhi tebal dan susunan perkerasan yang digunakan. Perbedaan tersebut terdapat pada lapisan pondasi bawah dan pondasi atas serta tebal lapisan tanah dasar. Pemilihan penggunaan lapis permukaan AC – WC dinilai lebih ekonomis, fleksibel dalam pemakaian, dan bahan yang mudah untuk didapatkan.
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO YANG BERPENGARUH TERHADAP WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN: Studi Kasus: Proyek Gedung Haryono Data Center Adi Nugroho, Setyo; Dofir, Akhmad; Hagni Puspito, Imam
Jurnal ARTESIS Vol. 4 No. 2 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i2.7858

Abstract

Penyelesaian proyek bangunan yang tepat waktu dijamin akan menguntungkan semua pihak yang berkepentingan. Gedung Haryono Data Center merupakan salah satu pusat data yang melayani berbagai kebutuhan penyimpanan dan pengolahan data, proyek ini diharapkan dapat selesai tepat waktu agar dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko yang mempengaruhi waktu pelaksanaan pembangunan Gedung Haryono Data Center, untuk selanjutnya diberikan respons risiko berupa mitigasi risiko terhadap risiko paling dominan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode studi kasus. Berdasarkan analisis risiko dengan metode severity index, dari 24 daftar risiko yang diidentifikasi, ditemukan 11 risiko tinggi (dominan) yang berpotensi menyebabkan keterlambatan proyek Gedung Haryono Data Center. Risiko tinggi (dominan) tersebut meliputi ketidaktepatan estimasi biaya, tidak memperhatikan biaya tidak terduga, desain yang salah atau tidak lengkap, perubahan tipe dan spesifikasi material, pemilihan metode konstruksi yang tidak tepat, kurang tersedianya jumlah tenaga kerja di lapangan, kemampuan/skill tenaga kerja yang kurang, kurangnya pengalaman manajer proyek, kecelakaan kerja dalam pelaksanaan konstruksi, kurangnya koordinasi dan komunikasi antara kontraktor, konsultan, dan pemilik proyek, dan keterlambatan pembayaran pada kontraktor, yang kemudian akan diberikan rekomendasi mitigasi untuk mengatasi risiko-risiko tersebut, sehingga diharapkan dapat membantu perencanaan proyek yang lebih efektif dan tepat waktu.