Arindari, Dewi Rury
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Health Belief Model Factors to Medication Adherence among Hypertensive Patients in Punti Kayu Public Health Center Palembang, Indonesia Arindari, Dewi Rury; Suswitha, Dessy
Jurnal Keperawatan Vol 11, No 1 (2020): Januari
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.109 KB) | DOI: 10.22219/jk.v11i1.10483

Abstract

Introduction: Health Belief Model is one of the factors that influence medication adherence. The World Health Organization (WHO) has identified medication adherence as the primary indication of treatments effectiveness for hypertensive patients. The number of medication adherence on people with hypertension is decreasing in the world, including Indonesia. Objective: The aims of this paper was to examine the relationship between perceived susceptibility to develop the complications of hypertension, perceived severity of hypertension complications, perceived benefits of medication adherence, perceived barriers to medication adherence and medication adherence. Result: There were significant statistically relationships between perceived susceptibility to develop the complications of hypertension, perceived severity of hypertension complications, perceived benefits of medication adherence, perceived barriers to medication adherence and medication adherence. Discusion: The patients who have high perceptions about susceptibility to develop the hypertension complication, severity of the complications of hypertension, the benefit of medication adherence, reduce barriers to medication adherence more likely adhering to their medications.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DIABETES SELF MANAGEMENT PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS DALAM WILAYAH KERJA PUSKESMAS Arindari, Dewi Rury; Suswitha, Dessy
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 6, No 1: Februari 2021 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v6i1.910

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Diabetes Mellitus merupakan salah satu dari empat prioritas penyakit tidak menular yang ditandai dengan peningkatan konsentrasi glukosa darah akibat gangguan pada penyerapan gula darah oleh tubuh yang dapat memicu terjadinya berbagai komplikasi bahkan kematian. Salah satu upaya pengendalian yang dapat dilakukan adalah Diabetes Self Management. Tujuan: Diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan Diabetes Self Management pada penderita Diabetes Mellitus. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah penderita Diabetes Mellitus yang berjumlah 50 responden.Penelitian dilaksanakan pada tanggal 01-30 September di Puskesmas dalam wilayah kerja Kota Palembang. Data telah dianalisa menggunakan deskripsi statistic, Pearson Product Moment dan Point Biserial. Hasil: Diperoleh data statistik responden adalah perempuan (74%), usia  51-59 tahun (76%), lulusan SMA (45%), memiliki pendapatan kurang dari Upah Minimum Regional (76%), Durasi Penyakit antara 1-3 tahun (46%), pengobatan dengan terapi diet dan obat (82%), memiliki level pengetahuan cukup baik (47%) dan perilaku Diabetes Self Management yang kurang baik (62%); Adanya hubungan signifikan secara statistik antara pengobatan dan pengetahuan dengan Diabetes Self Management dengan p value masing-masing secara berurutan adalah <0.001 dan <0.01. Sedangkan usia, jenis kelamin, pendidikan, pendapatan, dan durasi penyakit tidak memiliki hubungan yang signifikan. Saran: Dapat digunakan sebagai data empiris pada pengembangan program intervensi yang bertujuan untuk meningkatkan perilaku Diabetes Self Management pada penderitanya guna mencegah terjadinya komplikasi dan mengurangi angka kematian akibat Diabetes Mellitus. Kata Kunci: Diabetes Self Management, Penderita Diabetes Mellitus, Faktor yang Berhubungan dengan Diabetes Self Management, Penyakit Tidak Menular, Personal Faktor