Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN GANGGUAN JIWA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEMURUP KABUPATEN KERINCI Emilda, Emilda; Hasnita, Evi; Oktavianis, Oktavianis
HUMAN CARE JOURNAL Vol 9, No 3 (2024): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v9i3.2951

Abstract

Masalah Kesehatan jiwa merupakan masalah kesehatan yang serius dan terbesar selain penyakit generatif karena terus mengalami peningkatan dan membutuhkan proses penyembuhan yang panjang seperti penyakit kronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Semurup tahun 2024.             Metode penelitian mixed methods, di wilayah kerja Puskesmas Semurup pada bulan februari-maret 2024, total sampel 100 pasien terdiri dari 50 pasien dengan diagnosa skizofrenia (kasus)  dan 50 pasien gangguan  jiwa ringan hingga depresi (kontrol) yang berobat ke Puskesmas Semurup dipilih secara purposive sampling. Instrumen kuesioner data demografi dan faktor gangguan jiwa, dianalisis secara univariat, bivariat dengan uji chi-square dan multivariat dengan regresi logistik linear berganda. Penelitian kualitatif wawancara Indepth interview dengan pendekatan input, proses, output sebanyak 7 informan, diolah dengan  matriks triangulasi data.            Hasil penelitian kuantitatif, faktor yang berhubungan dengan kejadian gangguan jiwa adalah genetik (p=0,000,OR=7,071), status lingkungan sosial masyarakat (p=0,012,OR=4,510),status ekonomi (p=0,148,OR=2,455), sedangkan yang tidak berhubungan dengan kejadian gangguan jiwa adalah status perkawinan (p=0,148,OR=2,455). Hasil kualitatif sudah ada kebijakan, dana tersedia, tenaga masih kurang, dan sarana prasarana sudah ada masih diperlukan perbaikan.            Kesimpulan penelitian kuantitatif faktor penyebab gangguan jiwa adalah genetik, ekonomi dan lingkungan sosial dan yang  paling dominan berhubungan dengan kejadian gangguan jiwa di Puskesmas Semurup tahun 2024 adalah lingkungan sosial masyarakat dengan nilai ((p=0,019,OR=3,882). Penelitian kualitatif belum maksimal pelaksanaan kegiatan dalam identifikasi, pengenalan tanda dan penyebab gangguan jiwa, diharapkan tenaga kesehatan lebih aktif dalam melakukan deteksi dini, edukasi, promosi kesehatan melalui program jiwa agar kasus gangguan jiwa diwilayah kerja puskesmas semurup bisa dikendalikan.  Kata Kunci : Gangguan jiwa, Genetik, Status pernikahan, Status ekonomi, Lingkungan sosial masyarakat.     
FAKTOR KEPATUHAN TERHADAP KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PADA REMAJA PUTRI DI KOTA BUKITTINGGI TAHUN 2024 Sulung, Neila; Gusnarita, Elsya; Oktavianis, Oktavianis
HUMAN CARE JOURNAL Vol 10, No 1 (2025): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v10i1.3209

Abstract

Kejadian anemia merupakan masalah kesehatan secara global, pada remaja putri angka prevalensi anemia sebesar 25%. Program pemerintah dalam penanggulangan anemia pada remaja putri yaitu pemberian tablet tambah darah (TTD) pada remaja putri di sekolah. Cakupan TTD yang diterima remaja putri disekolah sebesar 60,87% dan yang mengonsumsi TTD hanya 57,8% dari yang menerima tablet tambah darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui analisis faktor – faktor yang mempengaruhi kepatuhan mengkonsumsi tablet tambah darah pada remaja putri di Kota Bukittinggi Tahun 2024.Metode Penelitian ini adalah Jenis penelitian ini menggunakan desain cross sectional, dilakukan pada bulan Juli – Agustus Tahun 2024. Populasi pada penelitian ini sebanyak 5.471 dan sampel 95 siswi SMA Negeri di Bukittinggi. Analisis data dengan uji Chi Square  dan uji regresi logistik.Hasil Penelitian  didapatkan Faktor yang berhubungan dengan kepatuhan mengkonsumsi tablet tambah darah pada remaja putri adalah peran guru (p=0,036), peran keluarga (p=0,001) dan peran teman sebaya (p=0,000). Hasil uji multivariate didapatkan variable yang paling berpengaruh terhadap kepatuhan mengkonsumsi tablet tambah darah pada remaja putri adalah peran teman sebaya (p=0,000).Kesimpulan bahwa peran teman sebaya lebih berpengaruh di bandingkan dengan variabel yang lain, karena remaja putri lebih banyak berinteraksi dan mengahabiskan waktu dengan teman sebaya. Diharapkan remaja putri dapat memotivasi dan memberikan edukasi terhadap teman sebaya agar mengkonsumsi tablet tambah darah setiap minggu dan setiap hari selama menstruasi Kata Kunci : Remaja, Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah
PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP PERILAKU SEHAT PASIEN HIPERTENSI Ramadanti, Tika; Hasnita, Evi; Oktavianis, Oktavianis
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 No 1 (2021): JURNAL KESEHATAN
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i1.427

Abstract

Latar Belakang: Pada tahun 2017 tercatat kabupaten Sijunjung berada pada urutan 6 tertinggi kasus hipertensi yaitu dengan jumlah kasus sebesar 1.749 kasus dan angka ini mengalami peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya. Permasalahan umum pada pasien hipertensi adalah kurangnya pemahaman serta perilaku sehat responden dalam mengontrol tekanan darah.Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Efektifitas Penyuluhan Kesehatan Menggunakan Metode Demonstrasi Langsung dan Media Aplikasi Whatsapp Terhadap Perilaku Sehat Pada Pasien Hipertensi di Wilayah Kerja Kabupaten Sijunjung Tahun 2018.Metode: Jenis penelitian ini mixed method, populasi pada penelitian ini sebanyak 811 orang yaitu pasien hipertensi pada wilayah fokus penelitian dan pengambilan sampel menggunakan teknik proporsional sampling dengan besaran sampel sebanyak 30 orang. Informan pada penelitian ini ditetapkan 1 orang anggota keluarga pasien yaitu sebanyak 30 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan pedoman wawancara mendalam.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan efektivitas penyuluhan kesehatan menggunakan metode demonstrasi dan dengan media aplikasi wahtsapp dengan beda rata-rata 6,2 dan p = 0,021 dimana metode demonstrasi lebih efektif dalam meningkatkan perilaku sehat pada pasien hipertensi. Hasil analisis kualitatif juga menunjukkan bahwa perbedaan mencolok antara kedua kelompok adalah pada perilaku merokok dimana pada kelompok demonstrasi langsung terlihat responden lebih mampu untuk mengubah perilaku sehat dalam mengurangi dan menghentikan kebiasaan merokok.