Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Assessment of Rural Community Knowledge and Attitudes Toward Rational Antibiotic Use in Kampung Baru Hamlet, Seko District: Penilaian Tingkat Pengetahuan dan Sikap Masyarakat Pedesaan terhadap Penggunaan Antibiotik yang Rasional di Dusun Kampung Baru, Kecamatan Seko Purnamasari P, Indah; Gisman, Rahmiaty; Aswandi, Aswandi; Arianto, Adi; Yuli Nurvianthi, Riska; Hervinto, Deris
Medical : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol 3 No 1 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/medical-jkk.v3i1.550

Abstract

Rational antibiotic use is essential to prevent and treat infections effectively and to avoid harmful consequences such as antimicrobial resistance, increased adverse drug reactions, and higher treatment costs. This study aims to assess the level of knowledge and attitudes toward rational antibiotic use among residents of Kampung Baru Hamlet, Seko District. A descriptive observational study with a cross-sectional approach was conducted involving 100 respondents who met the inclusion criteria. The study found that knowledge regarding antibiotic use was categorized as good in 7% of respondents, moderate in 20%, and poor in 73%. Attitudes toward proper antibiotic use were categorized as good in 7%, moderate in 10%, and poor in 83% of respondents. Statistical analysis showed a significant relationship between the level of knowledge and attitudes toward antibiotic use (p = 0.001). These findings indicate that most of the community lacks adequate knowledge and appropriate attitudes regarding rational antibiotic use, highlighting the need for targeted health education programs to promote safer and more effective antibiotic practices
Pengaruh Breathing Exercise Terhadap Level Fatigue Pada Pasien Gagal Ginjal Yang Menjalani Hermodialisa Di Rumah Sakit Umum Sembiring Deli Tua Tahun 2025 Ginting, Daniel Suranta; Manullang, Hengki Frengki; Arianto, Adi
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.11651

Abstract

Gagal Ginjal Kronik (GGK) atau Chronic Kidnery Diseraser (CKD) adalah kondisi yang ditandai olerh pernurunan fungsi ginjal, yang berrperran pernting dalam mernjaga kerserhatan tubuh . Kerlerlahan (Fatiguer) adalah sernsasi subjerktif yang tidak mernyernangkan, merliputi perrasaan lerlah, lermah, dan pernurunan ernerrgi, dan serring mernjadi kerluhan utama bagi pasiern yang mernjalani dialisis. Hermodialisis adalah suatu berntuk terrapi yang digunakan untuk mernggantikan fungsi ginjal dalam prosers permberrsihan darah serrta pernghilangan produk sisa yang tidak diinginkan dari tubuh. Salah satu terrapi non farmakologi untuk mernurunkan kerlerlahan adalah Brerathing Exerrciser derngan latihan perrnapasan merrangsang sisterm saraf parasimpatik, yang dapat merningkatkan produksi erndorfin, mernurunkan dernyut jantung, mermperrluas kapasitas paru-paru, dan mermbuat otot-otot mernjadi lerbih rilerks yang dilakukan serlama 15 mernit .Tujuan pernerlitian ini berrtujuan untuk merngertahui Perngaruh Brerathing Exerrciser terrhadap lerverl fatiguer pada pasiern gagal ginjal yang mernjalani hermodialisa di Rumah Sakit Umum Sermbiring. Mertoder pernerlitian mernggunakan dersain pernerlitian prer-erksperrimerntal derngan pernderkatan oner group prerterst-postterst dan perngambilan samperl sercara purposiver sampling serbanyak 18 orang, serrta derngan perngolahan data mernggunakan uji wilcoxon. Alat yang digunakan adalah Lermbar obserrvasi. Hasil pernerlitian pernurunan lerverl fatiguer rerspondern serberlum perrlakuan dikertahui bahwa dari 18 rerspondern rata- rata merngalami kerlerlahan berrat derngan hasil 30.33, serdangkan rata-rata lerverl fatiguer sersudah perrlakuan yaitu 49.83 dan terrdapat perngaruh yang signifikan antara permberrian interrvernsi brerathing erxerrciser terrhadap kerlerlahan (Fatiguer) derngan hasil (p = 0,000) (a = < 0,05). Kersimpulan pernerlitian terrdapat perngaruh brerathing erxerrciser terrhadap lerverl fatiguer pada pasiern gagal ginjal yang mernjalani Hermodialisa di Rumah Sakit Umum Sermbiring
Perbedaan Berat Badan Bayi Yang Diberikan ASI Eksklusif Dan Susu Formula Diwilayah Kerja Puskesmas Deli Tua Tahun 2022 Arianto, Adi; Ginting, Monika Nina Kurniawaty; Sholikh, Akhmad Fatikhus; Anjani, Sonia Ratna
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.10648

Abstract

Latar Belakang: Pemberian Air Susu Ibu (ASI) pada bayi baru lahir merupakan salah satu upaya untuk mencegah masalah kurang gizi pada bayi dan mencegah hal yang terburuk yaitu kematian bayi.. Penelitian ini bertujuan untuk Perbedaan berat badan bayi yang diberikan ASI eksklusif dengan yang diberikan Susu Formula. Metode: Jenis penelitian ini adalah menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan bayi usia 0-6 bulan yang diberi ASI eksklusif dengan yang diberi susu formula di Kabupaten Deli Serdang. Teknik sampel dilakukan dengan Purpossive Sampling. Dimana sampel dalam penelitian ini adalah sebk 78 responden bayi dengan 39 bayi yang mengkomsumsi ASI eksklusif dan 39 bayi yang mengkomsumsi susu formula. Teknik pengampulan data menggunakan lembar kuesioner dan lembar observasi responden. Teknik analisis data menggunakan uji T independen fungsi dari uji T adalah menguji perbedaan rata-rata antara dua cuplikan (Sampel). Hasil: Responden kasus berjumlah 78 orang responden bayi dari hasil uji statistik dengan menggunakan uji T independen menunjukkan bahwa nilai p value = 0,006 < α (0,05) berarti H0 ditolak dan Ha diterima. Terlihat bahwa ada perbedaan yang signifikan pertambahan berat badan antara bayi yang diberi ASI Ekslusif dibandingkan dengan bayi yang diberi Susu Formula dilihat dari nilai p value = 0,006 < α (0,05). Kesimpulan: Penelitian ini berarti ada terdpat Perbedaan Berat Badan Bayi Yang Diberikan Asi Eksklusif Dan Susu Formula Diwilayah Kerja Puskesmas Deli Tua Tahun 2022