Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL KESEHATAN PERINTIS

Pengaruh Waktu Paparan Pestisida Organofosfat Terhadap Kadar Kolinesterase Dalam Darah Dengan Metode Komperator Dyna Putri Mayaserli; Betti Rosita; Eni Remadhani
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v9i1.759

Abstract

World Health Organization (WHO) memperkirakan kasus keracunan pada pekerja pertanian karena pestisida sebanyak 1-5 juta orang per tahun dan tingkat kematian mencapai 220.000 korban jiwa. Paparan pestisida bertindak sebagai senyawa asetilkolinesterase (Ach), yang mengurangi aktivitas kolineterase dalam darah. Kolinesterase adalah salah satu bentuk enzim yang berasal dari katalis biologis dalam jaringan manusia yang berperan membantu otot dan kelenjar saraf bekerja secara teratur dan harmonis. Jika aktivitas kolinesterase jaringan manusia dikurangi dengan baik ke tingkat lebih rendah, hal ini akan mempengaruhi gerakan sadar atau kasar dari serat otot. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar kolinesterase dalam darah menggunakan metoda komperator (kaca pembanding) pada petani sayur berdasarkan lama paparan pestisida organofosfat. Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan 20 sampel. Berdasarkan dari uji statistik didapatkan nilai sig 0,003 < 0,05 yang artinya bahwa perbedaan kadar kolinesterase berdasarkan lama paparan pestisida pada petani sayur di Kabupaten Solok memiliki perbedaan atau adanya pengaruh sebesar 0,621 nilai tersebut setelah dikonsultasi dengan tabel interprestasi angka “r” (pedoman derajad hubungan) 0,621 berada antara (0,60-0,799) yang interprestasinya termasuk dalam kategori kuat.
PEMANFAATAN AIR KELAPA SEBAGAI SEBAGAI MEDIA PERTUMBUHAN PSEUDOMONAS FLUORESCENS DAN APLIKASINYA SEBAGAI PUPUK CAIR TANAMAN Dyna Putri Mayaserli; Renowati Renowati
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol 2 No 2 (2015): DESEMBER 2015 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.744 KB)

Abstract

Pengembangan pestisida hayati (bio-pesticide) yaitu penggunaan mikroba bermanfaat dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman pertanian terus dilakukan dalam rangka subtitusi pestisida sintetis yang diketahui banyak menimbulkan dampak negatif. Tujuan jangka panjang penelitian ini mendukung sistem pertanian ramah lingkungan dengan target khusus adalah dihasilkannya produk formulasi pestisida hayati berbasis bakteri penghasil kitinase (bakteri kitinolitik/bakteri pendegradasi kitin). Bakteri kitinolitik diharapkan mampu mengendalikan berbagai jenis patogen dari golongan cendawan dan nematoda karena sebagian besar komponen dinding sel patogen tersebut adalah kitin. Hasil penelitian menunjukkan air kelapa sangat baik digunakan untuk pertumbuhan Pseudomonas Fluorescens dengan memodifikasi pH hingga mencapai pH 7. Air kelapa yang di modifikasikan dengan penambahan kerapatan bakteri Pseudomonas Fluorescens efektif di gunakan sebagai pestisida hayati. Hasil yang paling baik diperoleh pada kerapatan bakteri 3x108 .
IDENTIFIKASI BAKTERI Escherichia Colli PADA JAJANAN BAKSO TUSUK DI SEKOLAH DASAR KECAMATAN GUNUNG TALANG Dyna Putri Mayaserli; Dwi Anggraini
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol 6 No 1 (2019): JUNI 2019 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.669 KB) | DOI: 10.33653/jkp.v6i1.220

Abstract

Makanan pangan jajanan anak sekolah (PJAS) di Indonesia diketahui mengalami penurunan kualitas, hal ini ditunjukkan dengan banyaknya angka kejadian keracunan di Sumatera Barat yang dilaporkan kepada Dinas Kesehatan.Pada tahun 2017 sebanyak 6 kasus keracunan dengan jumlah korban sebanyak 404 orang.Salah satu penyebabnya adalah kontaminasi pada makanan jajanan. Adanya kontaminasi pada makanan jajanan dapat menyebabkan foodborne disease.Penyebab kontaminasi pada makanan adalah cemaran mikroba, cemaran mikroba merupakan penyebab utama tidak terpenuhinya syarat pada pangan jajanan anak sekolah (PJAS) di Indonesia salah satunya disebabkan oleh Escherichia colli.Penelitianini bertujuan untuk mengetahui adanya cemaran bakteri, jumlah bakteri, dan identifikasi bakteri Escherichia collipada jajanan bakso tusuk.Sampel diambil dari 5 Sekolah Dasar di Kecamatan Gunung Talang.MetodePerhitungan dengan metode Uji Total Plate Count (TPC), isolasi pada media, dan uji biokimia. Dapat disimpulkan bahwa pada sampel 1 memiliki hasil rata-rata jumlah bakteri tertinggi dibandingkan dengan sampel lain, yaitu 1,5 x 105CFU/gram, dan hasil terendah terdapat pada sampel 5 sebesar 2,3 x 103 CFU/gram.Hasil penelitian inimenunjukkan hasil bahwa 1dari 5 sampel bakso tusuk telah melebihi ambang batas, sementara 4 lainnya masih diperbolehkan dikonsumsi.
Uji Daya Hambat Dan Daya Bunuh Ekstrak Buah Mengkudu (Morinda Citrifolia Linn) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus Aureus Dyna Putri Mayaserli; Dewi Yudiana Shinta
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol 8 No 1 (2021): JUNI 2021 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v8i1.622

Abstract

Mengkudu (Morinda citrifolia Linn.) memiliki kandungan antrakuinon yang terbukti mempunyai efek farmakologik sebagai lisosim terhadap sel bakteri Mengkudu (Morinda citrifolia Linn) merupakan salah satu tanaman obat yang banyak digunakan masyarakat sebagai obat tradisional. Mengkudu diketahui memiliki zat aktif yang terkandung didalamnya seperti flavonoid, tannin, filantin, sebagai antioksidan dan antibakteri. Staphylococcus aureus merupakan gram positif dan sebagai bakteri penyebab diare, bakteri ini bisa berada pada saluran cerna. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui konsentrasi efektif ekstrak mengkudu (Morinda citrifolia Linn) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Manfaat penelitian ini untuk untuk mengetahui efektifitas ekstrak buah mengkudu terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan metode difusi cakram Kirby-Bauer untuk mengetahui diameter zona hambat dan zona bunuh bakteri Staphylococcus aureus, konsentrasi ekstrak mengkudu yang digunakan 25 mg, 50 mg, 75mg, 100 mg, dan ciprofloxacin sebagai control positif sedangkan aquadest sebagai kontrol negatif. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa konsentrasi 75 mg – 100 mg mampu membunuh bakteri Staphylococcus aureus dengan zona bunuh yang terbentuk >20 mm. Hasil penelitian, semakin tinggi konsentrasi ekstrak, semakin besar pula diameter daya hambat dan daya bunuh yang terbentuk. Ekstrak buah mengkudu mampu membunuh pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan daya bunuh lebih besar dari antibiotik kontrol posistif dan efektif digunakan sebagai obat antibakteri yang tidak resisten.