Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Identifikasi Protozoa Pada Air Kolam Renang Di Kabupaten Pinrang Sri Wahyuni; Herlina Muin; Rahmat Zarkasyi
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 22, No 2 (2022): Jurnal Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulolipu.v22i2.2935

Abstract

Protozoa  merupakan protista yang menyerupai hewan yang bersifat seluler dalam ukuran mikroskopis. Pengguna air pada sarana rekreasi seperti kolam renang beresiko tinggi terkena penyakit akibat mikroorganisme bersifat patogen, salah satunya patogen jenis Cryptospiridium sp dan Giardia sp. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat Protozoa air pada kolam renang, Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain observasional yaitu melakukan pengambilan dan pemeriksaan sampel air pada kolam renang. Populasi dalam penelitian ini adalah Air Kolam Renang yang ada di Kabupaten Pinrang.  Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pipet tetes, mikroskop, objek glass, deck glass. Sedangkan bahan yang digunakan adalah air pada kolam renang. Analisis data dalam penelitian ini Hasil uji laboratorium akan disajikan dalam bentuk tabel lalu dinarasikan secara deskriptif. Dengan hasil penelitian yang telah di lakukan pada 3 sampel air kolam  diperoleh hasil 2 negatif yang berarti sampel tersebut tidak terdapat Protozoa dan 1 positif yang berarti terdapat Protozoa  air jenis Cryptosporidum sp dan Giardia sp. Yang dapat menyebabkan gangguan Kesehatan seperti gastrointestinal akut berupa diare berair, nyeri atau keram perut, dehidrasi, mual, muntah, serta penurunan berat badan.Kata Kunci : Air Kolam, Cryptosporidium Sp, Giardia Sp.  
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN METODE KONTRASEPSI SUNTIKAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MATTOMBONG KABUPATEN PINRANG Wahdaniah S; Muhammad Siri Dangnga; Herlina Muin
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2020): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v3i3.381

Abstract

Salah satu metode kontrasepsi modern dengan menggunakan suntik yang paling sering di gunakan adalah Depo Medroksi Progesteron Acetat (DMPA) yang berisi depo medroksi progesteron asetat sebanyak 150 mg dengan guna 3 bulan. Mekanisme kerja DMPA adalah mencegah ovulasi, mengentalkan lendir serviks, membuat endometrium menjadi kurang baik untuk implantasi dari ovum yang di buahi dan mempercepat transpor ovum yang telah di buahi dan mempercepat transpor ovum di dalam tuba falopi.Jumlah peserta KB yang terbanyak dengan metode kontrasepsi adalah suntik 5.300 (54,92%).Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bahwa tingkat pengetahuan, sosial ekonomi dan efek samping berhubungan dengan pemilihan metode kontrasepsi suntikan di wilayah kerja Puskesmas Mattombong Kabupaten Pinrang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional Study. Peneliti mengidentifikasi melalui observasional dengan menggunakan kuesioner pada sampel, dimana sampel dalam penelitian ini sebanyak 94 orang. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Korelasi pearson product moment melalui SPSS for windows Version 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan (0,001), tidak ada hubungan terhadap sosial ekonomi (0,213) dan ada hubungan efek samping (0,000) terhadap pemilihan metode kontrasepsi suntikan di Wilayah Kerja Puskesmas Mattombong Kabupaten Pinrang. Diharapkan kepada puskesmas lebih banyak memberikan informasi penyuluhan tentang alat kontrasepsi kepada Pasangan Usia Subur (PUS) dan kepada Pasangan Usia Subur (PUS) agar lebih bijak memilih alat kontrasepsi yang cocok.
Pengaruh Kebijakan Rekam Medis Elektronik terhadap Efisiensi Administrasi Pelayanan Kesehatan di Era Transformasi Digital Nur Afifah Sukardi; Usman Usman; Herlina Muin; Rasidah Wahyuni Sari
Journal of Midwifery and Health Science of Sultan Agung Vol. 5 No. 2 (2026): JMHSA
Publisher : Sultan Agung Islamic University of Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid advancement of information technology has encouraged healthcare facilities to adopt Electronic Medical Records (EMR) to improve service quality and administrative efficiency. In Indonesia, the implementation of EMR has been mandated through the Ministry of Health Regulation No. 24 of 2022 as part of the national healthcare digital transformation agenda. This study aimed to analyze the effect of EMR policy implementation on healthcare administrative efficiency at 'Aisyiyah Sitti Khadijah Main Clinic, Parepare City. A quantitative study with a cross-sectional design was conducted from March to May 2026 involving 66 staff members and 285 outpatients. Staff respondents were selected using total sampling, while patient respondents were selected through accidental sampling. Data were collected using structured questionnaires and analyzed using univariate and Chi-square tests. The findings revealed that EMR policy implementation significantly influenced staff perceptions regarding healthcare administration (p = 0.000) and patient waiting time efficiency (p = 0.009). Staff who perceived the EMR policy as easy to understand were more likely to report positive perceptions of administrative services and shorter patient waiting times. However, technological infrastructure and internet network availability were not significantly associated with healthcare administrative efficiency (p = 0.608). The study concludes that effective EMR implementation contributes to improved administrative efficiency, particularly through enhanced staff acceptance and reduced waiting times, supporting the ongoing digital transformation of healthcare services Keywords: Policy, Electronic Health Records, Administrative Efficiency, Healthcare Services, Digital Transformation