Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Desain Pembuatan Barrier Guna Mengurangi Kebisingan Kereta Api Akibat Double Track Jalur Kereta Api Di Area Pemukiman Lintas Manggarai - Bekasi Arista, Eka; P, Rianto Rili
Indonesian Railway Journal Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Perkeretaapian Indonesia Volume 1 Nomor 2 Tahun 2017
Publisher : Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1829.495 KB)

Abstract

Salah satu upaya untuk mengurangi tingkat kebisingan adalah dengan perencanaan kota. Akan tetapi di kota-kota besar hal ini seringkali tidak tercapai akibat pertumbuhan populasi dan tidak tersedianya lahan yang seimbang. Sehingga rumah dan bangunan harus dibangun secara berdekatan dan bahkan berdempetan dengan rel kereta api. Seluruh kereta api jarak jauh ke arah Timur (Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta), baik kereta api kelas ekonomi, bisnis maupun eksekutif yang berangkat dari Stasiun Jakarta Kota, Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir akan melewati Stasiun Bekasi sampai dengan Stasiun Cirebon. Dari data jumlah perjalanan kereta api menurut Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2015, terdapat kurang lebih 122 perjalanan setiap harinya. Aktivitas kereta api dengan frekuensi perjalanan cukup sering sepanjang hari dapat menimbulkan eksternalitas positif dan negatif. Eksternalitas positif yang dirasakan masyarakat yang bermukim dekat dengan kereta api antara lain, penghematan biaya transportasi dan kemudahan serta kecepatan akses. Eksternalitas negatifnya, yaitu polusi kebisingan, keamanan, dan resiko kriminalitas berupa lemparan batu. Kebisingan merupakan salah satu parameter untuk mengukur kualitas lingkungan
Desain Pembuatan Barrier Guna Mengurangi Kebisingan Kereta Api Akibat Double Track Jalur Kereta Api Di Area Pemukiman Lintas Manggarai - Bekasi Arista, Eka; P, Rianto Rili
Jurnal Perkeretaapian Indonesia (Indonesian Railway Journal) Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Perkeretaapian Indonesia Volume 1 Nomor 2 Tahun 2017
Publisher : Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37367/jpi.v1i2.36

Abstract

One effort to reduce noise levels is urban planning. However, in big cities this is often not achieved due to population growth and the unavailability of balanced land. So that houses and buildings must be built close together and even close to the railroad tracks. All long-distance trains to the East (West Java, Central Java, East Java and Yogyakarta Special Region), both economy class, business and executive trains departing from Jakarta Kota Station, Pasar Senen Station and Gambir Station will pass through Bekasi Station until with Cirebon Station. From the data on the number of train trips according to the 2015 Train Travel Chart (Gapeka), there are approximately 122 trips each day. Train activities with frequent travel frequencies throughout the day can cause positive and negative externalities. Positive externalities felt by people who live close to trains include savings in transportation costs and ease and speed of access. The negative externalities, namely noise pollution, safety, and the risk of crime in the form of stone throws. Noise is one parameter to measure environmental quality
Penanaman Sikap Sosial dan Emosional Melalui Pembelajaran IPAS Pada Siswa Kelas IV SD Negeri 2 Ambon: Indonesia Arista, Eka; Mahananingtyas, Elsinora; Ritiauw, Leonid
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.34511

Abstract

This study is to describe the process of planting social and emotional attitudes of students in the fourth grade of SD Negeri 2 Ambon. The method used in this study is Quantitative with survey approach. Meanwhile, data collection techniques using questionnaires or questionnaires. The results showed that in general the social and emotional attitudes of students are in the good category. On the aspect of social attitudes, the majority of students showed good cooperation, good manners towards teachers and friends, a sense of responsibility in the group, an open attitude towards differences, and active participation in discussion activities and group projects.
PENANAMAN SIKAP SOSIAL DAN EMOSIONAL MELALUI PEMBELAJARAN IPAS PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Arista, Eka; Mahananingtyas, Elsinora; Ritiauw, Leonid
Jurnal Wawasan Pendidikan Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jwp.v6i1.26719

Abstract

Penanaman sikap sosial dan emosional merupakan bagian penting dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar, khususnya dalam mendukung pembentukan karakter peserta didik. Pembelajaran IPAS tidak hanya menekankan pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga pada pengembangan sikap sosial dan emosional siswa melalui interaksi, kerja kelompok, dan pembiasaan nilai-nilai positif di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penanaman sikap sosial dan emosional peserta didik kelas IV SD Negeri 2 Ambon melalui pembelajaran IPAS. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan penndekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket (kuesioner) sebagai alat bantu untuk memperoleh gambaran sikap sosial dan emosional siswa, serta didukung dengan analisis deskriptif terhadap hasil respon peserta didik. Data dianalisis secara kualitatif dengan menafsirkan kecenderungan sikap yang muncul selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum sikap sosial dan emosional peserta didik berada pada kategori baik. Pada aspek sikap sosial, siswa menunjukkan perilaku sopan santun, kerja sama, tanggung jawab dalam kelompok, sikap terbuka terhadap perbedaan, serta partisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran. Sementara itu, pada aspek sikap emosional, siswa cukup mampu mengenali dan mengelola emosi, menunjukkan motivasi belajar, serta memiliki kepedulian terhadap perasaan teman. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran IPAS dapat menjadi sarana efektif dalam menanamkan sikap sosial dan emosional apabila didukung oleh keteladanan guru, pembiasaan, serta kegiatan pembelajaran yang berpusat pada siswa.