Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gambaran dan Rasionalitas Penggunaan Antibiotik pada Pasien Community Acquired Pneumonia di RSIA Ananda: Studi Retrospektif 2024 Ashari, Irwan
Medical : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol 2 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/medical-jkk.v2i1.333

Abstract

Community Acquired Pneumonia (CAP) remains a major cause of morbidity and mortality, both in children and adults. Empirical antibiotic therapy is the main intervention, but the rationality of its use is often not fully evaluated in primary and secondary care facilities such as RSIA. To determine the pattern and assess the rationality of antibiotic use in pediatric and adult CAP patients at RSIA Ananda. A retrospective descriptive study of medical records of pediatric and adult CAP patients diagnosed with CAP who were treated at RSIA Ananda during January-December 2024. The evaluation of rationality refers to national guidelines from IDAI (Indonesian Pediatrician Association), PAPDI (Indonesian Lung Doctors Association), and drug use indicators from WHO. Of the 134 patients (72 children, 62 adults), all received empirical antibiotic therapy. The antibiotics most commonly given to children were amoxicillin (40.3%) and cefixime (25%), while in adults ceftriaxone (66.1%) and azithromycin (38.7%). A combination of antibiotics was used in 31.8% of cases. The rationality of antibiotic use was assessed as appropriate in 69.4% of children and 74.2% of adults. The most frequent discrepancies found were in the selection of the type and duration of therapy. Although most antibiotic therapy in CAP patients was in accordance with guidelines, there is still room for improvement, especially in the combination, duration, and selection of antibiotics. Fulfillment of the implementation of cross-unit antibiotic management programs is very important.
HUBUNGAN ASI EKSKLUSIF DAN IMUNISASI DASAR DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA UMUR 24-36 BULAN ASHARI, IRWAN
Journal Of Midwifery Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Stunting merupakan masalah kesehatan global yang berdampak jangka panjang pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kesejahteraan ekonomi anak di masa depan. Di Indonesia, meskipun prevalensi stunting menurun, angka kejadian masih relatif tinggi, termasuk di Kota Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan riwayat pemberian ASI eksklusif dan status imunisasi dasar dengan kejadian stunting pada balita usia 24-36 bulan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 59 balita berusia 24-36 bulan yang dipilih secara simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran antropometri untuk menentukan status stunting berdasarkan Z-score tinggi badan terhadap usia. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi 5% untuk menguji hubungan antara variabel. Hasil dan Pembahasan: Sebanyak 54,2% balita menerima ASI eksklusif dan 52,5% memperoleh imunisasi dasar lengkap. Prevalensi stunting sebesar 30,5%. Hasil analisis menunjukkan hubungan signifikan antara riwayat pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting (p = 0,016; OR = 5,014; 95% CI: 1,485–16,929), serta antara status imunisasi dasar dengan kejadian stunting (p = 0,025; OR = 4,507; 95% CI: 1,342–15,135). Kesimpulan: Riwayat pemberian ASI eksklusif dan status imunisasi dasar memiliki hubungan signifikan dengan kejadian stunting pada balita usia 24-36 bulan di Kota Bandung. Upaya peningkatan edukasi dan cakupan kedua faktor ini sangat penting sebagai strategi pencegahan stunting di daerah perkotaan.