Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENYELESAIAN KREDIT BERMASALAH PADA PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK. UNIT POLEWALI KABUPATEN POLEWALI MANDAR Alwi, Muh; Ahmad, Anzar
J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam Vol 5, No 2 (2020): J-Alif, Volume 5, Nomor 2, Nopember 2020
Publisher : Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.256 KB) | DOI: 10.35329/jalif.v5i2.1858

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Penyelesaian Kredit Bermasalah Pada PT. BANK RAKYAT INDONESIA maka yang menjadi Tujuan”Penelitian ini adalah untuk mengetahui”penyebab terjadinya kredit”macet pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Unit Polewali, dan untuk mengetahui bagaimana cara yang dilakukan pihak bank dalam menyelesaikan kredit bermasalah pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. unit Polewali. Jenis penelitian”ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah pihak bank dalam hal ini kepala unit dan mantri bank BRI unit Polewali, nasabah kredit yang bermasalah. Selanjutnya metode pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penyebab kredit bermasalah di bank BRI unit Polewali di karenakan kendala usaha, penyalagunaan kredit, karakter nasabah yang buruk, nasabah sudah tidak ada di tempat, dan perceraian menyebabkan kreditnya menjadi bermasalah. Proses”yang dilakukan PT. Bank BRI Unit Polewali dalam menyelesaikan kredit bermasalah antara lain dengan cara 1) Jika tanggal jatuh tempo pembayaran sudah melewati batas waktu yang diberikan, maka pihak bank akan melakukan proses penagihan. 2) Selama proses penagihan apabila pihak nasabah mengalami kesulitan dalam membayar kredit tetapi memiliki kemauan untuk membayar kreditnya dan mempunyai itikad baik, maka akan dilakukan Restrukturisasi kredit bermasalah. 3) Apabila setelah proses penagihan dan nasabah tidak mempunyai prospek usaha, usahanya sudah tidak ada, dan tidak mempunyai itikad baik, maka pihak bank akan segera mengirimkan surat peringatan. 4) Surat peringatan akan dikirimkan sebanyak 3 kali. Jika surat belum bisa diindahkan oleh pihak debitur, maka proses selanjutnya iyalah melalui. 5) gugatan sederhana yang menuju pada penjualan agunan.
ANALISIS PENERAPAN SISTEM KEUANGAN DESA (SISKEUDES) DALAM MENINGKATKAN AKUNTABILITAS KEUANGAN DESA ROSOAN KABUPATEN ENREKANG Arham, Arham; Alwi, Muh; Budiman, Ahmad Safari
Journal AK-99 Vol. 4 No. 2 (2024): Journal AK-99
Publisher : Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/ak99.v4i2.3402

Abstract

Penerapan Sistem keuangan dalam penelitian ini adalah untuk mengatahui tingkat pemahaman aparat desa terhadap pemanfaatan siskeudes dalam mendukung akuntabilitas keuangan Desa Rosoan Kab. Enrekang.Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan dengan metode kualitatif, menetapkan satu objek sasaran melalui studi kasus yakni mengeksplorasi suatu kasus secara mendalam, mengumpulkan informasi dengan menggunakan berbagai prosedur pengumpulan data berdasarkan waktu yang telah ditentukan. Informan dalam penilitian ini yaitu kepala desa, sekertaris desa, bendahara desa. Metode Wawancara yang dilakukan dalam penelitan lebih berorientasi pada model wawancara tidak terstruktur wawancara tidak terstruktur dapat pula disebut dengan wawancara secara bebas. Perancanngan terhadap Aplikasi SISKEUDES secara umum telah disesuaikan dengan amanah yang dituangkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 113 Tahun 2014 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa, yang kemudian pada Tahun 2018 dirubah dengan Permendagri Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa. Akuntabilitas (Accountability) sesuai dengan pemaknaan yang sering diuraikan dalam beberapa kajian teori tentunya selalu mengisiyaratkan unsur kejelasan fungsi dalam sebuah organisasi. Hasil pengamatan yang dilakukan terhadap beberapa Fitur Utama dalam Pengelolaan Keuangan Desa mulai dari Tahap Perencanaan hingga Pelaporan secara runut. dalam hasil penelitiannya bahwa Kualitas akuntabilitas keuangan setelah penerapan aplikasi SISKEUDES sangat membawa perubahan yang cukup baik bagi pemerintah Desa
Analysis of Local Wisdom "Siri" in Leadership Of The Head of Temmappadaue Village, Marusu District, Maros Regency Solong, Aras; Dwiyanti, Tetty; Alwi, Muh; Ashariana, Ashariana
Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 3 No. 10 (2026): Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/enrichment.v3i10.575

Abstract

This study aims to determine the value of local wisdom leadership "siri" as a motivational tool to improve the implementation of tasks and work of employees at the Temmappaduae Village office. Study This use A qualitative approach with data collection techniques through observation of research objects, direct interviews with informants and documentation, namely tracing evidence in the form of written decisions and regulations, books or magazines. The data analysis techniques used are data collection techniques, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that the leadership value of local wisdom "siri" as a basis in providing encouragement to carry out employee encouragement and work by using indicators alempureng (honesty), amaccang (education), assitinajang ( appropriateness ), agettengeng (firmness) and reso (effort) which must be held and upheld firmly by an employee accompanied by a high commitment in carrying out the tasks and work that are his responsibility. The results of the study found that the leadership value of local wisdom "Siri" if implemented well will produce good and responsible performance. Furthermore, things that are considered to affect the implementation of employee tasks and work that are not optimal can be eliminated if leadership value factors such as warani (brave), masagena (ability) and makaritutu (vigilance) in supporting efforts to improve performance must be held firmly and become a driver for employees in carrying out tasks and work to support maximum employee performance.Leadership