Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERSEPSI ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN SEKS PADA ANAK DI DESA SITIMULYO PIYUNGAN BANTUL Falihah; Ery Fatmawati; Atik Nur Istiqomah
Jurnal Kesehatan Madani Medika (JKMM) Vol 9 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Stikes Madani
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.881 KB) | DOI: 10.36569/jmm.v9i2.17

Abstract

Pendidikan seks merupakan cara pengajaran dan pendidikan dengan menolong atau mengatasi masalah yang bersumber pada dorongan seksual baik di kalangan anak-anak maupun remaja. Di Indonesia pada tahun 2015 terdapat 1.033 kasus perkosaan, 834 kasus pencabulan, 184 kasus pelecehan seksual, 74 kasus kekerasan seksual lain, 46 kasus melarikan anak perempuan dan 12 kasus percobaan perkosaan. Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan tentang pendidikan seks di kalangan masyarakat. Mengetahui dan menafsirkan persepsi orang tua dalam pendidikan seks pada anak. Jenis penelitian berupa kualitatif dengan teknik wawancara, informan sejumlah 5 orang tua Desa Sitimulyo. Hasil penelitian diketahui persepsi orang tua sebagian besar mengatakan pendidikan seks adalah hubungan antara suami istri. Persepsi mengenai pendidikan seks masih membingungkan bagi orang tua, tetapi dalam memberikan pengajaran pendidikan seks sudah sebagian orang tua mulai mendidik sesuai dengan pengajaran yang baik dan sesuai dengan teori. Kesimpulan penelitian terhadap persepsi orang tua dalam pendidikan seks pada anak, telah terdeskripsikan persepsi yang sama pada sebagian besar orang tua dalam menafsirkan pendidikan seks yaitu hubungan antara suami dan istri.
MENEGUHKAN SIKAP TABAYYUN DALAM MENGHADAPI HOAKS DI MEDIA SOSIAL Falihah
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 3 No. 5 (2026): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Mei 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v3i5.1876

Abstract

The rapid advancement of digital technology and the massive use of social media in Indonesia have led to the widespread dissemination of hoaxes. These false information pose significant risks, including social conflict and public unrest. Therefore, this study aims to reinforce the attitude of tabayyun (verification/cross-checking) as an Islamic ethical principle to counter hoaxes on social media. Using a qualitative literature review approach, this research examines the concept of tabayyun derived from Surah Al-Hujurat verse 6 and its relevance in the digital era. The findings indicate that tabayyun serves as a crucial filter in receiving and sharing information. It involves assessing information quality, verifying sources, comparing data, and enhancing digital literacy. The study concludes that cultivating and strengthening tabayyun is essential for every Muslim to avoid being trapped by false news. Proposed solutions include source verification, information comparison, and continuous self-education. By internalizing tabayyun, individuals can act more cautiously and responsibly in the digital public sphere.