This Author published in this journals
All Journal Jurnal Konstruksi
Setya Wijaya, Handika
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemanfaatan Serat Spanduk Bekas Sebagai Bahan Tambahan Pada Campuran Beton Setya Wijaya, Handika; Ningrum, Diana; Damar Pandulu, Galih; De Deus, Jeronimo; Valiant, Raymond
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 1 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-1.2484

Abstract

Spanduk merupakan kain yang dibentangkan dengan berita, slogan atau propaganda yang dikenal dan dipublikasikan secara luas. Namun spanduk tersebut akan diturunkan setelah izin pelaksanaan selesai, sehingga hanya menyisakan tumpukan sampah di tempatnya. Penelitian ini menyelidiki kuat tekan dan kuat tarik belah beton melalui penambahan limbah serat spanduk dalam campuran beton dengan berbagai persentase yaitu 0%, 1%, 3%, dan 5%. Metode yang digunakan berupa eksperimen dalam pendekatan penelitian kuantitatif. Benda uji yang dibuat dalam eksperimen ini berupa silinder beton. Hasil penelitian pada variasi penambahan limbah plastik spanduk dengan bentuk potongan persegi panjang dan variasi persentase 0 persen, 1persen, 3 persen dan 5 persen memberikan nilai kuat tekan rata-rata 0 persen (beton normal) sebesar 18,284 MPa. Penambahan limbah serat plastik spanduk sebesar 1 persen menghasilkan nilai kuat tekan rata-rata sebesar 15,338 MPa. Kuat tekan rata-rata sebesar 13,947 MPa pada penambahan limbah serat plastik spanduk sebesar 3 persen. Dan pada penambahan limbah serat plastik spanduk sebesar 5 persen menghasilkan nilai kuat tekan rata-rata sebesar 5,420 MPa. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa beton dengan penambahan limbah serat plastik spanduk sebesar 0 persen (beton normal) memiliki nilai kuat tekan yang lebih baik dibandingkan beton dengan penambahan limbah serat plastik spanduk sebesar 1 persen, 3 persen dan 5 persen.