Valiant, Raymond
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mitos orang suci dan kuasa atas alam Valiant, Raymond
Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 17, No 2 (2023): Dinamika Ekologi di Indonesia: Sejarah, Budaya dan Permasalahannya
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um020v17i22023p137-151

Abstract

The relationship between nature and humans has given rise to various narratives not only limited to scientific knowledge formation through rationalized instrumentation but also in the form of personal experiences narrated as myths. This article examines the myths associated with the hydrosphere in which humans live, particularly regarding the role of holy men in controlling water as a natural force. The Brantas Watershed in East Java was chosen as the research area, considering that water management and agriculture activities in this river basin date since the 8th century. Specifically, two myths related to holy men's endeavors in the Brantas Watershed are analyzed in this article to show the relationship between power and nature. The research concludes that myths within our hydrosphere are closely related to socio-political changes due to the power struggle over land ownership and water governance. The involvement of holy persons within this frame was an anthropologic response towards a social-political reality that could not be rationally perceived thus making it more viable to approached within a mythological process. Hubungan alam dan manusia memunculkan berbagai narasi yang tidak hanya terbatas pada pembentukan pengetahuan ilmiah melalui suatu instrumentasi rasional, namun juga dalam bentuk pengalaman secara pribadi yang secara kolektif dinarasikan sebagai mitos. Artikel ini menelaah mitos yang berhubungan dengan hidrosfer di mana manusia hidup, khususnya mengenai peran dari orang suci dalam mengendalikan kekuatan alam. Sebagai lokasi penelitian dipilih Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas di Jawa Timur, yang sejak abad VIII telah berkembang dalam sisi pemanfaatan sumber daya air dan lahan untuk kepentingan pertanian. Dua mitos yang berhubungan dengan orang suci di dalam DAS Brantas dianalisis dalam artikel ini untuk menunjukkan relasi kuasa dengan alam. Disimpulkan, mitos yang berkaitan dengan hidrosfer erat kaitannya terhadap perubahan sosial-politik karena adanya pergeseran kekuasaan atas lahan dan air. Pelibatan orang sakti merupakan respon antropologis terhadap realitas sosial-politik yang tidak dapat ditanggapi secara rasional sehingga didekati melalui sebuah proses mitologisasi.
Pemanfaatan Serat Spanduk Bekas Sebagai Bahan Tambahan Pada Campuran Beton Setya Wijaya, Handika; Ningrum, Diana; Damar Pandulu, Galih; De Deus, Jeronimo; Valiant, Raymond
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 1 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-1.2484

Abstract

Spanduk merupakan kain yang dibentangkan dengan berita, slogan atau propaganda yang dikenal dan dipublikasikan secara luas. Namun spanduk tersebut akan diturunkan setelah izin pelaksanaan selesai, sehingga hanya menyisakan tumpukan sampah di tempatnya. Penelitian ini menyelidiki kuat tekan dan kuat tarik belah beton melalui penambahan limbah serat spanduk dalam campuran beton dengan berbagai persentase yaitu 0%, 1%, 3%, dan 5%. Metode yang digunakan berupa eksperimen dalam pendekatan penelitian kuantitatif. Benda uji yang dibuat dalam eksperimen ini berupa silinder beton. Hasil penelitian pada variasi penambahan limbah plastik spanduk dengan bentuk potongan persegi panjang dan variasi persentase 0 persen, 1persen, 3 persen dan 5 persen memberikan nilai kuat tekan rata-rata 0 persen (beton normal) sebesar 18,284 MPa. Penambahan limbah serat plastik spanduk sebesar 1 persen menghasilkan nilai kuat tekan rata-rata sebesar 15,338 MPa. Kuat tekan rata-rata sebesar 13,947 MPa pada penambahan limbah serat plastik spanduk sebesar 3 persen. Dan pada penambahan limbah serat plastik spanduk sebesar 5 persen menghasilkan nilai kuat tekan rata-rata sebesar 5,420 MPa. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa beton dengan penambahan limbah serat plastik spanduk sebesar 0 persen (beton normal) memiliki nilai kuat tekan yang lebih baik dibandingkan beton dengan penambahan limbah serat plastik spanduk sebesar 1 persen, 3 persen dan 5 persen.