Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Relationship Between Knowledge and Sexual Behavior Among Adolescents Arifiana, Nurita Nilasari Bunga Kharisma; Nugrahani, Rosi Rizqi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 2 No. 1 (2022): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap perilaku seksual berisiko akibat kurangnya pengetahuan terkait kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan perilaku seksual pada siswa kelas 10 di SMA B Ponorogo. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Sampel berjumlah 133 siswa yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur yang mencakup pengetahuan (kategori: kurang, cukup, baik) dan perilaku seksual (berisiko atau tidak berisiko). Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji chi-square dengan tingkat signifikansi p < 0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik (72,9%) dan sebagian besar melakukan perilaku seksual tidak berisiko (96,2%). Temuan ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan yang baik cenderung berhubungan dengan perilaku seksual yang lebih aman. Meskipun demikian, sebagian kecil remaja masih menunjukkan perilaku berisiko, yang mengindikasikan adanya faktor lain di luar pengetahuan yang dapat memengaruhi perilaku seksual. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi yang komprehensif, keterlibatan orang tua, serta dukungan tenaga kesehatan untuk memperkuat perilaku seksual yang sehat pada remaja. Kata Kunci : Pengetahuan, Perilaku Seksual, Remaja
Knowledge Representation of First-Trimester Primigravida Regarding Hyperemesis Gravidarum Nugrahani, Rosi Rizqi; Arifiana, Nurita Nilasari Bunga Kharisma
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 2 No. 1 (2022): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kehamilan merupakan proses fisiologis yang berlangsung dari konsepsi hingga persalinan, namun dapat disertai komplikasi seperti hiperemesis gravidarum yang ditandai mual dan muntah berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan ibu hamil primigravida trimester I mengenai hiperemesis gravidarum di Puskesmas Gondang, Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan sampel 20 responden yang dipilih secara accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang menilai karakteristik demografis dan tingkat pengetahuan, yang dikategorikan menjadi baik, cukup, dan kurang. Analisis data menggunakan statistik deskriptif berupa distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berusia 20–30 tahun (85%), berpendidikan SMA (70%), dan berstatus ibu rumah tangga (70%). Tingkat pengetahuan mengenai hiperemesis gravidarum sebagian besar berada pada kategori cukup (45%), diikuti baik (35%), dan kurang (20%). Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar responden memiliki pengetahuan memadai, masih terdapat kelompok dengan pengetahuan terbatas yang membutuhkan edukasi lebih lanjut. Faktor yang memengaruhi pengetahuan meliputi paparan terhadap edukasi kesehatan dari tenaga kesehatan, media massa, dan motivasi pribadi untuk mencari informasi. Kesimpulannya, pendidikan dan konseling mengenai hiperemesis gravidarum sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan ibu hamil dalam mengenali serta mengelola kondisi ini. Kata Kunci: Ibu Hamil, Primigravida, Hiperemesis Gravidarum, Pengetahuan, Trimester I
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA KETUBAN PECAH DINI PADA KEHAMILAN ATERM DI RUMAH SAKIT AURA SYIFA KEDIRI nugrahani, Rosi rizqi
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 3 No 2 (2019): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2019
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.497 KB) | DOI: 10.29407/judika.v3i2.13103

Abstract

Premature rupture of membranes is the rupture of the membranes for one hour before there are signs labour. Benefit of research to determine the risk factors for premature rupture of membranes at term pregnancy is to anticipate the incidence of premature rupture of membranes. The purpose of this study was to determine the risk factors for premature rupture of membranes at term pregnancy. This study uses a prospective cohort design analytic population of 147 people with purposive sampling technique sampling obtained 60 samples. This study was conducted on 18 April to 18 May 2013. This research instruments such as questionnaires. The analysis using relative risk test results opportunities ≤ 20 years of age and> 35 years experience 4 times the risk of premature rupture of membranes than the age of 21 years old - 35 years old, working mother factor 0.8 times the risk of experiencing premature rupture than the mother does not work, parity factor of > 3 times the risk of having two premature rupture than 1-3 parity, history of premature rupture factor 0.6 times the risk of experiencing premature rupture history than that no premature rupture of membranes, twin pregnancy factor has the same risk of experiencing premature rupture . From the analysis it can be seen that the risk factors of age, occupation, parity, and history of premature rupture of membranes are at increased risk of experiencing premature rupture of membranes and pregnancy risk factors twins have the same risk of experiencing premature rupture of membranes. Recommendations from this study is considering the influence of risk factors with the incidence of premature rupture of membranes, then the health professionals to constantly strive to increase the quality of health care in midwifery care, especially antenatal care to detect risk factors that may favour the occurrence of premature rupture of membranes so as to minimize complication which may occur in the mother the baby.