Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH PELATIHAN MEMOTONG KUKU TERHADAP PERILAKU MEMOTONG KUKU ANAK RETARDASI MENTAL DI SLB DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (DIY) ., Titik Endarwati; Mendri, Ni Ketut; Badiah, Atik
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.658 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v3i1.149

Abstract

Menurut data Indonesian Society for Special Needs Education (ISSE) – lembaga yang memfokuskan perhatiannya pada pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus di Indonesia terdapat lebih dari 2,6 juta orang anak berkebutuhan khusus yang berusia sekolah di negara ini. Dari jumlah tersebut, yang mengikuti pendidikan di sekolah-sekolah khusus hanya sekitar 48 ribu orang, atau kurang lebih 1,83% saja. Anak retardasi mental juga perlu mendapatkan penanganan khusus dengan melibatkan orang tua dalam mendampingi selama di rumah antara lain melatih memotong kuku pada anak retardasi mental.Tujuan : Diketahui pengaruh pelatihan memotong kuku terhadap perilaku memotong kuku anak retardasi mental di SLB Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)Metode : Jenis penelitian Quasi eksperiment dengan rancangan“Pre test Post test with Control Group Design“. Rancangan ini ada kelompok pembanding (kontrol), observasi dilakukan dua kali. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan kriteria anak retardasi mental usia sekolah di SLB Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Data hasil pemeriksaan dianalisis secara diskriptif  dan secara analitik dengan bantuan program SPSS for windows versi 16.0 menggunakan uji pair t-test, wilcoxon, mann whitney dengan taraf signifikan 0,05.Hasil :Memotong kuku pada kelompok eksperimen pre test dan post test dengan nilai p (sig) 0,000 < 0,05. Memotong kuku pada kelompok eksperimen. Memotong kuku pada kelompok kontrol pre test dan post test dengan nilai p (sig) 0,002 < 0,05.Kesimpulan :Ada pengaruh pelatihan memotong kuku terhadap perilaku memotong kuku anak retardasi mental di SLB Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan nilai p (sig) < 0,05 berarti Ha diterima dan Ho ditolak.Saran :Buku saku pelatihan memotong kuku dapat digunakan sebagai model pemberdayaan keluarga pada  anak dengan retardasi mental di SLB Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kata Kunci :Pelatihan memotong kuku, Perilaku memotong kuku, anak retardasi mental
PENGARUH STIMULASI CUCI TANGAN TERHADAP PERILAKU MENCUCI TANGAN ANAK AUTIS DI SEKOLAH AUTIS PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (DIY) Badiah, Atik
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.407 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v3i1.150

Abstract

Anak autis merupakan salah satu kelompok dalam kelompok anak dengan berkebutuhan khusus yaitu anak kurang mampu mengorganisasi sesuatu, kurang merencanakan sesuatu, mengalami kesulitan mencari penyelesaian dan kurang fleksibel melaksanakan tugas. Anak autis tidak dapat menunjukkan hubungan kasih sayang dengan orang tua dan teman sebaya. Stimulus sensor anak autis diproses dengan cara berbeda dengan anak normal sehingga mengakibatkan anak autis mengalami kesulitan dalam mengekspresikan kasih sayang dengan cara yang biasa dilakukan oleh anak normal. Anak autis mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan teman sebaya, kesulitan dalam kemandirian beraktifitas sehari-hari termasuk personal hygiene (mencuci tangan).
The Effect Of Using Sign Language - Based Basic Life Support Video Media On The Level Of Knowladge Of BLS In The Deaf In Darul 'Ashom Islamic Boarding School: Pengaruh Penggunaan Media Video Bantuan Hidup Dasar Berbasis Bahasa Isyarat Terhadap Tingkat Pengetahuan BHD Pada Tunarungu Di Pondok Pesantren Darul ‘Ashom Ni'matul Fauziyyah, Hamla; Badiah, Atik; Laasara, Nurun
Caring : Jurnal Keperawatan Vol. 12 No. 2 (2023): September
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/caring.v12i2.2152

Abstract

Assistance for cardiac arrest and respiratory arrest must be carried out immediately without waiting for medical personnel, the way is by  giving Basic Life Support (BLS). Education about BLS is a way to increase knowledge. Deaf people need access as needed to support increased knowledge about BLS. Purpose of reserch is to determine the effect of the use of sign language-based basic life support video media on the level of BLS knowledge of the deaf at the Darul 'Ashom Islamic Boarding School. This research is a quasi experiment using a one group pre test – post test design. This research was conducted in March - April 2023. The population for this research study were students of the Darul 'Ashom Islamic Boarding School aged 15-22 years with a total of 20 students. Data analysis using paired t-test. The average score of BLS knowledge before giving sign-based video media was 54, while the average score of BLS  knowledge after giving sign-based video media was 76. The results showed that there was an effect of using sign language-based basic life support video media on the level of BHD knowledge in deaf at the Darul 'Ashom Islamic Boarding School. (p=0.000). There is an effect of the use of sign language-based basic life support video media on the level of BLS knowledge of the deaf at the Darul 'Ashom Islamic Boarding School.   Pertolongan henti jantung dan henti napas harus segera dilakukan tanpa menunggu tenaga medis yaitu dengan memberikan Bantuan Hidup Dasar (BHD).  Pendidikan tentang BHD merupakan cara untuk meningkatkan pengetahuan. Tunarungu membutuhkan akses ramah tunarungu untuk mendukung peningkatan pengetahuan tentang BHD. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan media video bantuan hidup dasar berbasis bahasa isyarat terhadap tingkat pengetahuan BHD pada tunarungu di Pondok Pesantren Darul ‘Ashom. Metode penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan menggunakan rancangan one group pre test – post test. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret – April 2023. Populasi studi penelitian ini adalah santri Pondok Pesantren Darul ‘Ashom usia 15-22 tahun dengan jumlah 20 santri. Analisis data menggunakan paired t-test. Hasil yang didapatkan adalah rata-rata skor pengetahuan BHD sebelum pemberian media video berbasis isyarat adalah 54, sedangkan rata-rata skor pengetahuan BHD setelah pemberian media video berbasis isyarat adalah 76. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh penggunaan media video bantuan hidup dasar berbasis bahasa isyarat terhadap tingkat pengetahuan BHD pada tunarungu di Pondok Pesantren Darul ‘Ashom. (p=0.000). Terdapat pengaruh penggunaan media video bantuan hidup dasar berbasis bahasa isyarat terhadap tingkat pengetahuan BHD pada tunarungu di Pondok Pesantren Darul ‘Ashom.  
Pengaruh Terapi Bermain (Medical Play) Terhadap Kecemasan Minum Obat Pada Anak Di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Yogyakarta Sabila, Marselia Dwi Rosda; Suminar, Istinengtiyas Tirta; Badiah, Atik
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.642

Abstract

Permasalahan kesehatan anak masih tergolong tinggi, dengan sekitar 25–30% anak di dunia dan 30–35% anak di Indonesia mengalami keluhan kesehatan. Hospitalisasi pada anak sering menimbulkan kecemasan, terutama saat pemberian obat oral, yang dapat ditunjukkan melalui perilaku menangis, menolak, dan takut sehingga berpotensi menghambat kepatuhan pengobatan. Terapi bermain merupakan intervensi nonfarmakologis yang sesuai dengan tahap perkembangan anak, salah satunya medical play yang menggunakan permainan peran dengan alat medis mainan untuk mengenalkan prosedur medis secaramenyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruhterapi bermain (medical play) terhadap kecemasan minum obat pada anak di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest–posttest. Sampel penelitian sebanyak 31 anak yang menjalani pengobatan di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Yogyakarta selama rentang waktu 3 bulan (Februari 2025 – Mei 2025),dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data dikumpulkan melalui data primer melalui observasi terhadap responden. Istrumenpenelitian menggunakan set alat – alat terapi bermain Medical Play dan lembar observasi serta telah teruji validitas dan reabilitasnya. Lembar observasi yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari lembar karakteristik responden dan lembar observasi tingkat kecemasan minum obat pada anak yang diukur menggunakan Faces Image Scale (FIS). Analisis data meliputi analisis univariat untuk mendeskripsikan karakteristik responden dan distribusi kecemasan, serta analisis bivariatuntuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah intervensi. Ujinormalitas menggunakan Shapiro–Wilk, dan karena data tidakberdistribusi normal, digunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebelum diberikan terapi bermain (medical play), sebagian besar anak usia 1–6 tahun mengalamikecemasan minum obat pada kategori berat hingga sangat berat, dengan kecemasan berat sebanyak 48,4% dan sangat berat 29,0%. Setelah diberikan terapi bermain (medical play), terjadi penurunan kecemasanyang signifikan, di mana 45,2% anak tidak mengalami kecemasan dan41,9% berada pada kategori cemas ringan, serta tidak ditemukan kecemasan berat maupun sangat berat. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang menandakan adanya pengaruh signifikan terapi bermain (medical play) terhadap penurunan kecemasan minum obat pada anak. Terapi bermain (medical play) terbukti efektif sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam menurunkan kecemasan dan meningkatkan kooperatif anak selama perawatan. Disarankan agar intervensi terapi bermain (medical play) dapat diintegrasikan secara rutin dalam pelayanan keperawatan anak di rumah sakit sebagai bagian dari pendekatan traumatic care, serta dilakukan penelitian lanjutan dengan desain kontrol dan jumlah sampel yang lebih besar untuk memperkuat evidensi ilmiah.