Air terproduksi (produced water, PW) merupakan limbah utama dari kegiatan industri minyak dan gas bumi yang mengandung berbagai senyawa organik, anorganik, logam berat, minyak dan lemak, serta zat kimia berbahaya. Kompleksitas komposisi PW menjadikannya salah satu limbah cair paling menantang untuk diolah sebelum dibuang atau dimanfaatkan kembali. Oleh karena itu, diperlukan pemilihan dan pengembangan teknologi pengolahan yang tepat untuk menjamin kualitas lingkungan sekaligus mendukung prinsip keberlanjutan. Artikel ini menyajikan tinjauan komprehensif mengenai enam teknologi utama dalam pengolahan PW, yaitu adsorpsi, membran, elektrodialisis, membran bioreaktor, elektrokoagulasi, dan aktivasi elektrokimia. Adsorpsi menawarkan efisiensi tinggi dalam penghilangan kontaminan organik dengan biaya relatif rendah, namun terbatas oleh kapasitas material adsorben. Teknologi membran dan elektrodialisis mampu menghasilkan pemisahan ionik dan non-ionik secara selektif, meskipun tantangan fouling masih menjadi hambatan utama. Membran bioreaktor menggabungkan proses biologis dan pemisahan membran untuk degradasi bahan organik, dengan keunggulan efisiensi tinggi namun membutuhkan biaya operasional signifikan. Elektrokoagulasi telah terbukti efektif dalam menghilangkan minyak, logam, dan partikel tersuspensi dengan konsumsi bahan kimia minimal, sementara aktivasi elektrokimia menjanjikan disinfeksi dan peningkatan kualitas air melalui produksi agen oksidatif in situ. Dari kajian ini, jelas bahwa tidak ada satu teknologi tunggal yang mampu mengatasi seluruh kompleksitas PW. Oleh karena itu, pendekatan hibrid atau integratif yang mengombinasikan beberapa metode dipandang sebagai solusi yang lebih berkelanjutan untuk pengolahan PW secara efektif.