Priscillia Merylin Saluy
Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat, Airmadidi, Sulawesi Utara

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Nutrix Journal

HUBUNGAN ASUPAN ENERGI DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN DAYA TAHAN OTOT PADA ANAK Priscillia Merylin Saluy; Ernando Supatman; I Gede Purnawinadi
NUTRIX Vol 6 No 1 (2022): Volume 6, Issue 1, 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.Vol6.Iss1.388

Abstract

Daya tahan otot merupakan kemampuan daya tahan seseorang untuk melawan kelelahan seperti lari, sit-up dan asupan energi serta aktivitas fisik merupakan indicator meningkatkan daya tahan otot. Sumber energi pada manusia dalam bentuk karbohidrat, lemak dan protein, tanpa asupan energi yang cukup setiap harinya, anak akan mengalami kelelahan mental serta fisik dan aktivitas fisik menyebabkan tubuh kelelahan atau kehabisan tenaga dan olahraga adalah salah satu aktivitas fisik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah ada hubungan antara asupan energi dan aktivitas fisik dengan daya tahan otot pada anak kelas 4 dan 5 di SDN 2 Airmadidi. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan rumus pearson correlation. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Februari 2017. Hasil penelitian menunjukkan asupan energi anak-anak normal yaitu 100,97%, klasifikasi aktivitas anak-anak sedang dan daya tahan otot lari 11.74 kali dan sit-up 21.28 kali. Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan asupan energi dengan daya tahan otot (sit-up)0.039<0.05 dengan kuat hubungan sedang, tidak ada hubungan asupan energi dengan daya tahan otot (lari) 0.890>0.05, tidak ada hubungan aktivitas fisik dengan daya tahan otot (sit-up) 0.084>0.05, dan tidak ada hubungan aktivitas fisik dengan daya tahan otot (lari) 0.107>0.05. Rekomendasi penelitian ini untuk pemenuhan asupan energi dan aktivitas fisik dapat diterapkan pada anak dalam masa pertumbuhan usia 8-12 tahun. Kata kunci : Asupan Energi, Aktivitas Fisik, Daya Tahan Otot.
PENGARUH PEMBERIAN TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN KEMOTERAPI Priscillia Merylin Saluy; Puteri Irtha Ariani Tahir; I Gede Purnawinadi
NUTRIX Vol 5 No 2 (2021): Volume 5, Issue 2, 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.Vol5.Iss2.389

Abstract

Peningkatan kecemasan dapat terjadi pada pasien dalam proses kemoterapi. Teknik relaksasi otot progresif adalah teknik relaksasi otot dalam memusatkan perhatian pada suatu aktivitas otot dengan mengidentifikasi otot yang tegang kemudian menurunkan ketegangan sehingga mendapatkan perasaan relaks dan menurunkan kecemasan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah ada pengaruh dalam pemberian teknik relaksasi otot progresif terhadap tingkat kecemasan pasien setelah menjalani kemoterapi di RSUP Prof. Dr.R.D Kandou Manado. Metode penelitian ini adalah Pre-eksperimental dengan rancangan one group pre–post test. Hasil penelitian ini adalah menunjukkan ada pengaruhpemberian teknik relaksasi otot progresif terhadap tingkat kecemasan pasien kemoterapidengan p value 0.000< 0.05, tidak ada pengaruh pemberian teknik relaksasi otot progresif terhadap tingkat kecemasan pasien kemoterapibila usia diikutsertakan dengan p value 0.676 > 0.05, tidak ada pengaruh pemberian teknik relaksasi otot progresif terhadap tingkat kecemasan pasien kemoterapi bila pendidikan diikutsertakan dengan p value 0.450 > 0.05. Pemberian teknik relaksasi otot dapat dilakukan kepada pasien yang menjalani kemoterapi untuk menurunkan kecemasan pasien. Kata Kunci: Teknik Relaksasi Otot Progresif, Kecemasan, Kemoterapi