Sakinah, Ni'mawati
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efektivitas Kompos Kambing sebagai Media Tanam dengan Pengaplikasian Bakteri Pseudomonas Fluorescens Pada Daya Tahan dan Hasil Tanaman Terung (Solanum Melongena) Ulfiana , Ulfi; Pangestuning, Kanthi; Sakinah, Ni'mawati
Journal of Agricultural Sustainability Vol. 1 No. 2 (2025): JOAS
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/joas.v1i2.719

Abstract

Terung (Solanum melongena L) merupakan salah satu komoditas sayuran buah penting yang memiliki banyak varietas dengan bentuk dan warna khas. Terung memiliki nilai gizi yang tinggi, terutama kandungan vitamin A dan fosfor, sehingga berpotensi menjadi sumber keanekaragaman gizi bagi masyarakat. Selain itu, kandungan seratnya yang tinggi bermanfaat untuk Kesehatan. Produksi terung di Indonesia pada 2021 mencapai 676.339 ton dan meningkat menjadi 704.223 ton pada 2022; namun, produksi tersebut masih belum mampu memenuhi konsumsi rata-rata masyarakat sebesar 2,88 kg/kapita/tahun. Faktor utama yang menghambat produktivitas terung antara lain kesuburan tanah yang rendah, pengelolaan budidaya yang kurang optimal, serta serangan patogen virus mosaik kuning yang dapat menyebabkan kerusakan hingga 70–100. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Dusun Sidomulyo, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi dengan suhu lingkungan di atas 21-31oC. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2025 – April 2025. Jenis tanah latosol dengan ketinggian 15 mdpl. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh bakteri Pseudomonas fluorescens yang diaplikasikan melalui media kompos kambing, yang dikenal mampu meningkatkan kesuburan tanah dan membantu tanaman meningkatkan daya tahan terhadap penyakit. Metode menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan dua faktor perlakuan, yaitu jenis media tanam dan konsentrasi bakteri. Hasil penelitian menunjukkan media kompos kambing memberi pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan tanaman sejak awal, sementara efek bakteri mulai signifikan pada hari ke-81 setelah tanam, terutama meningkatkan jumlah buah dan ketahanan terhadap penyakit. Temuan ini mendukung penggunaan bakteri Pseudomonas fluorescens sebagai teknologi alternatif untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan tanaman terung secara ramah lingkungan.
Efektivitas Metode dan Konsentrasi Nitrosomonas Terhadap Produktivitas Kedelai Edamame pada Media Kohe Sapi Rahmadani, Wahyu; Fathurrahman, Fathurrahman; Sakinah, Ni'mawati
Journal of Agricultural Sustainability Vol. 1 No. 2 (2025): JOAS
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/joas.v1i2.770

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Sidomulyo, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, dengan suhu di atas 27-34oC, pada bulan Desember 2024 – Maret 2025. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pertumbuhan dan produktivitas kedelai edamame dengan menggunakan media tanam kohe sapi dan metode pengaplikasian serta konsentrasi bakteri Nitrosomonas. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan beberapa perlakuan dan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT). Pengamatan perlakuan terbagi menjadi 6 parameter pengamatan yakni tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah buah/polong, panjang buah, dan tingkat kesuburan tanah. Perlakuan konsentrasi dosis bakteri Nitrosomonas menunjukkan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun, khususnya pada fase pertumbuhan aktif (28–56 HST). Perlakuan T3P4 menghasilkan tinggi tanaman dan jumlah daun yang lebih tinggi dibanding perlakuan lainnya menunjukkan bahwa bakteri Nitrosomonas efektif dalam meningkatkan ketersediaan nitrogen yang mendukung fase vegetatif tanaman kedelai. Interaksi perlakuan memberikan pengaruh nyata pada parameter tertentu, seperti jumlah daun pada 28 dan 42 HST serta panjang buah. Perlakuan kombinasi terbaik, T3P4, menghasilkan pertumbuhan vegetatif dan hasil generatif tertinggi, yaitu jumlah polong, berat polong, dan panjang buah.
The role of amino acid and mono potassium phosphate (MKP) fertilizer on the growth of tendrils and flower buds of yellow dragon fruit Sakinah, Ni'mawati; Hadi, Ahmad; Suprandono, Edi; Putra, Guntur Riyan Kusuma; Said, Ahmad Muthi' Nur; Sholehudin, Abdul Wahid
Jurnal Agrotek Ummat Vol 12, No 4 (2025): Jurnal Agrotek Ummat: Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jau.v12i4.34635

Abstract

This study aimed to investigate the effect of amino acid and Mono Potassium Phosphate (MKP) application on shoot growth and flower bud initiation of yellow pitaya (Hylocereus megalanthus), Naning wangi. The experiment was conducted at the P4S Suka Tani experimental field, Banyuwangi, off season, using a factorial randomized block design (RBD) with two treatment factors: amino acid concentrations and MKP application. Amino acids were applied through foliar spraying, while MKP was applied via soil fertilization at seven-day intervals. Observed parameters included the number of shoots and flower buds. The results showed that amino acid treatments, either alone or in interaction with MKP, had no significant effect on shoot number at the early stage (7 DAA), although a positive trend was observed in subsequent observations. MKP application significantly affected shoot growth at 14 DAA, with the concentration of 4 g/L (K3) producing the highest number of shoots. For flower bud initiation, MKP significantly increased bud formation after 21 DAA, particularly at 4 g/L, which showed a higher number of buds compared to other treatments. Meanwhile, amino acid application did not show a significant effect on flower bud formation. Overall, this study demonstrates that MKP fertilizer plays an important role in enhancing vegetative growth and stimulating the generative phase of yellow dragon fruit, whereas amino acid application did not provide a significant contribution under the tested conditions. These findings offer useful insights for developing cultivation techniques to improve yellow dragon fruit productivity.