Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

POLA KEPEMIMPINAN BIROKRASI MELALUI PENDEKATAN SISTEM LEARNING ORGANIZATION Mochtar, Sutarto
Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi Vol 6, No 4 (2009): Jurnal Ilmu Administrasi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31113/jia.v6i4.359

Abstract

The pattern of leadership applied in the government institutions nowadays seems to be unknown and unclear. However, there are still some kinds of approaches that need to be taken into considerations, and still remain vague. One famous book titled ?The Fifth Discipline? written by Senge (1990) needs to be thought of and in whch he proposes 3 (three) different aspects to be used for the coming leadership type. Indeed, this type of leaderdship is originally more or less taken from the transformational approach. This approach is what so called the learning organization leader has been well adopted by many Asian and African countries and proves to be successful in any kinds of organization and business as well. The main idea from this approach is how well a leader can function all members of organization to be involved in any sorts of activities in the organization and how well he as a leader can change the organization from the transformational form into the modern one. In other words, empowering people as well as changing the form of organization are two issues as the main agenda in this writing.
PEMANFAATAN FASILITAS DIGITAL BANKING BAGI KEGIATAN PERBANKAN NASABAH (STUDI KASUS: PT BANK DANAMON INDONESIA TBK) Rahma, Denada; Wirjatmi TL, Endang; Mochtar, Sutarto
Jurnal Media Administrasi Terapan Vol. 5 No. 1 (2024): Vol. 5, No. 1, Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31113/jmat.v5i1.4

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mendorong digitalisasi layanan perbankan sebagai respons terhadap kebutuhan nasabah yang terus meningkat. PT Bank Danamon Indonesia Tbk memanfaatkan fasilitas digital banking untuk meningkatkan efisiensi transaksi, daya saing, dan kualitas layanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan layanan digital banking di Danamon dengan menggunakan metode penelitian tindakan berpendekatan kualitatif melalui analisis SWOT. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan informan kunci, telaah dokumen, serta pengisian kuesioner oleh pegawai internal dan nasabah pengguna layanan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan digital banking memberikan kemudahan akses, efisiensi operasional, dan peningkatan kualitas layanan. Namun, masih ditemukan kelemahan seperti kurang optimalnya promosi, edukasi nasabah, dan pemeliharaan sistem teknologi. Untuk mengatasi kelemahan tersebut, disarankan penguatan layanan internal melalui peningkatan infrastruktur teknologi, promosi yang intensif, pengembangan fitur inovatif, serta kolaborasi lintas lembaga perbankan guna menciptakan ekosistem layanan yang lebih inklusif, kompetitif, dan sesuai dengan kebutuhan pasar digital yang dinamis.
Peranan dan Tantangan Potensi Daerah Tingkat II Dalam Era Globalisasi Mochtar, Sutarto
Jurnal Wacana Kinerja: Kajian Praktis-Akademis Kinerja dan Administrasi Pelayanan Publik Vol 3, No 1 (1998)
Publisher : Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Talenta Aparatur Sipil Negara Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31845/jwk.v3i1.650

Abstract

Seiring dengan arus globalisasi yang makin menguat, pemerintah dituntut untuk lebih memperkuat komitmen dalam kebijaksanaan desentralisasi atau pemberian otonomi kepada daerah. Hal ini dimaksudkan agar pemerintah daerah memiliki kewenangan yang lebih luas untuk menentukan arah kebijaksanaan dalam mengatasi berbagai implikasi atau dampak dari proses globalisasi tersebut. Untuk meningkatkan daya saing serta kesiapan Daerah Tingkat II dalam era globalisasi ini diperlukan berbagai langkah, yaitu: mengembangkan aparatur yang berciri akuntabilitas dan transparansi, perlu membentuk kelembagaan kemitraan di daerah, perencanaan sumber daya manusia aparatur yang matang, meningkatkan kualitas koordinasi di daerah, membangun atau melengkapi sarana dan prasarana pembangunan, serta menderegulasi perijinan yang makin cepat dan ramah.