Widiwanto, Bambang
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN EKTRAK BIJI ANGGUR (VITIS VINIFERA) TERHADAP KADAR SERUM ASAM URAT PADA TIKUS PUTIH JANTAN (RATTUSNORVEGICUS STRAIN WISTAR) MODEL HIPERURISEMIA Sari, Novi Puspita; Isbandiah, dr; Widiwanto, Bambang
Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga Vol 12, No 2 (2016): DESEMBER 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.289 KB) | DOI: 10.22219/sm.v12i2.5272

Abstract

Hiperurisemia adalah salah satu faktor yang menyebabkan angka kejadian infalmasi gout arthtritis akut, dan beberapa penyakit lain. Terjadinya hiperurisemia dapat di hambat dengan senyawa flavonoid seperti katekin dan epikatekin yang dapat menghambat enzim xantin oksidase senyawa tersebut terkandung dalam biji anggur (Vittis vinifera).penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui pengaruh pemberian ekstrak biji anggur (Vitis vinnifera) terhadap serum asam urat dalam darah tikus putih (Rattusnorvegicus strain wistar) yang di induksi diet tinggi purin.. metode yang di gunakan merupakan Eksperimental, Post Test Only Control Group Design dilakukan selama 25 hari dengan menggunakan 28 ekor tikus putih jantan, di bagi dalam 1 kontrol positif dan 3 kelompok control perlakuan. Setiap kelompok di berikan diet tinggi purin 20mg/ekor selama 8hari, kemudian pada kelompok perlakuan yang diberikan ekstrak biji anggur pada kelompok 1,2, dan 3 dengan dosis berturut turut 0,9, 2,7, dan 5,4 mg selama 10 hari. Analisis data menggunakan uji One way ANOVA, post hoc bonferroni, uji korelasi dan uji regresi.hasil menunjukan one wayAnova didapatkan perbedaan yang signifikan p<0.001 Hasil uji post hoc di dapatkan perbedaan yang bermakna antara tiap-tiap kelompok perlakuan, namun uji korelasi dan regresi tidak signifikan.ddaru uji statistic dapat di simpulkan pemberian ekstrak biji anggur berpengaruh, tetapi tidak berhubungan terhadap penurunan kadar serum asam urat pada tikus model hiperurisemiaKata kunci: Asam Urat, Ekstrak Biji Anggur , Epikatekin, Katekin.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN TENTANG ANEMIA PADA IBU HAMIL TRIMESTER II DAN III DENGAN RESIKO TERJADINYA ANEMIA DALAM KEHAMILAN DI PUSKESMAS SUKORAME KEDIRI Rachmaniar, Rabitha; Nelasari, Halida; Widiwanto, Bambang
Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga Vol 9, No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.v9i2.4137

Abstract

Hubungan Antara Pengetahuan Tentang Anemia Pada Ibu Hamil Trimester II dan III dengan Resiko Terjadinya Anemia dalam Kehamilan di Puskesmas Sukorame Kediri. Latar Belakang: Tingkat pengetahuan ibu hamil yang rendah menimbulkan resiko anemia dalam kehamilan. Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan tentang anemia pada ibu hamil dengan resiko terjadinya anemia dalam Metode: Observasional analitik dengan pendekatan CrossSectional. Hasil dan Diskusi: Hasil uji Chi – Square yang menunjukkan nilai X2 = 7,108 dengan nilai signifikansi (p=0,029)<0,05. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan ibu hamil tentang anemia pada ibu hamil trimester II dan III dengan resiko terjadinya anemia dalam kehamilan di Puskesmas Sukorame Kediri.
PERBEDAAN PANJANG TUNGKAI (LEG LENGTH DISCREPANCY) DALAM ORTHOPAEDI Widiwanto, Bambang
Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga Vol 10, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.v10i1.4143

Abstract

Masalah leg length discrepancy dalam orthopaedi bukan hanya permasalahan kosmetik, tetapi juga permasalahan fungsional. Ada empat jenis terapi yang memungkinkan untuk menyeimbangkan panjang tungkai : (1) sepatu tambahan atau konversi dengan prostetik (2) epiphysiodesis pada sisi tungkai yang panjang (3) pemendekan pada sisi tungkai yang panjang (4) pemanjangan pada sisi tungkai yang pendek. Kombinasi antara pemanjangan pada ipsilateral dan epiphysiodesis pada kontralateral dapat digunakan pada ketidaksamaan yang bermakna untuk mengurangi jumlah pemanjangan yang dibutuhkan. (Champbell,2007) Semua tipe alat dan teknik pemanjangan tungkai memiliki komplikasi. (1) Pin Track Infection (2) berhubungan dengan otot, terjadi Flexion contracture (3) Subluksasi/ dislokasi sendi (4) infeksi, pseudoarthrosis, plate patah dan malunion. (Stanitski ,1999) Keywords : Leg length discrepancy, terapi, komplikasi.
Factors to Predict Occupational Knee Pain Among Healthcare Workers: Cross-Sectional Study Illahika, Anung Putri; Widiwanto, Bambang; Subagio, Yoyok; Darmawan, Khansa Dary; Kusumaningadi, Sekar Arum; Mandiricha, Tara; Nusantara, Agung Cendekia Putra
The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health Vol. 15 No. 1 (2026): The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijosh.v15i1.2026.28-35

Abstract

Introduction: Knee pain is a common musculoskeletal problem among healthcare workers, often linked to degenerative changes and biomechanical stressors related to occupational demands. The predictive value of age and body composition is generally unclear, although they are considered confounding factors. Identifying specific indicators is important for implementing workplace health interventions. Methods: The present study was a cross-sectional survey of 121 hospital-based healthcare workers in Indonesia. Body composition (fat mass and body mass index) was analyzed using a Tanita BC-418 bioelectrical impedance analysis (BIA) system. Knee pain was determined from the Western University and McMaster University Osteoarthritis Index (WOMAC) questionnaires. Controlling for age, multiple regression analysis was employed to examine the independent effects of fat mass and BMI with knee pain severity. Results: The regression model was significant (F(3.117) = 3.12, p = 0.029, R2 = 0.074) accounting for 7.4% of the variation in WOMAC sub-scores on average amongst participants in the sample. Fat mass was an independent predictor of knee pain severity (B = 0.28, p = 0.017), while age (B = 0.12, p = 0.18) and BMI (B = 0.09, p = 0.29) were not significantly associated. The VIFs for all variables were less than 1.6 with no linear correlation apparent. Conclusion: These results indicate that fat mass percentage is associated with the degree of knee pain in healthcare workers to a greater extent than BMI or age. These findings suggest that it may help support early knee pain prevention strategies by integrating body composition assessment into occupational health programs.