Sri Puspitawati, Ni Putu
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

GAGASAN PELESTARIAN LINGKUNGAN DALAM ANTOLOGI MERAYAKAN POHON DI KEBUN PUISI KARYA NYOMAN WIRATA: ANALISIS SEMIOTIK Nugroho, Hery; Sri Puspitawati, Ni Putu
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 21 No 2 (2023): SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v21i2.649

Abstract

Judul tulisan ini adalah Gagasan Pelestarian Lingkungan Hidup dalam Antologi Merayakan Pohon di Kebun Puisi Karya Nyoman Wirata. Nyoman Wirata adalah seorang penyair yang peduli terhadap kelestarian lingkungan. Tulisan ini berasal dari pokok permasalahan yaitu, bagaimana struktur yang puisi dalam antologi Merayakan Pohon di Kebun Puisi karya Nyoman Wirata bagaimanaekspresi gagasan pelestarian lingkungan dalam antologi Merayakan Pohon di Kebun Puisi karya Nyoman Wirata. Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui struktur yang membangun puisi-puisi dalam antologi Merayakan Pohon di Kebun Puisi karya Nyoman Wirata; (2) untuk mengetahui gagasan pelestarian lingkungan dalam antologi Merayakan Pohon di Kebun Puisi karya Nyoman Wirata. Dari lima puluh tujuh puisi dalam antologi ini, dipilih satu puisi yang bertema kerusakan lingkungan, dengan kata menggunakan kata “pohon”. Puisi-puisi tersebut, yaitu “Pohon Berhentilah Meratap” Tulisan ini menggunakan metode studi pustaka dan deskriptif analitik. Metode deskriptif analitik yakni dengan cara mendeskripsikan fakta-fakta yang kemudian dianalisis. Teori yang digunakan yakni teori strukturalisme dan semiotik yang menitikberatkan pada kajian tanda-tanda yang digunakan dalam karya sastra. Tanda-tanda ini diinterpretasikan, untuk memahami gagasan pelestarian lingkungan hidup dalam antologi Merayakan Pohon di Kebun Puisi karya Nyoman Wirata. Dalam puisi Nyoman Wirata berjudul “Pohon Berhentilah Meratap” menyimpan gagasan yang berkaitan dengan kerusakan dan upaya melestarian lingkungan. Gagasan terhadap pelestarian lingkungan tersebut ia kemas dengan menggunakan majas yang menggambarkan seolah-olah lingkungan dalam keadaan sedih, dan diharapkan setiap pembaca mampu memahami bagaimana keadaan lingkungan saat ini.