Sandy, Putu Wahyu Sri Juniantari
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TERAPI PASCHIMOTTANASANA DAN ADHO MUKHA PADMASANA TERHADAP INTENSITASNYERI PADA REMAJA PUTRI YANG MENGALAMI DISMENORE PRIMER Sandy, Putu Wahyu Sri Juniantari; Sujana, I Wayan; Pratama, Aditha Angga
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 10 No 3 (2020): Juli 2020
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.928 KB)

Abstract

Remaja dengan usai menarch selalu mengeluh akibat nyeri yang dirasakan saat haid. Hal ini membuatnya tidak nyaman, sakit bahkan tidak berkonsentrasi dalam pelajaran di kelas. Banyak ketidakhadiran remaja putri disekolah akibat tidak bisa menahan nyeri saat menstruasi. Sehingga perlu adanya terapi komplementer dengan menerapkan yoga Paschimottanasana dan Adho Mukha Padmasana. Tujuan penelitian ini adalah menilai perbedaan intensitas nyeri pada remaja putri yang diberikan terapi paschimonttanasana dan adho muka padmasana dengan yang hanya diberikan informasi pengetahuan dan terapi konvensional. Metode penelitian dengan kuantitatif mengambil rancangan quasi eksperimen dengan pretest-posttest control group design. Populasi adalah seluruh remaja putri di SMA Negeri 3 Singaraja dengan sampel minimal kelompok perlakuan dan kontrol sebanyak 188 responden. Pengambilan sampel dengan teknik stratified random sampling pada kelas kelas 10-12. Pemberian yoga diberikan pada kelompok perlakuan kemudian dinilai pre dan post test menggunakan kuesioner Verbal Descriptor Scale/ VDS yang sudah valid dan reliable Analisis menggunakan analisis univariat dan bivariate dengan uji statistic paired t-test serta independen t-test. Hasil uji statistic menggunakan paired t-test terdapat perbedaan intensitas nyeri antara sebelum dan sesudah dari kelompok perlakuan (nilai p 0,001) sedangkan pada kelompok control tidak ada perbedaan. Dilihat dari pengaruhnya menggunakan uji independen t-test ditemukan bahwa yoga paschimottanasana dan adho mukha padmasana berpengaruh terhadap penurunan intensitas nyeri saat menstruasi 1.22 (0.517-1.911) dengan nilai p <0,05 daripada kelompok yang tidak hanya diberikan pengetahuan serta terapi yang konvensional. Simpulannya bahwa terdapat perbedaan dan pengaruh penurunan intensitas nyeri dari pemberian yoga paschimottanasana dan adho mukha padmasana.
The Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Informasi Kesehatan Reproduksi Remaja Sandy, Putu Wahyu Sri Juniantari; Pratama, Aditha Angga; Sari, Cindy Meilinda
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 3 (2025): Juni 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i3.6593

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja merupakan isu krusial dalam pengembangan sumber daya manusia, khususnya di daerah pedesaan seperti Kabupaten Buleleng. Kurangnya informasi yang akurat, komunikasi yang terbatas antara orang tua dan remaja, serta pengaruh kuat dari teman sebaya dan media digital turut berkontribusi terhadap kerentanan remaja terhadap miskonsepsi mengenai kesehatan reproduksi.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kebutuhan informasi kesehatan reproduksi pada remaja, termasuk akses terhadap media digital, komunikasi dengan orang tua, pengaruh teman sebaya, dan pendidikan berbasis sekolah. Desain penelitian yang digunakan adalah survei kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional), dengan sampel sebanyak 400 siswa SMA yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup berskala likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, serta disebarkan langsung kepada responden melalui sekolah-sekolah yang dipilih. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi pearson. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif yang kuat antara akses media digital dan kebutuhan informasi kesehatan reproduksi (r = 0,68; p < 0,001), diikuti oleh pengaruh teman sebaya (r = 0,52; p < 0,001), dan komunikasi orang tua (r = 0,44; p = 0,001). Semua variabel memiliki hubungan yang signifikan dengan kebutuhan informasi kesehatan reproduksi.Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan model intervensi berbasis sekolah dan keluarga untuk meningkatkan literasi kesehatan reproduksi remaja di wilayah pedesaan Indonesia.