Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Footprint Test Terhadap Q Angle pada Remaja Usia 12-15 Tahun di SMP Muhammadiyah 2 Gamping Yogyakarta Anniza, Meiza; MAYANGSARI, RINA
Jurnal VARIDIKA Volume 32, No.2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3577.017 KB) | DOI: 10.23917/varidika.v32i2.12147

Abstract

Footprint test is an examination used to determine the level of the Medial Longitudinal Arch (MLA) by observing the medial border of the foot. This measurement is performed to identify deformities in the foot, such as flatfoot. This condition can become a problem if the shape of the feet does not change towards normal with age. Since the foot is the most distal region, a change in this region will be followed by a change in a more proximal region. Q angle is an important factor in assessing knee function. This research was conducted to determine the relationship between the footprint test and q angle in adolescents aged 12-15 years at SMP Muhammadiyah 2 Gamping Yogyakarta. This type of research is an analytic survey using a cross sectional approach. The population in this study were students of SMP Muhammadiyah 2 Gamping who had met the inclusion criteria. The sampling technique in this study was purposive sampling with a total sample of 51 students. From the results of the bivariate analysis with the chi square correlation test, the value of p = 0.022 (p 0.05) was obtained. This shows that Ho was rejected and Ha was accepted. Based on the objectives and research results, it can be concluded that there is a relationship between Footprint Test and Q Angle in adolescents aged 12-15 years at SMP Muhammadiyah 2 Gamping Yogyakarta. Keywords: footprint test, flatfoot, Q angle, MLA.
Identifikasi masalah ergonomi pada industri Dodol Betawi Hernawati Anniza, Meiza; Defanera, Raihasih Imtinaniyah; Gumelar, Elar
Journal Physical Therapy UNISA Vol. 3 No. 2 (2023): November
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jitu.3308

Abstract

Keluhan yang sering dialami banyak orang baik remaja, dewasa maupun usia lanjut tidak hanya luput dari kesehatan saja tetapi juga mengalami keluhan pada muskuloskeletal. Aktifitas fisik yang dilakukan terus-menerus dapat menyebabkan cedera. Umumnya cedera tersebut dilakukan akibat pergerakan berulang sehingga menyebabkan terjadinya penekanan pada jaringan. Terutama pada pembuat dodol betawi yang melakukan gerakan secara berulang-ulang. Pekerja menyatakan bahwa pada saat pembuatan dodol terjadi gerakan tidak alamiah selama aktivitas berkepanjangan, serta stasiun kerja yang kurang mendukung terhadap berlangsungnya proses bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah ergonomi pada rumah industri dodol betawi di Cinangka Depok. Hasil penelitian ini diharapkan sebagai sarana identifikasi masalah ergonomi yang tepat pada industri ini serta mengetahui pencegahan yang tepat khususnya di bidang industry. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif, yang mempunyai karakteristik alami (natural setting) sebagai sumber data langsung, deskriptif, proses lebih dipentingkan dari pada hasil, analisis dalam penelitian kualitatif cenderung dilakukan secara analisa induktif serta makna merupakan hal yang esensial. Hasil dari analisis komponensial, melalui analisis tema peneliti menemukan tema- tema budaya. Berdasar pada temuan tersebut, selanjutnya peneliti menuliskan laporan penelitian kualitatif.
Peran Fisioterapi terhadap Pencegahan Stunting melalui Stimulasi Motorik di Wilayah Puskesmas Cinangka Depok Anniza, Meiza; Rakhman, Amalia; Muhida, Vega; Sipayung, Ade Putri Malahayati
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i2.18806

Abstract

Background: Stunting memiliki dampak tidak optimalnya kemampuan kognitif dan motorik anak. Apabila tidak segera ditangani, kondisi ini dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap kehidupannya. Kemampuan kognitif merujuk pada kapasitas untuk berpikir secara kompleks dan melakukan penalaran dalam proses pemecahan masalah. Hal ini diperlukan pendekatan Fisioterapi dalam memberikan promotif dan preventif dalam pencegahan stunting melalui stimulasi motorik. Pemberian stimulasi pada balita berperan penting dalam merangsang perkembangan otak, yang pada akhirnya mendukung optimalisasi kemampuan motorik kasar dan halus, perkembangan bahasa dan bicara, serta aspek sosialisasi dan kemandirian anak. Metode: Metode kegiatan meliputi penyuluhan, pelatihan praktik stimulasi motorik, sesi edukasi kelompok, serta pendampingan individual. Hasil: Adanya peningkatan pengetahuan peserta tentang pentingnya stimulasi motorik serta keterampilan dasar dalam menerapkannya di rumah. Selain itu, tercipta kolaborasi yang lebih baik antara fisioterapis dan tenaga kesehatan setempat dalam mendukung tumbuh kembang anak. Kesimpulan: Peran fisioterapi memiliki kontribusi yang signifikan dalam upaya promotif dan preventif terhadap stunting di tingkat komunitas. Diharapkan program ini dapat menjadi model intervensi berkelanjutan yang terintegrasi dengan pelayanan kesehatan dasar.
Hubungan Physical Activity Terhadap Perubahan Physical And Mental Fatigue Pada Relawan COVID-19 Di Yogyakarta Salehah, Riska Febrianto; Anniza, Meiza; Putro, Parmono Dwi
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol.3,No.2 Juli 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v3i2.5029

Abstract

Latar Belakang: Ketidakpastian umum, ancaman kesehatan individu, serta tindakan karantina dapat memperburuk kondisi yang sudah ada sebelumnya seperti depresi, kecemasan, dan gangguan stress pasca trauma. Aktivitas fisik (Physical Activity) diketahui memberikan banyak manfaat dalam hal kesehatan, termasuk dalam menghadapi pandemic COVID-19, maka dari itu perlu bagi kita untuk mengetahui aktivitas fisik yang aman dilakukan pada masa pandemic COVID-19.Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan hubungan physical activity terhadap perubahan physical and mental fatigue pada relawan COVID-19 di Yogyakarta.Metode: penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif desain observasional. Responden berjumlah 30 Relawan dari Satuan Tugas Penanggulangan Penyebaran COVID-19 di Yogyakarta. Menggunakan teknik proportional random sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner dari NASA-TLX untuk pengukuran kelelahan fisik dan mental dan kuesioner GPAQ untuk mengetahui tingkat aktivitas fisik relawan COVID-19.Hasil: Hasil observasi menggunakan kuesioner menggunakan uji Rank Spearman didapatkan hasil nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,361 > 0 dan P sebesar 0,001 ≤ 0,05 yang berarti terdapat hubungan antara kelelahan fisik dan mental pada relawan COVID-19.Kesimpulan: Adanya hubungan physical activity terhadap perubahan physical and mental fatigue pada relawan COVID-19 di Yogyakarta.