Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH SENAM PERSADIA SERI 1 TERHADAP PENGELUARAN ENERGI DAN HEART RATE SELAMA LATIHAN Zalillah, Shery Iris
Journal of Sport Science and Education Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Olahraga, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jossae.v4n1.p44-46

Abstract

This study aims to explain the series 1 persadia gymnastics which can influence the total expiratory energy and pulse associated with exercises to oppose it. It is understood that DM is accessed from energy and pulse pulses during Persadian exercise. Methods: using a study design group pretest and postest control groove design with as many as 24 subjects and given series 1 gymnastics as preparation and series 6 diabetes exercise as a control once for 30-35 minutes. Results: Indonesian diabetes exercise can produce an average energy of 83.77 kcal and deny the pulse which reaches an average of 64.3489, Series 1 Persadia Gymnastics can produce an average energy of 520.33333 kcal and deny the pulse that gets an average an average of 81.1689, and there was a significant increase because (p = 0,000) Conclusion: energy expenditure and pulse during conducting series 1 persadian exercise were in accordance with contributions made by the American Diabetes Association..
Pengaruh Senam Persadia Seri 1 Terhadap Pengeluaran Energi Dan Heart Rate Selama Latihan Zalillah, Shery Iris
Journal of Sport Science and Education Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Olahraga, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jossae.v4n1.p44-46

Abstract

This study aims to explain the series 1 persadia gymnastics which can influence the total expiratory energy and pulse associated with exercises to oppose it. It is understood that DM is accessed from energy and pulse pulses during Persadian exercise. Methods: using a study design group pretest and postest control groove design with as many as 24 subjects and given series 1 gymnastics as preparation and series 6 diabetes exercise as a control once for 30-35 minutes. Results: Indonesian diabetes exercise can produce an average energy of 83.77 kcal and deny the pulse which reaches an average of 64.3489, Series 1 Persadia Gymnastics can produce an average energy of 520.33333 kcal and deny the pulse that gets an average an average of 81.1689, and there was a significant increase because (p = 0,000) Conclusion: energy expenditure and pulse during conducting series 1 persadian exercise were in accordance with contributions made by the American Diabetes Association..
SOSIALISASI AKTIFITAS OLAHRAGA SENAM DALAM MENJAGA KEBUGARAN JASMANI WARGA DESA Jayadi, Ika; Zalillah, Shery Iris
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 1 No. 2 (2023): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v1i2.27860

Abstract

Abstrak Latihan aerobik adalah latihan yang menuntut oksigen tanpa menimbulkan hutang oksigen yang tidak terbayar. Latihan ini disebut juga sebagai general endurance, sehingga dapat dikemukakan pengertian senam aerobik, yaitu serangkaian gerak yang dipilih secara sengaja dengan cara mengikuti irama musik yang juga dipilih sehingga melahirkan ketentuan ritmis, kontinuitas, dan durasi tertentu. Aerobik adalah olahraga yang dilakukan secara terus-menerus dimana kebutuhan oksigen masih dapat dipenuhi dengan kecepatan dalam menempuh waktu. Dua ciri dari latihan aerobik adalah 1) olahraga tersebut cukup mengakibatkan tubuh berfungsi untuk jangka waktu sedikitnya 20 sampai 30 menit setiap olahraga, 2) Olahraga tersebut akan memberikan kegiatan yang cukup menarik hingga ingin mengulanginya kembali gerakan yang sudah dilakukan tadi. Olahraga aerobik (dengan oksigen) melibatkan kelompok-kelompok otot besar dan dilakukan dengan intensitas yang cukup rendah serta dalam waktu yang cukup lama, sehingga sumber-sumber bahan bakar dapat diubah menjadi ATP dengan menggunakan siklus asam sitrat sebagai jalur metabolisme predominan. Olahraga aerobik (dengan oksigen) melibatkan kelompok-kelompok otot besar dan dilakukan dengan intensitas yang cukup rendah serta dalam waktu yang cukup lama, sehingga sumber-sumber bahan bakar dapat diubah menjadi ATP dengan menggunakan siklus asam sitrat sebagai jalur metabolisme predominan. Di dalam senam aerobik ada yang namanya intensitas, dan cara menentukan intensitas senam aerobik. Untuk menentukan intensitas senam aerobik pada dasarnya sama dengan menentukan intensitas latihan pada olahraga lain. Intensitas latihan ditandai dengan tercapainya tingkat denyut nadi yang diharapkan meningkat. Secara umum, Intensitas latihan yang ditentukan tercapainya  denyut nadi sekitar 60-80% dari denyut nadi maksimal.
Peningkatan Pemahaman Guru PJOK Melalui Tes Dan Pengukuran Olahraga Wibowo, Sapto; Jayadi, Ika; Zalillah, Shery Iris
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 2 No. 2 (2024): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v2i2.27954

Abstract

Kegiatan pembelajaran PJOK pada dasarnya banyak melibatkan bagianbagian tubuh untuk bergerak seperti tubuh bagian atas, tubuh bagian tengah, dan tubuh bagian bawah. Pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung masih banyak ditemui para siswa yang mengalami cedera, terjadinya cedera bisa disebabkan oleh faktor internal (dari dalam diri pelaku) dan faktor eksternal (dari luar diri perilaku). Secara internal, selain kurangnya pemanasan cedera juga bisa disebabkan oleh kelelahan fisik, kelainan fungsi tubuh, kurangnya konsentrasi dan ketidak disiplinan.Sedangkan secara eksternal, cedera bisa dipicu oleh sarana dan prasarana yang kurang memadai dan kegiatan pembelajaran yang terlalu keras. Kedua faktor tersebut perlu mendapat perhatian bagi para guru dansiswa agar bias mengantisipasi danmeminimalisir terjadinya cedera. Agar dapat mengantisipasi dan meminimalisir terjadinya cedera, maka guru dan siswa harus menyiapkan diri untuk melaksanakankegiatan pembelajaran dengan cara pemanasan yang cukup, memiliki sikap kedisiplinan yang tinggi, dan harus mengatahui kondisi tubuh. Apabila guru dan siswa tidak begitu memperhatikan tahapan-tahapan yang harus dilaksanakan dalam pembalajaran penjas maka saat pembelajaran kemungkinan terjadinya cedera bisa menjadi sangat tinggi. Jadi sudah selayaknya bahwa pelaksanaan Pelatih Pemahaman Nutrisi, Psikologi dan Pencegahan Cedera Atlet bagi Pelatih dan Guru. Solusi yang di berikan Memberikan pelatihan/coaching clinic Pelatih Pemahaman Nutrisi, Psikologi dan Pencegahan Cedera Atlet bagi Pelatih dan Guru. Melihat permasalahan yang terjadi, target yang di tawarkan kepada para tenaga pegajar ataupun pelatih adalah : Memliki guru yang berkompeten dalam memberikan pembelajaran PJOK, dan pelatih di harapkan mampu memahami situasi dan kondisi atlet maupun siswa dalam hal psikologi, dan mampu memberikan pertolongan pertama pada saat terjadinya cedera olahraga, dan mampu memberikan gambaran nutrisi terhadap siswanya maupun atletnya. Berdasarkan hasil Tes Kebugaran Multistage Beep Test dapat diketahui hasil tes kebugaran jasmani. Dengan hasil tes kebugaran jasmani ibu guru smpn untuk usia 31-40 tahun hasilnya rendah. Average 7 orang 23,3%, Above Average 4 orang 13,3%, Below Average 6 orang 20%, Poor 13 orang 43,6%.