Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Analisis Implementasi Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual Pada Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Dollah, Kasman; Saerang, David P E; Manossoh, Hendrik
JURNAL RISET AKUNTANSI DAN AUDITING "GOODWILL" Vol 8, No 1 (2017): Goodwill Vol. 8 No. 1 Juni 2017
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jjs.v8i1.15663

Abstract

Abstract. The issuance of Government Regulation (PP) No.71 in 2010 about Government Accounting Standards and Regulation of the Minister of Home Affairs (Permendagri) No.64 in 2013 regarding application of accrual basis government accounting standards in local government, requires that each local government to be able to implement the slowest starting from fiscal year 2015. This study is aimed to analyze the obstacles faced and the efforts to overcome the obstacles encountered in the implementation of the Government Accounting Standards (SAP) Accrual Basis in the Government Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. The method used in this study is a qualitative research method with case study approach. Data collection techniques were observation, indepth interviews, and documentation. Data was analyzed by data reduction, data presentation and drawing conclusions. Method of triangulation was employed to check data validity. This study found that there are 4 (four) factors as the obstacles in the implementation of accrual basis SAP in resources, dispositions/ attitudes, fixed asset accounting and accounting obligations. Based on the existing constraints, Kabupatan Bolaang Mongondow Utara government has made efforts to overcome them. However, the efforts still have not overcome the obstacles faced primarily related to fixed asset accounting. Key Words: Accrual Basis, Constraints, Effort Abstrak. Diterbitkannya Peraturan Pemerintah (PP) No.71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No.64 Tahun 2013 tentang penerapan SAP berbasis akrual pada pemerintah daerah, mewajibkan setiap pemerintah daerah untuk dapat melaksanakannya paling lambat mulai tahun anggaran 2015. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kendala yang dihadapi dan upaya untuk mengatasi kendala yang dihadapi dalam implementasi SAP Berbasis Akrual pada pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik memeriksa validitas data menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 (empat) faktor yang menjadi kendala dalam implementasi SAP Berbasis Akrual yaitu sumber daya, disposisi/sikap, akuntansi aset tetap dan akuntansi kewajiban. Dari kendala yang ada, pemerintah Kabupatan Bolaang Mongondow Utara telah melakukan upaya-upaya untuk mengatasinya. Tetapi upaya yang dilakukan masih belum bisa mengatasi kendala yang dihadapi terutama yang berkaitan dengan akuntansi aset tetap.Kata Kunci : Basis Akrual, Kendala, Upaya
Pengaruh Pengetahuan Tentang Anggaran, Partisipasi Masyarakat, Transparansi Kebijakan Publik, Dan Akuntabilitas Publik Terhadap Pengawasan Keuangan Daerah Pada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah di Wilayah Sulawesi Utara Lambajang, Amelia A; Saerang, David P E; Morasa, Jenny
JURNAL RISET AKUNTANSI DAN AUDITING "GOODWILL" Vol 9, No 1 (2018): Goodwill Vol. 9 No. 1 Januari-Juni 2018
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jjs.v9i1.19630

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh pengetahuan tentang anggaran, partisipasi masyarakat, transparansi kebijakan publik, dan akuntabilitas publik terhadap pengawasan keuangan daerah. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan penelitian survey. Data yang diperoleh melalui teknik survey melalui penyebaran kuisioner kepada responden penelitian. Sampel ditentukan melalui metode purposive sampling. Para responden adalah seluruh anggota DPRD Kota Manado dan anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara. Metode analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pengetahuan tentang anggaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengawasan keuangan daerah; (2) partisipasi masyarakat berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengawasan keuangan daerah; (3) transparansi kebijakan publik tidak berpengaruh signifikan terhadap pengawasan keuangan daerah; (4) akuntabilitas publik berpengaruh dan signifikan terhadap pengawasan keuangan daerah; (5) variabel pengetahuan tentang anggaran, partisipasi masyarakat, transparansi kebijakan publik, dan akuntabilitas publik berpengaruh secara silmutan terhadap pengawasan keuangan daerah.Kata Kunci: Pengetahuan Tentang Anggaran, Partisipasi Masyarakat, Transparansi Kebijakan Publik, Akuntabilitas Publik, Pengawasan Keuangan Daerah
Analisis Pelaksanaan Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan BPK RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah di Kabupaten Kepulauan Talaud Essing, Sisilia Amelia; Saerang, David P E; Lambey, Linda
JURNAL RISET AKUNTANSI DAN AUDITING "GOODWILL" Vol 8, No 1 (2017): Goodwill Vol. 8 No. 1 Juni 2017
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jjs.v8i1.15331

Abstract

Abstract. Follow up audit results by State Audit Agency or Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) are intended to fulfill its obligations as recommended in Audit Report. The completion of follow up audit results has been slightly increased. The percentage is higher than average. However, it is still below the minimal standard determined by BPK. Time completion is ineffectively conducted. This study is a qualitative research and a case study.This research was conducted in Local Government of Talaud Islands Regency. Data consists of primary and secondar data. Primary data were collected with in-depth interviews. On the other hard, secondary data were employed by document analysis. Interviews were transcribed into data transcriptions, analysed, coded, and categorized into themes. Content analysis was used to analyse the data. Resuls indicate that the quality of human resources in this team faces obstacles : (1) The lack of understanding in responding or following up the audit recommendations; (2) The insufficient number of staff involving in executing the follow up audit results; and (3) The follow up process is not fully being implemented. The process must be in accordance to Standard Operating Procedure (SOP) of follow up audit results by BPK. Moreover, this SOP is not yet publicized among the team. Keywords : Follow-up audit results, Human Resources, and Standard Operating Procedure. Abstrak. Tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan adalah tindak lanjut yang dilakukan oleh pemerintah daerah untuk memenuhi kewajiban seperti yang dituangkan dalam rekomendasi Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan. Penyelesaian tindak lanjut mengalami peningkatan walaupun sangat kecil. Persentasi saat ini berada diatas rata-rata, namun belum mencapai standar minimal dari Badan Pemeriksa Keuangan. Waktu penyelesaian tindak lanjut tidak efektif dilaksanakan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Lokasi penelitian di Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Talaud. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara mendalam terhadap responden individual. Data sekunder diperoleh dari studi dokumentasi. Hasil wawancara di-transcribe menjadi transkrip data, kemudian dianalisis, diberi kode, dan dikategorikan ke dalam tema. Analisis data menggunakan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas Sumber Daya Manusia dari tim teknis cukup memadai. Namun masih ada hambatan bagi tim teknis : (1) kurangnya pemahaman tentang cara menindaklanjuti rekomendasi hasil pemeriksaan; (2) jumlah personil yang dilibatkan dalam pelaksanaan tindak lanjut masih kurang; (3) proses tindak lanjut belum sepenuhnya dilakukan berdasarkan prosedur yang tertuang dalam Standar Operasional Prosedur Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. Selain itu Standar Operasional Prosedur yang telah dibuat belum dipublikasikan kepada tim . Kata kunci:  Tindak lanjut hasil pemeriksaan, Sumber Daya Manusia, dan Standar Operasional Prosedur.
Analisis Determinan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah (Studi empiris pada SKPD Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud) Aimbu, Lesli L; Saerang, David P E; Gamaliel, Hendrik
JURNAL RISET AKUNTANSI DAN AUDITING "GOODWILL" Vol 8, No 1 (2017): Goodwill Vol. 8 No. 1 Juni 2017
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jjs.v8i1.15357

Abstract

Abstract. The phenomenon can be observed in the development of the public sector today is the rise of increasingly demands to implement public accountability by public sector organizations (such as: the Central Government and the regions, Government work units, departments and State agencies). Public sector accountability demands are related to the necessity of conducting transparency and providing information to public, in order to fulfill the rights of the public. This research aims to analyze the variables of transformational leadership style, the competence of human resources (HR), organizational commitment, the use of management information systems area (SIMDA) finance and financial reporting against accessibility accountability financial management areas. The population in this research is financial management officers in Talaud Islands Regency SKPD. 175 respondents were taken to answer questionnaires in order to test the hypothesis and to know the influence of transformational leadership style, the competence of human resources (HR), organizational commitment, the use of Financial SIMDA and the accessibility of financial reports towards the accountability of financial management. F test and t-test analysis were conducted by using multiple linear regression.  Results show that transformational leadership style, the competence of human resources (HR), organizational commitment, the use and accessibility of Finance SIMDA financial report simultaneously, positively and significantly influence the regional financial management accountability. On the other hand, transformational leadership style, the competence of human resources (HR), the use of financial SIMDA and the accessibility of financial report positively and significantly influence the accountability of financial management. Nevertheless, organisatonal commitment does not positively influence the accountability of financial management. Keywords: transformational leadership style, the competence of human resources (HR), organizational commitment, the use of Financial SIMDA and the accessibility of financial reports, the accountability of financial management Abstrak. Fenomena yang dapat diamati dalam perkembangan sektor publik dewasa ini adalah semakin menguatnya tuntutan pelaksanaan akuntabilitas publik oleh organisasi sektor publik (seperti: pemerintah pusat dan daerah, unit-unit kerja pemerintah, departemen dan lembaga negara). Tuntutan akuntabilitas sektor publik terkait dengan perlunya dilakukan transparansi dan pemberian informasi kepada publik dalam rangka pemenuhan hak-hak publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variabel gaya kepemimpinan transformasional, kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), komitmen organisasi, penggunaan Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA) Keuangan dan aksesibilitas laporan keuangan terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Populasi pada penelitian ini adalah pejabat yang terkait dengan proses pengelolaan keuangan daerah di SKPD Kabupaten Kepulauan Talaud yaitu sebanyak 175 orang dan metode sensus dilakukan untuk mengambil sampel, sehingga banyaknya sampel sama dengan jumlah populasi yaitu sebanyak 175 orang untuk menguji hipotesis gaya kepemimpinan transformasional, kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), komitmen organisasi, penggunaan SIMDA Keuangan dan aksesibilitas laporan keuangan terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah  secara bersama-sama dengan Uji F dan sendiri-sendiri digunakan dengan Uji t menggunakan metode analisis linier berganda dengan aplikasi SPSS. Hasil penelitian membuktikan bahwa secara bersama-sama gaya kepemimpinan transformasional, kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), komitmen organisasi, penggunaan SIMDA Keuangan dan aksesibilitas laporan keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Secara parsial gaya kepemimpinan transformasional, kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), penggunaan SIMDA Keuangan dan aksesibilitas laporan keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Sedangkan komitmen organisasi tidak berpengaruh positif terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Kata Kunci : Gaya kepemimpinan transformasional, kompetensi Sumber Daya Manusia, komitmen organisasi, penggunaan SIMDA Keuangan dan aksesibilitas laporan keuangan, akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. 
Analisis Belanja Modal Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Talaud Gaghauna, Richard D E; Saerang, David P E; Warongan, Jessy
JURNAL RISET AKUNTANSI DAN AUDITING "GOODWILL" Vol 8, No 2 (2017): Goodwill Vol. 8 No. 2 Juli-Desember 2017
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jjs.v8i2.17212

Abstract

Abstract. This research is aimed to understand the obstacles of disbursing capital expenditures in Talaud local government and strategies to overcome such problems. This is an exploratory qualitative research. The sampling method is purposive sampling. Data were collected by in-depth interviews and documentation studies. This study concludes that there are several obstacles in the capital expenditures obstacles within: (a) the stage of budget planning, (b) capital expenditure disbursement and (c) in the responsibility stage. The main factors causing those obstacles are the low quality of the human resources, lack of knowledges in performing their tasks and functions as the officers and providers to supplies, budget limitation, and lack of commitment of the district head, insufficient of continuous and periodic supervision. There are 4 types of strategy implemented to overcome the obstacles in relation to SWOT:  (1) SO (strengths-opportunities) strategies are used to overcome the low quality of the human resources and commitment of the district head, (2) WO (weaknesses-opportunities) strategies are employed to overcome budget limitation, (3) ST (strength-threats) strategies are conducted to resolve continuous and periodic supervision and evaluation for improvement, (4) WT (weakness-threats) strategies are implemented to solve insufficient  knowledge knowledges in performing their tasks and functions as the officers and providers to supplies.Keywords: Capital expenditure, Planning, Capital expenditure execution, monitoring.Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala atau penghambat pelaksanaan belanja modal Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud dan bagaimana strategi mengatasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan eksploratif (exploratory approach). Teknik sampling penelitian ini adalah purposive sampling. Sedangkan teknik pengumpulan data adalah dengan wawancara, dan studi dokumentasi. Disimpulkan bahwa kendala dibagi menjadi (a) kendala Perencanaan anggaran, (b) pelaksanaan belanja modal dan (c) pertanggungjawaban. Faktor-faktor utama pendukung kendala adalah kendala rendahnya kualitas SDM, kendala kurangnya pemahaman terhadap tugas pokok dan fungsi pejabat pelaksana kegiatan dan penyedia barang/jasa, kendala ketersediaan anggaran dan kendala komitmen pimpinan daerah, kendala pengawasan dan evaluasi secara berkala dan terus menerus. Strategi yang diformulasikan adalah dengan mengunakan matrix SWOT, ditemukan 4 jenis strategi: (1) Strategi SO (strengths-opportunities) untuk mengatasi kendala penghambat rendahnya kualitas SDM dan komitmen pimpinan daerah, (2) Strategi WO (weaknesses-opportunities) digunakan untuk Untuk mengatasi kendala ketersediaan anggaran kendala, (3) Strategi Strategi ST (strength-threats) untuk mengatasi kendala pengawasan dan evaluasi secara berkala dan terus menerus, (4) Strategi WT (weakness-threats) untuk mengatasi kendala penghambat kurangnya pemahaman terhadap tugas pokok dan fungsi pejabat pelaksana kegiatan dan penyedia barang/jasa.Kata Kunci: Belanja modal, Perencanaan, Pelaksanaan belanja modal, Pengawasan.
Pengaruh Moralitas Individu, Asimetri Informasi, dan Keefektifan Pengendalian Internal Terhadap Kecenderungan Kecurangan (Fraud) Berdasarkan Persepsi Pada Badan Pengelola Keuangan dan Barang Milik Daerah Provinsi Sulawesi Utara Korompis, Sintia N; Saerang, David P E; Morasa, Jenny
JURNAL RISET AKUNTANSI DAN AUDITING "GOODWILL" Vol 9, No 1 (2018): Goodwill Vol. 9 No. 1 Januari-Juni 2018
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jjs.v9i1.18950

Abstract

Abstract. Fraud propensity is not only uncommon in private sector, but also in governmental sector. The fraud is in form of power abuses and errors in financial statement presented by public accountant. This paper intends to examine if individual morality, information asymmetry, and internal control effectivity have significant impacts on fraud propensity. This study utilised the perception of Financial Management Board and District Property North Sulawesi Province. Independent variables (X) were individual morality (X1), information asymmetry (X2), and internal control effectivity (X3), whereas fraud propensity (Y) was dependent variable. Multiple linear regression analysis was processed by SPSS Ver 22.0 in order to analyze data and evaluate hypothesis. This study demonstrates that (1) variable individual morality (X1) has a negative and significant impact on fraud propensity (Y) which shows an increase of individual morality is paralleled by a decrease of fraud; (2)variable information asymmetry (X2) has a positive and significant impact on fraud propensity (Y) which corroborates that an increase of information asymmetry equals an increase of fraud; and (3) variable internal control effectivity (X3) has a negative and significant impact on fraud propensity which proves an increase of internal control effectivity is equivalent to a decrease of fraud.Keywords: Individual Morality, Information Asymmetry, Internal Control EffectivityAbstrak. Kecenderungan kecurangan (fraud) tidak hanya terjadi di sektor swasta tapi bisa juga terjadi di sektor pemerintahan dalam bentuk penyalahgunaan wewenang dan kesalahan dalam penyajian laporan keuangan yang dilakukan oleh pengelola akuntansi pada sektor publik. Penelitian ini bertujuan  mengetahui pengaruh moralitas individu, asimetri informasi, dan keefektifan pengendalian internal terhadap kecenderungan kecurangan (fraud). Penelitian ini dilakukan berdasarkan persepsi pada Badan Pengelola Keuangan dan Barang Milik Daerah Provinsi Sulawesi Utara. Pada penelitian ini variabel independen (X) adalah moralitas individu (X1), asimetri informasi (X2), dan keefektifan pengendalian internal (X3), sedangkan variabel dependen (Y) adalah kecenderungan kecurangan (Y). Analisis data untuk menguji hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis linier berganda yang diolah program SPSS Ver 22.0.  Hasil penelitian menunjukkan: (1) variabel moralitas individu (X1) memiliki pengaruh signifikan negatif terhadap kecenderungan kecurangan (Y) artinya semakin tinggi tingkat moralitas individu maka kecenderungan untuk melakukan kecurangan akan semakin rendah; (2)  variabel asimetri informasi (X2) memiliki pengaruh signifikan positif terhadap kecenderungan kecurangan (Y) artinya jika asimetri informasi meningkat maka kecenderungan kecurangan juga meningkat; dan (3) variabel keefektifan pengendalian internal (X3) memiliki pengaruh signifikan negatif terhadap kecenderungan kecurangan (Y) artinya semakin baik keefektifan pengendalian internal suatu instansi maka kecenderungan untuk melakukan kecurangan akan semakin menurun.Kata Kunci: Moralitas Individu, Asimetri Informasi, Keefektifan Pengendalian Internal, Kecenderungan Kecurangan.
Pengaruh Penerapan SIMDA, SAP, Motivasi Pegawai dan Kompetensi SDM Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pada Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan Runtuwene, Christina; Saerang, David P E; Morasa, Jenny
JURNAL RISET AKUNTANSI DAN AUDITING "GOODWILL" Vol 8, No 2 (2017): Goodwill Vol. 8 No. 2 Juli-Desember 2017
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jjs.v8i2.18452

Abstract

Abstract. In order to achieve accountability and transparency, local governments are required to develop qualified financial reports. Qualified financial reports are considered as responsibilities of Local Government financial management. They should meet the qualitative characteristics of the financial statements: relevant, reliable, comparable and understandable. Factors that allegedly influence the quality of local government financial reports are the implementation of regional management information system (SIMDA) (X1), government accounting standards (SAP) (X2), employee motivation (X3), and human resources competency (X4). This study aims to examine the influence of implementation of regional management information system (SIMDA), government accounting standards (SAP), employee motivation, and human resources competency to the quality of financial reporting in South Minahasa regency. This is a quantitative research and data were collected by distributing questionnaires. In this study, samples were taken from 102 respondents. They were from 48 regional work unit (SKPD) in South Minahasa regency government. The data were analysed by multiple linear regression, data validity test, data reliability test, and classic assumption test. The data were processed by using Statical Product and Services Solution (SPSS) Software 22 version. The results shows that (1) the implementation of regional management information system (SIMDA) has a positive and significant effect to the quality of financial  report of South Minahasa regency, (2) government accounting standards (SAP) has a positive and significant effect on the quality of financial  report of South Minahasa regency, (3) employee motivation has a positive and significant effect on the quality of financial  report of South Minahasa regency, and (4) human resources competency has a positive and significant effect on the quality of financial  report of South Minahasa regency. Keywords: Implementation of regional management information system (SIMDA), government accounting standards (SAP), employee motivation, human resources competency and quality of financial reportingAbstrak. Dalam rangka mewujudkan akuntabilitas dan transparansi, pemerintah daerah dituntut untuk menyusun laporan keuangan yang berkualitas sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pengelolaan keuangan daerah. Laporan keuangan yang berkualitas harus memenuhi karakteristik kualitatif laporan keuangan yaitu: relevan, andal, dapat dibandingkan dan dapat dipahami. Faktor-faktor yang diduga mempengaruhi kualitas laporan keuangan pemerintah daerah adalah penerapan sistem informasi manajemen daerah (SIMDA) (X1), standar akuntansi pemerintahan (SAP) (X2), motivasi pegawai (X3), dan kompetensi SDM (X4). Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penerapan SIMDA, SAP, motivasi pegawai dan kompetensi SDM terhadap kualitas laporan keuangan pada pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan. Jenis data yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif dan pengumpulan data digunakan kuesioner. Dalam penelitian ini diambil sampel dari 102 responden yang terdapat pada 48 SKPD di pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan. Metode analisis data yang digunakan yaitu regresi linier berganda, dengan pengujian validitas data, uji reliabilitas data, uji asumsi klasik, dan analisis regresi berganda. Data diolah dengan menggunakan perangkat Software Statical Product and Services Solution (SPSS) versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penerapan SIMDA berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, (2) SAP berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, (3) motivasi pegawai berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, dan (4) kompetensi SDM berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan.Kata Kunci: Penerapan SIMDA, SAP, Motivasi Pegawai, Kompetensi SDM Dan Kualitas Laporan Keuangan.