Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA LAMA PEMBERIAN ASI DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 24 – 59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PACEDA KOTA BITUNG TAHUN 2019 Pinatitj, Trifena Haryanie; Malonda, Nancy S.H.; Amisi, Marsella
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPemberian air susu ibu (ASI) pada bayi merupakan hal yang penting bagi tumbuh kembang dan kesehatan bayi karena ASI dapat memenuhi berbagai vitamin dan nutrisi yang diperlukan bayi, selain itu ASI juga memiliki kandungan yang melindungi bayi dari penyakit. Oleh sebab itu, maka World Health Organization (WHO) dan United Nations Children’s Fund (UNICEF) merekomendasikan kebijakan Infant Young and Child Feeding atau disebut dengan Standar Emas Pemberian Makan pada Bayi dan Anak yang salah satunya adalah memberikan ASI saja pada bayi sejak lahir sampai usia 6 bulan dan diteruskan sampai usia 2 tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara lama pemberian ASI (Air Susu Ibu) dengan status gizi balita usia 24 – 59 bulan berdasarkan BB/U, TB/U, BB/TB di wilayah kerja Puskesmas Paceda kota Bitung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi yaitu anak usia 24-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Paceda kota Bitung dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan lama pemberian ASI adalah  waktu yang diberikan  seorang ibu untuk menyusui anaknya, mulai dari awal pemberian sampai anak disapih.  Dibagi menjadi kategori : Tidak diberi ASI , Kurang (< 6 bln), dan Ideal (≥ 6 - 24 bln). Pengambilan sampel dilakukan dengan Purposive Sampling sehingga didapati 86 sampel. Digunakan kuesioner untuk mengukur lama pemberian ASI sedangkan status gizi diukur menggunakan pengukuran antropometri dengan alat timbangan untuk mengukur berat badan dan microtoise untuk mengukur tinggi badan. Hasil pengukuran terdapat 15,1% gizi kurang, 2,3% pendek dan 10,5% kurus. Berdasarkan hasil korelasi Sperman  didapat bahwa terdapat hubungan antara lama pemberian ASI dengan status gizi berdasarkan indeks BB/U dan TB/U dengan p-value lebih kecil dari (α=0,05), sedangkan untuk status gizi dengan indeks BB/TB tidak terdapat hubungan antara lama pemberiaan ASI dan status gizi dengan p-value lebih besar dari (α=0,05). Kata Kunci: Lama pemberian ASI, Status Gizi, Balita. ABSTRACTProvision of breast milk (ASI) in infants is important for baby's growth and development because breast milk can meet the various vitamins and nutrients that babies need, besides breast milk also has ingredients that protect babies from disease. Therefore, the World Health Organization (WHO) and the United Nations Children's Fund (UNICEF) recommend the policy of Infant Young and Child Feeding or called the Gold Standard for Feeding Infants and Children, one of which is to give only breast milk to babies from birth to age 6 months and continued until the age of 2 years. The purpose of this study was to determine whether there is a relationship between the duration of breastfeeding with the nutritional status of children aged 24 - 59 months based on index  BB/U, TB/U, BB/TB in the working area of Paceda Community Health Center in Bitung City. This research is a descriptive analytic study with cross sectional approach. The population is children aged 24-59 months in the working area of Paceda Community Health Center in Bitung city with inclusion and exclusion criteria. In this research, what is meant by the duration of breastfeeding is the time given by a mother to breastfeed her child, starting from the beginning of giving until the child is weaned. Divided into categories: Not breastfed, Poor (<6 months), and Ideal (≥ 6-24 months). Sampling was done by purposive sampling so that 86 samples were found. Questionnaires were used to measure the duration of breastfeeding while nutritional status was measured using anthropometric measurements with scales to measure body weight and microtoise to measure height. The measurement results showed that there were 15.1% malnutrition, 2.3% short and 10.5% thin. Based on the Sperman correlation results found that there is a relationship between the length of breastfeeding with nutritional status based on index BB/U and TB/U with a p-value smaller than (α = 0.05), whereas for the nutritional status with the BB/TB index there is no the relationship between duration of breastfeeding and nutritional status with a p-value greater than (α = 0.05). Keyword ; Duration of breastfeeding, nutritional status, children
HUBUNGAN ANTARA STATUS SOSIAL EKONOMI DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 24-59 BULAN DI DESA TATELI III KECAMATAN MANDOLANG KABUPATEN MINAHASA Tuasuun, Diana; Amisi, Marsella; Punuh, Maureen
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Status sosial ekonomi (pekerjaan, pendidikan dan pendapatan keluarga) berperan penting dalam mempengaruhi status gizi suatu keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara status sosial ekonomi (pendidikan orang tua, pekerjaan ibu, pendapatan keluarga) dengan status gizi balita berdasarkan indeks IMT/Usia 24-59 bulan yang ada di Desa Tateli III Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi yang diambil yaitu  balita usia 24-59 bulan. Sampel pada penelitian ini adalah jumlah populasi balita 24-59 bulan di Desa Tateli III yang berjumlah 75 orang pada bulan Juli. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai Agustus 2019. Status gizi berdasarkan (BB/U) terdapat gizi kurang sebanyak 12% dan gizi baik sebanyak 88%. Indeks status gizi (TB/U) status gizi pendek sebanyak 17,3% dan normal sebanyak 82,7%. Indeks status gizi (BB/TB) dan (IMT/U) terdapat status gizi kurus sebanyak 17,3%, normal sebanyak 74,7% dan gemuk sebanyak 8,0%. Karakteristik sosial ekonomi, pendidikan ayah dan ibu yang mendominasi adalah tamat SMA dan termasuk dalam kategori tingkat pendidikan tinggi. sebanyak 81,3% ibu bekerja di dalam rumah sebagai ibu rumah tangga. Rata-rata pendapatan keluarga di Desa Tateli III adalah Rp.750.00,-bulan. Berdasarkan hasil uji Fisher Exact di dapatkan pendidikan ibu (IMT/U)nilai p = 1,000. Pendidikan ayah (IMT/U) nilai p = 1,000. Pekerjaan ibu (IMT/U) nilai p = 1000. Berdasarkan uji Korelasi Spearman di dapatkan pendapatan keluarga (IMT/U) nilai p = 0,929. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tidak terdapat hubungan antara pendidikan orang tua, pekerjaan ibu dan pendapatan keluarga dengan status gizi balita (IMT/U). Di sarankan bagi orang tua yang mempunyai anak dengan status gizi normal untuk menjaga status gizi anak dan untuk orang tua dengan balita yang berstatus gizi gemuk dan kurus agar dapat lebih diperhatikan yaitu dari segi pemberian makanan kepada balita. Kata Kunci: Sosial Ekonomi dan Status Gizi ABSTRACTSocioeconomic status (employment, education and family income) have an important role in influencing the nutritional status of a family. The purpose of this research was to determine the relationship between socioeconomic status (parental education, mother's occupation, family income) and  nutritional status of children under the age of 24-59 months BMI/Age index in Tateli III Village, Mandolang District, Minahasa Regency. This research uses a cross sectional approach. The sample in this research is the population of toddlers 24-59 months in the village of Tateli III, amounting to 75 people in July. This research was conducted in June to August 2019. Based on nutritional status (Body Weight/Age) there are malnutrition as much as 12% and good nutrition as much as 88%. Nutritional status index (Body Height/Age) short nutritional status as much as 17.3% and normal as much as 82.7%. Nutritional status index (Body Weight/Body Height) and (BMI/Age) contained thin nutritional status of as much 17.3%, normal as much 74.7% and fat as much 8.0%. The socioeconomic characteristics, the dominating education of fathers and mothers are high school graduates and included in the category of higher education level as much 81.3% of mothers work in the house as housewives. The average family income in Tateli III Village is Rp.750.00, -months. Based on the Fisher Exact test results obtained mother's education (BMI/Age) p = 1,000. Father's education (BMI/Age) p = 1,000. Maternal occupation (BMI/Age) p value = 1000. Based on the Spearman Correlation test,  family income (BMI/Age) p value = 0.929. The conclusion of this research is that there is no relationship between parental education, mother's occupation and family income with nutritional status of children (BMI/Age). So it is recommended for parents who have children with normal nutritional status to maintain the nutritional status of children and for parents with toddlers who are fat and thin nutritional status so that it can be more concerned, namely in terms offeeding totoddlers. Keywords : Socioeconomic and Nutritional status
Hubungan Antara Riwayat Pemberian Imunisasi dan Penyakit Infeksi dengan Status Gizi pada Anak Usia 24-59 Bulan di Kecamatan Ratahan Kabupaten Minahasa Tenggara. (Relationship Between History of Immunization and Infectious Disease with Nutritional Status in Children aged 24-59 Months in Ratahan Subdistrict, Southeast Minahasa Regency) Kasim, Elshaday; Malonda, Nancy; Amisi, Marsella
JURNAL BIOS LOGOS Vol 9, No 1 (2019): JURNAL BIOSLOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.9.1.2019.23421

Abstract

Hubungan Antara Riwayat Pemberian Imunisasi dan Penyakit Infeksi dengan Status Gizi pada Anak Usia 24-59 Bulan di Kecamatan Ratahan Kabupaten Minahasa Tenggara.(Relationship Between History of Immunization and Infectious Disease with Nutritional Status in Children aged 24-59 Months in Ratahan Subdistrict, Southeast Minahasa Regency) Elshaday Kasim1)*, Nancy Malonda1), Marsella Amisi1)*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, Manado 95115*Email korespondensi:enkasim96@gmail.comDiterima  15 Februari 2019, diterima untuk dipublikasi 28 Februari  2019 ABSTRAK Riwayat pemberian imunisasi dan penyakit infeksi erat kaitannya dengan pertumbuhan dan perkembangan anak berusia di bawah lima tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara riwayat pemberian imunisasi dan penyakit infeksi dengan status gizi pada anak usia 24-59 bulan di Kecamatan Ratahan Kabupaten Minahasa Tenggara. Metode observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional study. Penelitian ini adalah anak usia 24-59 bulan dengan jumlah 447 balita, teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling dengan penentuan jumlah sampel dilakukan dengan cara perhitungan menggunakan rumus slovin sehingga jumlah sampel yang diambil yaitu 88 sampel. Riwayat pemberian imunisasi, penyakit infeksi dan status gizi diukur menggunakan kuesioner dan pengukuran antropometri dengan alat timbangan untuk mengukur berat badan, serta microtoise untuk mengukur tinggi badan, kemudian menghitung z-score. Berdasarkan hasil uji chi square mendapati tidak adanya hubungan antara riwayat pemberian imunisasi dengan status gizi menurut indeks antropometri TB/U, BB/U, BB/TB dan tidak adanya hubungan antara penyakit infeksi dengan status gizi menurut TB/U, BB/U dan BB/TB. Kata Kunci : Imunisasi, penyakit infeksi, status gizi. Kabupaten Minahasa Tenggara. ABSTRACT History of Immunization and Infectious Disease is a factor that is very closely related to the growth and development of children under the age of five. This study aims to determine the relationship between the History of Immunization and Infectious Disease with Nutritional Status in Children aged 24-59 Months in Ratahan Subdistrict, Southeast Minahasa Regency. Analytical observational method with cross sectional study design. This study is a child aged 24-59 months with a total of 447 toddlers, the sampling technique is simple random sampling by determining the number of samples carried out by calculation using the slovin formula so that the number of samples taken is 88 samples. History of immunization, infectious disease and nutritional status was measured using a questionnaire and anthropometric measurements with a scale tool to measure weight, and microtoise to measure height, then calculate the z-score. Based on the results of the chi square test, there was no correlation between the history of immunization and nutritional status according to the anthropometric index TB / U, BB / U, BB / TB and the absence of an association between infectious diseases and nutritional status according to TB / U, BB / U and BB / TB.Keywords: Immunization, infectious disease, nutritional status, Southeast Minahasa Regency