Eldija, Fadillah D.
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PANOPTIC ARCHITECTURE Eldija, Fadillah D.; Mastutie, Faizah
MEDIA MATRASAIN Vol 13, No 1 (2016)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

hitectuBanyaknya kasus mantan narapidana yang kembali ke jeruji lembaga pemasyarakatan, membuktikan kurang ampuhnhya sistem kelembagaan yang saat ini diterapkan. Sistem pembimbingan atau pembinaan dengan usaha rehabilitasi dan reintegrasi  bermaksud agar para tahanan atau mantan nara pidana siap untuk kembali ke masyarakat dan dapat diterima kembali kedalamnya, justru seakan memberikan efek  yang  ‘santai dan biasa’ sehingga tidak adanya efek kejeraan atau citra momok mengerikan yang seharusnya melekat dengan suatu lembaga/penjara. Selain kasus diatas banyak pula kasus perkelahian yang sering terjadi antara penghuni lapas, ini menegaskan ketidak efektifitasnya sistem yang ada dengan penerapan desain bangunan yang saat ini digunakan pada bangunan Penjara. Proses perancangan dalam memecahkan permasalahan yang ada, mengarah pada model proses desain Panopticon/ pendisiplinan oleh Jeremy Bentham.Kata kunci: Lembaga, Panoptic, Penjara
REDESAIN LEMBAGA PEMASYARAKATAN DI MANADO. PANOPTIC ARCHITECTURE Eldija, Fadillah D.; Erdiono, Deddy; Egam, Pingkan P.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17113

Abstract

Pembaharuan hukum, di Indonesia sudah sejak lama dilakukan khususnya dalam bidang hukum pidana, dimana dalam perundang-undangan di Indonesia dibedakan jenisnya yaitu pidana penjara, pidana kurungan, dan pidana tutupan (pasal 10 KUHP dan Undangundang No. 20 tahun 1946) yang penempatannya menjadi satu dalam lembaga pemasyarakatan. Lembaga pemasyarakatan mempunyai tugas untuk melaksanakan pembinaan terhadap terpidana khususnya pidana pencabutan kemerdekaan, untuk menekan kejahatan serta tujuam jangka panjang untuk mencapai kesejahteraan. Namun dalam perjalanan waktu tampak jelas bahwa tujuan pembinaan napi ini banyak menghadapi hambatan dan berimplikasi pada kurang optimalnya bahkan dapat menuju pada kegagalan fungsi sebagai lembaga pembinaan. Permasalahan mendasar tampak nyata adalah adanya kelebihan hunian (over capacity) seperti yang terjadi pada lembaga pemasyarakatan di Manado hingga menimbulkan kelemahan terhadap pengawasan. Masalah ini juga dapat berpeluang terciptanya ‘ school of crime ‘ dan kemudian berdampak pada tingkat tindak tanduk kasus kriminal di Kota Manado sendiri.Proses perancangan dalam memecahkan permasalahan yang ada, mengarah pada model proses desain panopticon/ pendisiplinan oleh Jeremy Bentham.Kata kunci : lembaga pemasyarakatan, panoptic.