This Author published in this journals
All Journal TEKNO
Turangan, Arens Emilie
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN KAPUR TERHADAP KUAT GESER TANAH LEMPUNG Haras, Melisa; Turangan, Arens Emilie; Legrans, Roski R. I.
TEKNO Vol 15, No 67 (2017): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah secara umum terdiri dari tiga unsur yaitu butiran tanahnya sendiri serta air dan udara. Kekuatan tanah untuk memikul beban sangatlah menunjang dalam kestabilan suatu struktur bangunan dimana tanah sebagai dasar perkuatan dari struktur bangunan harus memiliki kapasitas dukung dan kuat geser yang tinggi. Sehingga apabila ada kondisi tanah yang buruk maka dapat melakukan stabilisasi tanah. Stabilisasi tanah dapat memperbaiki sifat-sifat fisik tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kadar kapur terhadap nilai kuat geser tanah lempung yang ada di area jalan Tinoor-Tomohon. Percobaan ini dilakukan dengan cara mencampurkan tanah asli dan tanah kering udara dengan kadar kapur yang bervariasi dari 0%, 2%, 4%, 6%, 8%, 10%, 12% terhadap berat kering tanah kemudian sampelnya di uji dengan menggunakan alat Direct Shear (geser langsung) untuk mendapatkan nilai parameter kuat geser tanah yaitu kohesi (c) dan sudut geser dalam (ϕ). Dari hasil penelitian pemadatan yang dilakukan menunjukkan bahwapenambahan kadar kapur terhadap tanah, semakin besar prosentase kapur semakin meningkat kadar air optimum tanahsebaliknya berat isi kering tanah menurun. Kadar air optimum tertinggi terdapat pada porsentase campuran 8% Kapur yaitu sebesar = 31,8 % sedangkan berat isi kering tanah tertinggi terdapat pada prosentase 0% Kapur yaitu sebesar = 1,265 gr/cm³. Sedangkan hasil uji geser langsung menunjukan bahwa persentase penambahan kapur padam akan menghasilkan peningkatan nilai sudut geser dalam. Nilai sudut geser dalam tertinggi terdapat pada persentase 12% kapur dengan nilai sebesar = 43,84ᴼ. Dan juga dapat dilihat bahwa persentase penambahan kapur padam pada persentase 6% menhasilkan penurunan nilai kohesi. Nilai kohesi tertinggi sebesar =2,08 (t/m²). Berdasarkan hasil penelitian bahwa penggunaan bahan kapur yang berlebihan terhadap tanah khususnya untuk tanah lempung tidak begitu baik karena kadar kapur yang efektif terhadap tanah lempung yaitu pada variasi campuran 6% dalam peningkatan nilai kuat geser tanah.
ANALISA KESTABILAN LERENG METODE LOWE-KARAFIATH (STUDI KASUS : GLORY HILL CITRALAND) Rolos, Giverson Javin; Turangan, Arens Emilie; Sompie, Oktavian B. A.
TEKNO Vol 15, No 67 (2017): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada daerah Glory Hill Citraland, terdapat sebuah lereng yang tinggi dan di bawah lereng ada pemukiman penduduk. Akibat adanya cut and fill menimbulkan keresahan diantara penduduk yang bermukim di sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kestabilan lereng, tipe Slope Protection yang efektif, posisi Slope Protection yang paling efektif dan mencegah terjadinya kelongsoran. Dalam penulisan penelitian ini, peneliti menggunakan metode Lowe-Karafiath yang di aplikasikan pada program komputer Slide 5.0, Dalam perhitungan menggunakan program tersebut, diperlukan pengujian dari laboratorium agar sifat-sifat tanah diketahui, serta diperoleh parameter geser tanah seperti kohesi (c), sudut geser dalam (?), dan berat isi tanah (?). Hasil analisa yang diperoleh pada Glory Hill Citraland, lereng dalam keadaan tidak stabil dengan nilai faktor keamanannya 0,422, sedangkan setelah diadakan Slope Protection berupa Nailing dan tembok penahan seberat 160 KN/m, faktor keamanannya menjadi 1,506 dan lereng dalam keadaan stabil.
ANALISIS KESTABILAN LERENG METODE MORGENSTERN-PRICE (STUDI KASUS : DIAMOND HILL CITRALAND) Takwin, Gideon Allan; Turangan, Arens Emilie; Rondonuwu, Steeva Gaily
TEKNO Vol 15, No 67 (2017): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diamond Hill adalah salah satu kawasan perumahan di Citraland Manado. Dari waktu ke waktu kawasan tersebut terus mengalami perkembangan. Tidak jauh dari kawasan itu terdapat lereng yang pernah mengalami longsor besar akibat curah hujan yang tinggi yang menyebabkan kerusakan bangunan yang pada saat itu tepat berdiri di atas lereng bahkan sampai merenggut korban jiwa. Analisis kestabilan lereng dilakukan untuk menentukan faktor aman dari bidang longsor potensial, yaitu dengan menghitung besarnya kekuatan geser untuk mempertahankan kestabilan lereng dan menghitung kekuatan geser yang menyebabkan kelongsoran kemudian keduanya dibandingan. Dari perbandingan tersebut didapat faktor keamanan yang merupakan nilai kestabilan lereng yang dinyatakan dalam angka. Dari analisis yang dilakukan di Diamond Hill Citraland Manado dengan menggunakan program SLIDE didapat nilai faktor keamanan yaitu 0.202 yang menunjukan bahwa keadaan lereng tersebut tidak stabil. Kemudian dilakukan perbaikan dengan menggunakan soil nail. Soil nail adalah salah satu cara perbaikan lereng dengan cara memperkecil gaya penggerak atau momen penyebab longsor. Sehingga diperoleh nilai faktor keamanan 1.625 yang menunjukan kondisi lereng dalam keadaan stabil.