Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SANKSI PIDANA TERHADAP PENGANIAYAAN YANG MENYEBABKAN KEMATIAN MENURUT PASAL 353 KUHP Hutagaol, David
LEX CRIMEN Vol 7, No 4 (2018): Lex Crimen
Publisher : LEX CRIMEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan hukum pidana materil terhadap delik penganiayaan yang mengakibatkan kematian dan bagaimana dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pemidanaan terhadap delik penganiayaan. Dengan menggunakan metode penelitian yuridis normatif, disimpulkan: 1. Di dalam KUHP terdapat beberapa ketentuan yang mengatur sebagai perbuatan yang menyerang kepentingan umum yang berupa tubuh manusia. Jenis kejahatan terhadap tubuh manusia atau penganiayaan berdasarkan KUHP dimuat dalam Bab XXII, Pasal 351 s/d Pasal 355. 2. Dasar Pertimbangan Hakim Dalam Menjatuhkan Pemidanaan Terhadap Delik Penganiayaan dalam pasal 14 ayat 2 Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman menyebutkan bahwa : Dalam sidang permusyawaratan, setiap hakim wajib menyampaikan pertimbangan atau pendapat tertulis  terhadap perkara yang sedang diperiksa dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari putusan. Pertimbangan hakim merupakan salah satu aspek terpenting dalam menentukan terwujudnya nilai suatu putusan hakim yang mengandung keadilan dan mengandung kepastian hukum disamping itu juga mengandung manfaat bagi para pihak yang bersangkutan sehingga pertimbangan hakim ini harus di sikapi dengan teliti baik dan cermat. Apabila pertimbangan hakim tidak di teliti dengan baik dan cermat maka putusan hakim yang berasal dari pertimbangan hakim tersebut akan di batalkan oleh pengadilan yang lebih tinggi. Selanjutnya dalam pasal 28 ayat (1) undang-undang 48 tahun 2009 tentang kekuasaan kehakiman yaitu hakim wajib menggali mengikuti dan memahami nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat. Untuk membuktikan adanya suatu tindak pidana penganiayaan atau mishandeling, maka diperlukan alat bukti menurut Ketentuan Pasal 183 KUHAP, sistem pembuktian dalam KUHAP.Kata kunci: Sanksi pidana, penganiayaan, kematian
Effect of Ischemia-Reperfusion injury and Preconditioning on Lung Parenchyma after Acute Limb Ischemia Hutagaol, David; Susanti, Dhama S; Soeharto, Wuryantoro; Putra, Muhammad A; Wardoyo, Suprayitno; Makdinata, William; Setiawan, Moira
The New Ropanasuri Journal of Surgery Vol. 7, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction. Acute limb ischemia, a sudden decrease of perfusion to the extremities, can compromise the survival of the limbs. Medical intervention and surgery are often needed to return perfusion. However, reperfusion injury can trigger oxidative stress and inflammatory response, leading to local and remote tissue damage, such as the lungs, which increases morbidity and mortality. This research aims to study the effects of hypothermia and remote ischemic preconditioning (RIPC) on the lung parenchyma after being exposed to reperfusion after acute limb ischemia in rabbits. Method. Eighteen New Zealand White rabbits were divided into three groups of 6. The femoral artery was ligated to induce ischemia. The hypothermia group was given cooling pads to maintain a temperature of 28°C for 4 hours, and the RIPC group was assigned RIPC before ligation for 5 minutes in three cycles. Both groups underwent reperfusion for eight hours. Evaluation of histologic characteristics was performed independently by a pathologist. Results. The mean scores for the control group, hypothermia group, and RIPC group were 12.03 + 1.43 (severe injury), 8.03 + 3.03 (moderate injury), and 4.80 + 2.61 (mild injury), respectively. In addition, there was a significant difference between lung parenchymal damage in the control group and hypothermia group (p = 0.015) and between the control group and RIPC group (p = 0.000). Conclusion. Both hypothermia and RIPC have a protective effect on lung parenchyma exposed to remote reperfusion injury after lower limb ischemia, where RIPC protects the lungs to a higher degree.