Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Indeks Stakeholders Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dengan Pendekatan KISS di Indonesia Sriyana, Ignatius
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 24, Nomor 1 (2018)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.698 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v24i1.18966

Abstract

Integrated watershed management (IWM) using KISS (coordination, integration, synchronisation, and synergy) method is believed to be the answer for problems lingering the integrated watershed management in Indonesia. How successful the management is depends on how capable of stakeholders are to performing coordination, integration, synchronisation, and synergy in managing the watershed. This study aimed at measuring the rates of coordination, integration, synchronisation, and synergy performed by each stakeholder by applying an "Index Rate" instrument. Research findings revealed that, simultaneously, the coordination, integration, synchronisation, and synergy obtained by the watershed management stakeholders resulted in a moderate rate (71.4). Partially, the rates obtained were as follows: moderate coordination (72.69); moderate integrity (72.50); moderate synchronisation (70.34); and moderate synergy (70.05).
KAJIAN DISTRIBUSI SEDIMENTASI TERHADAP UMUR RENCANA WADUK CIAWI DI KABUPATEN BOGOR Siwu, Wulandari Pingkan; Sangkawati, Sri; Sriyana, Ignatius
Rang Teknik Journal Vol 4, No 2 (2021): Vol. 4 No. 2 Juni 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.045 KB) | DOI: 10.31869/rtj.v4i2.2321

Abstract

Waduk Ciawi terletak di bagian hulu sungai Ciliwung di Desa Cipayung Kecamatan Megamendung Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat. Waduk Ciawi merupakan waduk eka guna (single purpose) yang dibangun untuk pengendalian debit puncak banjir maksimum di hulu Sungai Ciliwung dengan konsep dry dam. Perencanaan suatu bendungan tentunya tidak akan pernah terlepas dari rencana usia waduk, dalam perencanaannya selalu memperhitungkan jumlah sedimen yang akan masuk ke dalam waduk selama usia guna waduk karena pengendapan sedimen di dead storing dapat berdampak pada usia guna waduk, sehingga perlu dilakukan analisis untuk memprediksi besarnya sedimentasi dan pola distribusi sedimen pada Waduk Ciawi dalam upaya optimalisasi pengelolaan waduk. Memprediksi besarnya sedimentasi di Waduk Ciawi dilakukan berdasarkan pengaruh sedimen layang dan analisis distribusi sedimen menggunakan Metode Empiris Pengurangan Luas (Empirical Area Reduction Method). Berdasarkan hasil analisis, jumlah sedimen yang mengendap di Waduk Ciawi sepanjang umur rencana adalah sebesar 206.687,60 m3, dengan elevasi nol baru (new zero elevation) waduk setelah tahun ke 50 yaitu pada +512 m dan kapasitas tampungan efektif yang terisa sampai dengan umur efektif tercapai (T50) sebesar 6.178.131 m3. Secara teoritis Waduk Ciawi masih bisa berfungsi dengan baik sampai dengan umur rencana terlampaui.
Landslide Mitigation at The Bagong Dam Abutment, Trenggalek District Hilmawan, Gilang Bobby; Sriyana, Ignatius
INERSIA lnformasi dan Ekspose Hasil Riset Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 20 No. 1 (2024): May
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/inersia.v20i1.66371

Abstract

Landslides occurred continuously from July 2022 until July 2023, disrupting the construction of the Bagong Dam abutment. Geologically, the foundation of the Bagong Dam consists of a fairly thick colluvial layer, which is prone to landslides. So, the analysis of landslide mitigation at the Bagong Dam abutment is needed. The slope stability analysis carried out by Fellenius and Bishop method, then the slope modeling was carried out using Geostudio software. The analysis results on the existing slopes produced a safety factor of 0.987 (<1.07) for the Fellenius method and 1.042 (<1.07) for the Bishop method. These safety factors indicate that the existing slope is unstable and slope failure is likely to occur. In the first alternative countermeasure analysis, the slope safety factors for the cross-section of the dam at STA 0+625 were 1.715 for upstream and 1.338 for downstream; at STA 0+641, 1.321 upstream and 1.306 downstream; and for the longitudinal section of the dam, 1.525. All these safety factors greater than 1.25, indicating that the slope is stable. In the second alternative countermeasure, the slope safety factors obtained for the cross-section of STA 0+641 were 1.362 for upstream and 1.386 for downstream, and 1.657 for the longitudinal section. These safety factors are also greater than 1.25, which indicates the slope is in stable condition. The additional cost for implementing the first alternative countermeasure is 73.9 million, while for the second alternative is 35.7 million. So that, the second alternative countermeasure is the best choice by the multi-criteria decision-making analysis results.
Evaluasi Kemampuan Bendungan Logung dalam Mereduksi Banjir Akibat Perubahan Curah Hujan dan Tata Guna Lahan Febriani, Irawati; Sriyana, Ignatius; Suharyanto, Suharyanto
TEKNIK Vol. 45, No. 1 (2024): May 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i1.61985

Abstract

Bendungan Logung merupakan bendungan multipurpose yang salah satu fungsinya sebagai pengendali banjir. Mengingat bahwa Bendungan Logung telah beroperasi selama 5 (lima) tahun sekaligus menanggapi perubahan pola curah hujan dan tata guna lahan, serta mengantisipasi kemungkinan kegagalan bendungan akibat overtopping, maka perlu dilakukan kajian penelusuran banjir di waduk menggunakan data hidrologi dan tutupan lahan terbaru. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan Bendungan Logung dalam mereduksi banjir. Model penelusuran banjir dalam penelitian ini menggunakan software HEC-HMS dengan metode Soil Conservation Services-Curve Number (SCS-CN). Berdasarkan analisis yang dilakukan terdapat peningkatan curah hujan rencana apabila dibandingkan dengan studi perencanaan tahun 2015 serta adanya perubahan tata guna lahan di DTA Waduk Logung yang menyebabkan nilai debit banjir rencana lebih besar dibandingkan dengan studi perencanaan. Bendungan Logung dapat mereduksi debit banjir untuk masing- masing kala ulang sebesar: Q2 = 42,88%; Q5 = 38,38%; Q10 = 35,02%; Q25 = 31,53%; Q50 = 29,42%; Q100 = 27,50%; Q1000 = 20,72%; dan QPMF = 16,43%. Hasil debit puncak QPMF sebesar 946,5 m3/detik yang berada pada elevasi +93,5, di mana elevasi tersebut berada di atas muka air banjir QPMF perencanaan yakni +92,85. Oleh karena itu tidak terjadi overtopping karena puncak bendungan berada pada elevasi +94.
Kajian Evaluasi Keamanan Bendungan Rukoh Terhadap Overtopping Berdasarkan Penelusuran Banjir di Waduk Pambudi, Yan Ahmad Christy; Sriyana, Ignatius
TEKNIK Vol. 45, No. 1 (2024): May 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i1.59405

Abstract

Bendungan Rukoh merupakan bendungan urukan tipe zonal inti kedap air yang mempunyai kelemahan rentan terjadi kegagalan bendungan akibat overtopping limpasan debit banjir. Kondisi terkini berdasarkan Dokumen Kajian Risiko Bencana Kabupaten Pidie 2014-2018 menerangkan bahwa tingkat frekuensi kecenderungan risiko banjir mengalami kenaikan dari tahun ke tahun yang disebabkan hujan lebat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembaharuan debit banjir menggunakan pemodelan HEC-HMS dan melakukan evaluasi keamanan bendungan terhadap overtopping melalui penelusuran banjir. Penelusuran banjir menggunakan metode level pool routing pada kondisi debit banjir Bendungan Rukoh tanpa suplesi debit dan kondisi dengan suplesi debit Bangunan Pengarah Rukoh. Pemutakhiran debit banjir menunjukkan adanya rerata kenaikan nilai debit banjir tiap kala ulang sebesar 14,87% dibandingkan studi perencanaan. Penelusuran banjir debit banjir 1000 tahun memberikan hasil elevasi muka air maksimum +122,77 (tanpa suplesi) dan +123,27 (suplesi), sedangkan hasil untuk debit banjir PMF (Probable Maximum Flood) pada elevasi +124,08 (tanpa suplesi) dan +124,52 (suplesi). Berdasarkan elevasi puncak bendungan +127,00 dan penelusuran banjir disimpulkan Bendungan Rukoh aman terhadap overtopping.
Analisis Pengaruh Perubahan Karakteristik DAS terhadap Keamanan Bendungan Pamukkulu Berdasarkan Penelusuran Banjir Mufrodi, Syahrizal; Sriyana, Ignatius
TEKNIK Vol. 45, No. 1 (2024): May 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i1.59399

Abstract

Bendungan Pamukkulu direncanakan untuk mereduksi banjir Sungai Pappa hingga 29% terhadap debit desain QPMF. Banjir disebabkan tingginya debit di sungai yang dipengaruhi oleh intensitas hujan dan limpasan permukaan. Fakta di lokasi menunjukkan adanya perubahan karakteristik DAS yang ditunjukkan dari peningkatan curah hujan maksimum dari tahun 2013 hingga tahun 2022 dan kecenderungan penurunan indeks tutupan vegetasi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh kontribusi perubahan karakteristik DAS seperti curah hujan harian maksimum dan perubahan tutupan lahan  terhadap perubahan hidrograf banjir dan pengaruhnya terhadap kondisi keamanan Bendungan Pamukkulu dari bahaya terjadinya overtopping. Penelitian diawali dengan pengumpulan data, kemudian menganalisis distribusi hujan-jaman, analisis debit banjir rancangan, dan penelusuran banjir dengan Metode Level Pool Routing dan pemodelan HEC-HMS, Hasilnya menunjukkan debit banjir rancangan cenderung meningkat, khususnya pada QPMF meningkat mencapai 1652,27 m3/detik (3,45%) dengan metode HSS ITB-1, dan 1893,37 m3/detik (18,54%) dengan model HEC-HMS. Meningkatnya debit banjir menyebabkan perubahan elevasi muka air maksimum waduk pada debit banjir QPMF naik sebesar 0,04 m hingga 0,08 m di atas Muka Air Banjir (MAB) rencana (+129,68 m), dimana nilai ini masih dibawah elevasi puncak bendungan (+131,50 m) sehingga menunjukkan Bendungan Pamukkulu aman dari potensi terjadinya overtopping.
Pentahelix Implementation Based on “KISS” (Collaboration, Integration, Synchronization, and Synergy) in Local Policy on Flood Management Strategy of the Bodri Kuto River Basin Yunianto, SR Eko; Sriyana, Ignatius; Suharyanto, Suharyanto
Jurnal Politik Indonesia: Indonesian Political Science Review Vol 8, No 2 (2023): General Issue: Indonesian Politics
Publisher : Political Science Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ipsr.v8i1.42413

Abstract

Collaboration, integration, synchronization, and synergy approaches in water resources management offer more diverse water resources management efforts to deal with flood disaster issues at Bodri Kuto River Basin. The Penta helix-based approach is relevant and essential in the Bodri Kuto River Basin. This study aims to identify stakeholders in the Penta helix elements, determine the impact of the KISS variables in flood management strategies, and determine priority strategies in flood management in the Bodri Kuto River Basin. Pentahelix stakeholders in flood management at Bodri Kuto River Basin consist of parties from the government, private sectors, academics, non-governmental organizations, and the mass media. Based on the results of the KISS index analysis, it is known that the variable synchronization score is included in the "good" criteria. In contrast, the "average" criteria include the other three variables. These results come in with some concerns and recommendations that the WS Bodri Kuto flood management needs to implement several strategies to increase the KISS variables and short and long-term response strategies based on the SWOT component.
Simulasi Pola Operasi Waduk Batutegi, Provinsi Lampung : Simulation of Batutegi Reservoir Operation Pattern, Lampung Province Swastika, Dian; Wulandari, Dyah Ari; Sriyana, Ignatius
Cantilever: Jurnal Penelitian dan Kajian Bidang Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2022): Cantilever
Publisher : Department of Civil Engineering and Planning, Faculty of Engineering, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35139/cantilever.v11i2.149

Abstract

Batutegi Reservoir is a multi-purpose reservoir that is used to increase the water supply to the Argoguruh Weir to expand the irrigation area in the Sekampung Irrigation System. Batutegi Reservoir supplies the water demand not only for irrigation, covering an area of 66.573 Ha, but also for hydroelectric power generation (hydropower) of 2 x 14 MW and the raw water supply of 2.250lt/s. The operational curves of the Batutegi Reservoir were prepared in 2017, aiming to control the water release to ensure the planned demand is fulfilled. However, the reservoir operation curves must be reviewed at least once every 5 (five) years to comply with the changes in reservoir conditions and the development of its benefits/functions. The study aimed to determine the reservoir reliability by updating the reservoir operation curves in 3 conditions; wet year, normal year, and dry year using the SOR (Standart Operating Release) simulation method according to the inflow and outflow during the mid-month period. Results showed that in the wet year, normal year, and dry year, the reservoir reliability in supplying water for irrigation, raw water, and hydropower is satisfactory in each period. In conclusion, although some simulation periods showed the final RSL (Reservoir Water Levels) of the reservoir are below the upper limit of the operation curves, they are still above MOL (Minimum Operation Level) hydropower level meaning all supply for irrigation, raw water, and hydropower can be 100% fulfilled.
Pengelolaan DAS Mikro: Best Practice Penanganan Potensi Konflik Akibat Semburan Gas di Lahan Pertanian Desa Nglobo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah Sriyana, Ignatius; Sangkawati, Sri; Roselyn, Melfina; Kusmiyati, Florentina; Ramadan, Bimastyaji Surya
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 30, Nomor 1 (2024)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v30i1.60034

Abstract

Semburan gas di lahan pertanian Desa Nglobo, Kabupaten Blora, Indonesia, menyebabkan kontamisasi lahan, sehingga kesehatan Daerah Aliran Sungai (DAS) mengalami penurunan. Penurunan kesehatan DAS terlihat pada air dan tanah yang melebihi baku mutu Hal ini menyebabkan terjadinya konflik di masyarakat karena produktivitas tanaman padi dan jagung mengalami gagal panen. Penelitian ini bertujuan mengembalikan kesehatan daerah aliran sungai yang terkontaminasi baik lahan pertanian dan kualitas air. Metode yang digunakan adalah dengan pendekatan pengelolaan DAS mikro yang meliputi kegiatan berdiskusi dengan masyarakat dan para pihak lainnya,  usaha remediasi, sekolah lapangan dan monitoring evaluasi. Hasil kajian menunjukkan penambahan pupuk organik untuk mengembalikan kesuburan tanah terutama meningkatkan kandungan C-Organik sangat diperlukan yaitu dengan memberikan 29,58 ton/ha – 30,14 ton/ha pupuk pada lahan tersebut. Kualitas air setelah remediasi menunjukkan nilai di bawah ambang batas. Hasil evaluasi uji tanam menunjukkan padi dan jagung dalam kondisi baik, dibuktikan dengan tidak terjadinya kegagalan panen, kondisi kesuburan  lahan pertanian dapat pulih kembali. Pendekatan pengelolaan  DAS mikro, yang terukur, dengan aksi nyata  bersama masyarakat  terkena dampak dan para pihka yang terkait, dapat menyelesaikan konflik sosial yang terjadi akibat pencemaran pada lahan pertanian masyarakat.
Penentuan Initial Elevation untuk Mendukung Operasi Early Release Bendungan Sadawarna Wahyudi, Andri Puji; Wulandari, Dyah Ari; Sriyana, Ignatius
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 30, Nomor 1 (2024)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v30i1.62293

Abstract

Modifikasi Bendungan Sadawarna berupa penambahan pintu yang ditempatkan di samping kanan pelimpah yang berfungsi sebagai fasilitas early release bersama dengan bangunan pengambilan untuk menurunkan muka air waduk sebelum banjir datang. Penerapan early release pada penelusuran banjir di waduk membutuhkan initial elevation yang berbeda dengan initial elevation pada umumnya. Tujuan penelitian ini adalah menetapkan initial elevation baru dalam mendukung operasi early release Waduk Sadawarna. Penelitian dilakukan dengan menghitung debit banjir rencana kemudian melakukan penelusuran banjir lewat waduk dengan 3 skenario initial elevation. Metode yang digunakan untuk analisis debit banjir kala ulang adalah SCS (Soil Conservation Service). Metode penelusuran banjir menggunakan level pool routing dengan aplikasi HEC-HMS. Initial elevation ditetapkan dengan 3 (tiga) skenario yang dimulai dari initial elevation +75,25 mdpl, +77,00 mdpl dan +78,50 mdpl. Hasil analisis dari 3 skenario diperoleh initial elevation optimal yang dapat digunakan dalam operasi early release berada pada elevasi +77,00 mdpl. Hasil simulasi penelusuran banjir dengan initial elevation tersebut menghasilkan reduksi debit banjir rencana hingga debit kala ulang 50 tahunan dan menghasilkan recovery muka air waduk tercepat.