Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Literasi Digital Keamanan Siber pada Remaja menghadapi Social Engineering Effendy, M. Yusuf; Oktiani, Hestin
Wacana Publik Vol. 18 No. 1 (2024): Wacana Publik
Publisher : P3M STISIPOL Dharma Wacana Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37295/wp.v18i1.67

Abstract

Personal data protection and security in information transactions in the digital era are very important. The development of digital technology has given birth to various cybercrimes. Awareness of cyber security is the key to protecting yourself from social engineering related to several key security elements, namely passwords and Two-Factor Authentication (2FA). Teenagers (Gen Z) are the age group with the highest penetration on internet/cyber media, meaning that teenagers are also at greatest risk of experiencing cybercrime. Based on the results of the study, out of 100 respondents selected with the criteria of having email, social media, internet banking, and e-commerce accounts, teenagers as the largest users of internet media in general (70%) are aware of the existence of social engineering as a cybercrime, but most (54%) do not yet have knowledge about 2-factor authentication (2FA) as a way to protect personal data. Knowledge about cybercrime has not been accompanied by a high awareness to carry out good protection procedures against cybercrime, only 38%-42% of teenagers do it. In addition, the digital literacy they have is also not adequate to deal with cybercrime attacks, especially social engineering. Teenagers’ digital literacy in dealing with cybercrime is still inadequate and needs to be improved. Teenagers’ knowledge of 2-factor authentication (2FA) and the use of strong passwords and their awareness of the importance of taking cyber security measures are ways to deal with cybercrime attacks. More intensive training is needed on digital literacy, especially on cyber security in dealing with social engineering cybercrime.
Literasi Digital Keamanan Siber pada Remaja menghadapi Social Engineering Effendy, M. Yusuf; Oktiani, Hestin
Wacana Publik Vol. 18 No. 1 (2024): Wacana Publik
Publisher : LP3M Universitas Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37295/wp.v18i1.67

Abstract

Personal data protection and security in information transactions in the digital era are very important. The development of digital technology has given birth to various cybercrimes. Awareness of cyber security is the key to protecting yourself from social engineering related to several key security elements, namely passwords and Two-Factor Authentication (2FA). Teenagers (Gen Z) are the age group with the highest penetration on internet/cyber media, meaning that teenagers are also at greatest risk of experiencing cybercrime. Based on the results of the study, out of 100 respondents selected with the criteria of having email, social media, internet banking, and e-commerce accounts, teenagers as the largest users of internet media in general (70%) are aware of the existence of social engineering as a cybercrime, but most (54%) do not yet have knowledge about 2-factor authentication (2FA) as a way to protect personal data. Knowledge about cybercrime has not been accompanied by a high awareness to carry out good protection procedures against cybercrime, only 38%-42% of teenagers do it. In addition, the digital literacy they have is also not adequate to deal with cybercrime attacks, especially social engineering. Teenagers’ digital literacy in dealing with cybercrime is still inadequate and needs to be improved. Teenagers’ knowledge of 2-factor authentication (2FA) and the use of strong passwords and their awareness of the importance of taking cyber security measures are ways to deal with cybercrime attacks. More intensive training is needed on digital literacy, especially on cyber security in dealing with social engineering cybercrime.
Media Edukasi Citizen Journalism Berbasis Digital dan Peningkatan Kapasitas Masyarakat Desa di Bidang Produksi Konten dalam Rangka Optimalisasi Website Desa Sebagai Media Publikasi dan Promosi Potensi Desa Oktiani, Hestin; Wibawa, Agung; Gunawibawa, Eka Yuda; Effendy, M. Yusuf
Jurnal Pengabdian Dharma Wacana Vol 4, No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Dharma Wacana
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Kebudayaan Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37295/jpdw.v4i3.441

Abstract

Warga desa merupakan komponen penting dalam model pengembangan website desa, yang berperan dalam optimalisasi website desa sebagai sarana publikasi dan promosi potensi desa. Namun peran ini ini belum berjalan dengan baik. (Oktiani dkk, 2023). Hasil riset lain (Hestin Oktiani dkk, 2019) pada pengelolaan website desa di Kecamatan Pringsewu, diketahui pengelolaan website desa belum berjalan baik karena minimnya kompetensi pengelola untuk membuat konten website, keterbatasan SDM pengelola, kurangnya pembinaan terhadap pengelolaan website desa yang dilakukan oleh pihak pemerintah daerah terkait. Minimnya pelatihan yang terkait dengan tata kelola website desa dan pembuatan konten menjadi faktor lainnya. Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Pagelaran. Pada tahun 2020 pihak Dinas Kominfo Kabupaten Pringsewu telah memfasilitasi pembuatan website desa bagi desa yang berada di Kecamatan Pagelaran. Website desa belum dimanfaatkan secara optimal. Konten potensi desa masih minim, sedangkan website desa memiliki peran dan potensi yang besar sebagai sarana publikasi dan promosi potensi desa seperti budaya, pariwisata, produk UMKM, hasil pertanian, dan sebagainya. Upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga desa sebagai kontributor konten dan pengelola website desa dalam membuat konten website desa berbasis digital berupa berita, foto, dan video adalah penyuluhan dan pelatihan tentang penulisan berita, pembuatan foto dan video sederhana untuk dijadikan sebagai konten website desa. Kegiatan ini memanfaatkan buku saku, poster, dan modul digital tentang produksi konten yang disusun oleh Tim PKM sebagai media penyampai informasi pada peserta. Peserta berjumalah 22 orang yang terdiri dari warga desa dan pengelola website desa. Kegiatan ini telah mampu meningkatkan pengetahuan peserta mengenai hal-hal tersebut secara signifikan (25%-400%) dengan nilai post test 80%-100% benar. Adanya penyuluhan dan pelatihan membuat konten berbasis digital tentang  potensi desa,  yang kreatif dan bervariasi, merupakan solusi strategis dalam meningkatkan kemampuan warga desa agar dapat berkontribusi pada optimalisasi pemanfaatan website desa sebagai sarana publikasi dan promosi desa.
Peningkatan Kemampuan Penulisan Berita dan Etika Jurnalistik pada Remaja sebagai Pelaku Citizen Journalism di Era Digital (Penyuluhan dan Pelatihan pada Siswa SMUN 1 Pagelaran, Kabupaten Pringsewu) Hestin, Oktiani; Firman A., Abdul; Rezeki N., Fri; Effendy, M. Yusuf
Nemui Nyimah Vol. 3 No. 1 (2023): Nemui Nyimah Volume 3 Nomor 1
Publisher : FT Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/nm.v3i1.66

Abstract

Remaja adalah pengguna internet terbanyak yang harus memiliki kecerdasan bermedia, memiliki kemampuan untuk mengunggah dan mengunduh berita yang memenuhi kaidah jurnalistik. Remaja, dalam hal ini siswa SMU harus memiliki kemampuan menulis informasi/berita yang layak publikasi, bukan hoaks atau informasi yang melanggar hukum. Remaja juga harus memiliki kemampuan untuk menyeleksi informasi berita yang terpercaya. Kebebasan mengunggah informasi ke internet dengan berbagai platform media sosial, membuat peluang yang sangat besar bagi remaja untuk membagikan informasi tentang berbagai hal yang terjadi disekitarnya. Kondisi ini idealnya juga diikuti dengan peningkatan kemampuan remaja mengenai etika jurnalistik sehingga tidak akan menimbulkan masalah di kemudian hari. Kegiatan ini menjadi sangat penting, karena membekalai remaja yang dalam hal ini adalah siswa SMU Pagelaran dengan pengetahuan dan keterampilan untuk menjadi pelaku citizen journalism yang baik dan bertanggungjawab. Informasi/berita yang memenuhi kaidah jurnalistik dan berisi informasi positif dapat menjadi konten internet yang berkualitas dan mampu berkontribusi positif pada penyebaran informasi kepada public mengenai hal-hal yang ada di sekitarnya. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan yang dilakukan telah mampu mencapai hasil 70,4% peserta mengalami kenaikan yang cukup signifikan (20%- 39%) dalam hal pengetahuan/kemampuan tentang kegiatan jurnalistik, terutama dalam produksi berita dan etikanya. Hanya ada 16 orang (29,6%) yang mengalami kenaikan pengetahuan di bawah 20 %, yaitu kisaran 6%-19%. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini berhasil mencapai tujuan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan peserta tentang produksi informasi berita yang baik dan etika jurnalistik yang harus diterapkan dalam proses produksi maupun penyebarluasan informasi berita. Lebih jauh nantinya diharapkan siswa dapat menjadi anggota masyarakat yang secara aktif mempromosikan berbagai potensi yang ada di daerahnya.