Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Analysis of the Effect of Community Perceptions and Demographic Factors on the Behavior of the Covid-19 Booster Vaccination at the Telaga Murni Health Center, Bekasi Regency Fitriyah, Fitriyah; Tahun, Omega DR
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 5, No 4 (2022): Budapest International Research and Critics Institute November
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v5i4.7344

Abstract

Vaccination against Covid-19 in Indonesia has not gone well, many respondents do not believe that Covid-19 (SARS-CoV-2) is real or has the possibility to spread and threaten public health. Several respondents stated that the pandemic was a product of propaganda, conspiracy, hoax, and/or a deliberate attempt to spread fear through the media for profit. Many of the people are not willing to receive booster vaccines, various reasons arise and result in vaccination achievements not reaching the target. The purpose of this study was to determine the influence of public perceptions and demographic factors on booster vaccine behavior. This research was conducted at the Telaga Murni Health Center, Bekasi Regency in 2022. This type of research is a quantitative analytical survey with a cross-sectional study approach, the type of statistical test used is the Chi Square test. And the population in this study were all patients visiting the puskesmas, the sample being 85 respondents. Sample selection technique by means of Systematic Random Sampling. The results of statistical tests showed that the factors that influenced people's behavior in administering booster vaccines were: perception (p value=0.007), age (p value=0.026), and level of education (p value=0.003). While the variables that have no effect are gender (p value = 0.307) and occupation (p value = 1.0).
Analisis Pengetahuan dan Pengaruhnya terhadap Pernikahan Dini pada Remaja di Kampung Lebak Parahiang Novitasari, Dwi; Tahun, Omega DR
Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia Vol 13 No 04 (2023): Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia (Indonesian Midwifery Scientific Journal) Uni
Publisher : Q PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jiki.v13i04.3066

Abstract

Masa remaja seharusnya menjadi periode fisik, emosional, dan sosial perkembangan sebelum memasuki masa dewasa. Pernikahan remaja sering di kaitkan dengan fakta bahwa itu melanggar hak asasi anak, dan juga membatasi pilihan dan peluang mereka. Sementara prevalensi perkawinan dini di kalangan anak perempuan menurun, prevalensi pernikahan anak di antara anak laki-laki di Indonesia sepanjang 2015 - 2018 berdasarkan data statis tersebut menunjukkan kondisi meningkat. Dimana sekitar 1 dari 100 pria berusia 20-24 (1,06%) pada 2018 pernah menikah sebelumnya mencapai usia 18 dimana ini disebut pernikahan dini. Prevalensi ini sedikit meningkat sebesar 0.33 poin persentase dibandingkan dengan tahun 2015 (0,73%). (BPS, 2020). Tingkat pengetahuan seseorang berpengaruh terhadap perilaku. Tingkat pengetahuan bisa dipengaruhi oleh faktor pendidikan, semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka semakin tinggi pula tingkat pengetahuannya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengetahuan remaja tentang pernikahan dini dan pengaruhnya pada remaja di Kampung Lebak Parahiang. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional dan tehnik purposive sampling. Hasil uji statistic Fisher’s Exact Test menunjukkan nilai sebesar p = 0,000 yang berarti p < 0,05. Hal ini membuktikan adanya hubungan antara pengetahuan dengan pernikahan dini pada remaja. Adanya hubungan antara pengetahuan dengan pernikahan dini yang terjadi di Kampung Lebak Parahiang.
Pengaruh Aromaterapi Minyak Atsiri Mawar terhadap Intensitas Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif di Puskesmas Cisoka Kabupaten Tangerang Banten Widiarti, Siti Mugiya; Tahun, Omega DR
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i2.16636

Abstract

ABSTRACT In the active phase of first stage of labor, uterine contractions become more frequent, longer Background: In the active phase of first stage of labor, uterine contractions become more frequent, longer and more intense. The pain that occurs during this phase can affect the birth experience and the mother's comfort. Therefore, reducing pain in this phase is important. The aroma that comes from Rose Essential Oil aromatherapy works to influence a person's emotions with the limbic (via the olfactory system) and the emotional center of the brain. To determine the effect of rose essential oil aromatherapy on the intensity of labor pain in the first stage of the active phase at the Cisoka Community Health Center, Tangerang Banten Regency in 2024. Assessment of the intensity of labor pain using the Visual Analogue Scale (VAS) instrument before and after giving aromatherapy for 10 minutes. for 3 months from April to June 2024. The total respondents in this study were 30 respondents taken by purposive sampling. Data analysis was carried out. Statistical tests in this study were univariate analysis using central tendency and bivariate analysis using the dependent t-test (paired sample t). -test). Independent sample statistical test results t test value Sig. (2-tailed), namely 0.000, where 0.000 < 0.05, it can be concluded that there is a difference between giving and not giving essential oil aromatherapy to mothers in the first stage of labor. So the results of this study can be concluded that there is an influence of rose essential oil aromatherapy on pain intensity. Active phase first stage of labor at Cisoka Community Health Center, Tangerang Banten Regency in 2024. This method can be applied by mothers during labor as an intervention that is safe, comfortable and can help relieve pain. Keywords: Rose Essential Oil Aromatherapy, Intensity of Labor Pain in the First Stage of the Active Phase  ABSTRAK Pada persalinan kala I fase aktif, kontraksi rahim menjadi lebih sering, lebih lama’ dan lebih intens. Rasa nyeri yang timbul saat fase ini dapat mempengaruhi pengalaman persalinan dan kenyamanan ibu. Oleh karena itu, pengurangan nyeri pada fase ini menjadi penting. Aroma yang berasal dari aromaterapi Minyak Atsiri Mawar bekerja mempengaruhi emosi seseorang dengan limbic (lewat sistem olfaktori) dan pusat emosi otak. Untuk Mengetahui Pengaruh Aromaterapi Minyak Atsiri Mawar Terhadap Intensitas Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif Di Puskesmas Cisoka Kabupaten Tangerang Banten Tahun 2024. Penilaian  intensitas  nyeri  persalinan  ini  menggunakan  instrumen Visual Analogue Scale (VAS) sebelum  dan  sesudah  pemberian  aromaterapi  selama  10 menit. selama 3 bulan terhitung April sampai Juni 2024. Total reponden dalam penelitian ini adalah 30 responden  yang diambil dengan cara puposif sampling Analisis data dilakukan Uji statistik dalam penelitian ini dengan analisis univariat menggunakan tendensi sentral dan analisis bivariat menggunakan uji dependent t-test (paired sample t-test). Hasil uji statistic independen sampel t tes nilai Sig. (2-tailed) yaitu 0,000 yang mana 0,000 < 0,05 maka dapat di simpulkan ada perbedaan antara diberikan dan tidak diberikan aromaterapi minyak atsiri pada ibu bersalin kala I Sehingga hasil penelitian ini dapat di simpulkan terdapat adanya pengaruh aromaterapi minyak atsiri mawar terhadap intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif di Puskesmas Cisoka Kabupaten Tangerang Banten Tahun 2024. Metode ini dapat diterapkan oleh ibu bersalin dalam proses persalinan sebagai intervensi yang aman, nyaman, dan dapat membantu meredakan rasa nyeri. Kata Kunci: Aromaterapi Minyak Atsiri Mawar, Intensitas Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif
Perbedaan Antara Jus Terong Belanda dengan Jus Naga Terhadap Kenaikan Kadar HB pada Ibu Hamil Anemia di Posyandu SM Tahun, Omega Dr; Badriyah, Nur Laelatul
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i9.19310

Abstract

ABSTRACT Anemia is a medical condition characterized by a low red blood cell count or low levels of hemoglobin in the body. Red blood cells and hemoglobin play an important role in transporting oxygen from the lungs to the rest of the body. When a person is anemic, the oxygen supply carried by red blood cells becomes limited, which can lead to symptoms such as fatigue, weakness, paleness, and difficulty breathing. Anemia can be caused by a variety of factors, including iron deficiency, vitamin B12 deficiency, impaired red blood cell production, or damage to red blood cells (WHO, 2022). To find out the difference between Dutch eggplant juice and dragon fruit juice on the increase in HB levels in anemia pregnant women at the SM posyandu in 2024. Research design is the whole of planning to answer research questions and anticipate some difficulties that may arise during the research process (Novita Lusiana et al., 2021). The research design used was a Quasi experimental design, and the design used was a Non-equivalent Control Group Design.  The administration of Dragon Fruit Juice is more effective and efficient than the administration of Dutch Eggplant Juice on the increase in HB levels of pregnant women who experience anemia. It can be concluded that there is a difference between Dutch eggplant juice and dragon juice on the increase in Hb levels in anemia pregnant women at the SM Posyandu in 2024. Keywords: Dragon Juice, Dutch Eggplant, Hb Levels, Anemia  ABSTRAK Anemia adalah kondisi medis yang ditandai dengan jumlah sel darah merah yang rendah atau kadar hemoglobin yang rendah dalam tubuh. Sel darah merah dan hemoglobin berperan penting dalam mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Ketika seseorang mengalami anemia, pasokan oksigen yang dibawa oleh sel darah merah menjadi terbatas, yang dapat menyebabkan gejala seperti kelelahan, lemas, pucat, dan kesulitan bernapas. Anemia dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk defisiensi zat besi, kekurangan vitamin B12, gangguan produksi sel darah merah, atau kerusakan pada sel darah merah (WHO, 2022).  Untuk mengetahui perbedaan antara jus terong belanda dengan jus buah naga terhadap kenaikan kadar HB pada ibu hamil anemia di posyandu SM Tahun 2024. Desain penelitian adalah keseluruhan dari perencanaan untuk menjawab pertanyaan penelitian dan mengantisipasi beberapa kesulitan yang mungkin timbul selama proses penelitian (Novita Lusiana et al., 2021). Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi experimental design, dan rancangan yang digunakan adalah Non-equivalent Control Group Design. pemberian Jus Buah Naga lebih efektif dan efisien di bandingkan dengan pemberian Jus Terong Belanda terhadap peningkatan kadar HB ibu hamil yang mengalami anemia. Dapat disimpulkan bahwa, terdapat adanya Perbedaan Antara Jus Terong Belanda Dengan Jus Naga Terhadap Kenaikan Kadar Hb Pada Ibu Hamil Anemia Di Posyandu SM Tahun 2024. Kata Kunci: Jus Naga, Terong Belanda, Kadar Hb, Anemia
Pengaruh Pemberian Minuman Kombinasi Jahe dan Lemon untuk Mengurangi Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester I di Puskesmas Pebayuran Tahun, Omega Dr; Husnulaini, Kamah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i9.22070

Abstract

ABSTRACT Emesis Gravidarum is a condition of nausea and vomiting that occurs in early pregnancy, especially in the first four weeks, and usually decreases at twelve weeks of gestation. Although often accompanied by vomiting, the frequency is no more than five times a day. According to the World Health Organization, around 14% of pregnant women in the world experience this condition. In Indonesia, in 2021, the prevalence reached 67.9%, while in West Java Province, 13% of pregnant women experienced nausea and vomiting. This condition is often experienced by primigravida (80%) and multigravida (60%) pregnant women, so proper treatment is needed. To determine the effect of giving a combination of ginger and lemon drinks to reduce Emesis Gravidarum in pregnant women in the first trimester at the Pebayuran Health Center in 2024. Using a quantitative research type with a pre-experimental design using One Group Pretest-Posttest Design. The sample used was 30 pregnant women using the total sampling technique, and data analysis was carried out using the Wilcoxon Range List test to test the differences before and after giving a combination of ginger and lemon drinks. Shows a P value <0.001, which means there is a significant effect between giving a combination of ginger and lemon drinks on reducing Emesis Gravidarum in pregnant women in the first trimester. There is an effect of giving a combination of ginger and lemon drinks to reduce Emesis Gravidarum in pregnant women in the first trimester at the Pebayuran Health Center in 2024. It is hoped that these findings can provide an effective alternative therapy in reducing symptoms of nausea and vomiting in pregnant women and can be implemented by health institutions and the community as an additional solution in dealing with Emesis Gravidarum. Keywords: Emesis Gravidarum, Combination of Ginger and Lemon Drinks  ABSTRAK Emesis Gravidarum adalah kondisi mual muntah yang terjadi pada awal kehamilan, terutama pada empat minggu pertama, dan biasanya berkurang pada usia kehamilan dua belas minggu. Meskipun sering disertai muntah, frekuensinya tidak lebih dari lima kali sehari. Menurut World Health Organization, sekitar 14% wanita hamil di dunia mengalami kondisi ini. Di Indonesia, pada tahun 2021, prevalensi mencapai 67,9%, sedangkan di Provinsi Jawa Barat tercatat 13% ibu hamil mengalami mual muntah. Kondisi ini banyak dialami oleh ibu hamil primigravida (80%) dan multigravida (60%), sehingga penanganan yang tepat sangat diperlukan. Mengetahui pengaruh pemberian minuman kombinasi jahe dan lemon untuk mengurangi Emesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Pebayuran tahun 2024. Menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain pra-eksperimen menggunakan One Group Pretest-Posttest Design. Sampel yang digunakan sebanyak 30 ibu hamil menggunakan tehnik total sampling, dan analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon Range List untuk menguji perbedaan sebelum dan sesudah pemberian minuman kombinasi jahe dan lemon. Menunjukkan nilai P < 0.001, yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara pemberian minuman kombinasi jahe dan lemon terhadap pengurangan Emesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I. Terdapat pengaruh pemberian minuman kombinasi jahe dan lemon untuk mengurangi Emesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Pebayuran tahun 2024. Diharapkan temuan ini dapat memberikan alternatif terapi yang efektif dalam mengurangi gejala mual muntah pada ibu hamil dan dapat diimplementasikan oleh institusi kesehatan serta masyarakat sebagai solusi tambahan dalam menangani Emesis Gravidarum. Kata Kunci: Emesis Gravidarum, Minuman Kombinasi Jahe dan Lemon
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Ibu untuk Melakukan Sirkumsisi Pada Bayi di Kp. Sempu Gedang Kel.Cipare Serang-Banten Sofiati, Sofiati; Tahun, Omega Dr
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i2.16726

Abstract

ABSTRACT Male circumcision is the removal of the foreskin of the penis. The practice of circumcision has existed since ancient times. Circumcision is useful to cleanse the foreskin of impurities as a center for the formation of viruses and bacteria that can cause dangerous diseases. In Indonesia, the most common age is 5-12 years old. The reasons for the urgency of circumcision include religious, social, and medical. This study aims to determine the factors that influence the mother's decision to perform circumcision on infants in Kp. Sempu Gedang Kel.Cipare Serang-Banten in 2024. This study is a quantitative descriptive study with a retrospective approach. Samples were taken using purposive sampling method which amounted to 35 respondents. Bivariate analysis using chi square test. The study showed the influence of family support factors p value = 0.05 and information sources p value = 0.002 on the mother's decision to circumcise the baby. Mothers who do not want to perform circumcision in babies are related to attitudinal, socio-cultural factors and have low education and knowledge. Therefore, the role of health workers is to encourage and provide education about the benefits of medical circumcision without coercion. The role of health workers as educators must run well. Keywords: Circumcision, Decision, Baby, Mother  ABSTRAK Sunat pada pria adalah pengangkatan kulup penis. Praktik sunat sudah ada sejak zaman kuno. Sunat bermanfaat untuk membersihkan  dari kotoran yang terdapat di kulup sebagai pusat terbentuknya virus-virus dan bakteri-bakteri yang dapat menimbulkan penyakit-penyakit berbahaya.. Di Indonesia, usia yang paling sering adalah 5-12 tahun. Hal-hal yang membuat disegerakannya tindakan sirkumsisi, antara lain  agama, sosial, dan medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan ibu melakukan sirkumsisi pada bayi di Kp. Sempu Gedang Kel.Cipare Serang-Banten tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Sample diambil menggunakan metode  purposive sampling yang berjumlah 35 responde. Analisis bivariat menggunakan uji chi square. Penelitian menunjukan adanya pengaruh faktor dukungan keluarga p value = 0,05 dan sumber informasi p value = 0,002  terhadap keputusan ibu untuk melakukan sirkumsisi pada bayi. Ibu yang tidak mau melakukan sirkumsisi pada bayi berkaitan dengan faktor sikap, sosial budaya  serta memiliki pendidikan dan pengetahuan yang rendah. Oleh karena itu peran tenaga kesehatan untuk mendorong dan memberikan edukasi tentang manfaat sirkumsisi secara medis dengan tanpa adanya paksaan. Tenaga kesehatan sebagai peran educator memang harus berjalan dengan baik. Kata Kunci: Sirkumsisi, Keputusan, Bayi, Ibu
Analisis Kejadian Ibu Hamil dengan Preeklampsia di Puskesmas Tambora Jakarta Barat dan Puskesmas Padang Ratu Lampung Tengah Sulistyaningsi, Eka; Nuraini, Hani; Tahun, Omega DR
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i2.16704

Abstract

ABSTRACT Preeclampsia is a condition that can be fatal in the condition of pregnant women who are in the field and require immediate medical attention. The mother may experience severe complications from preeclampsia, such as pulmonary edema, hemolysis, neurology, hepatic, coagulation and fibrinolysis, and blood viscosity. Prematurity, oligohydramnios, and intrauterine growth retardation (IUGR) are the result of fetal pre-eclampsia. Placidation failure is usually the initial cause of preeclampsia. This study aims to examine the prevalence of preeclampsia in the Padang Ratu Lampung Tengah Health Center and the Tambora Health Center in West Jakarta. This study uses a quantitative retrospective descriptive research design. 425 respondents formed the sample size used in this study, which was determined through Porpusif Random Sampling. Secondary data is the one used. To collect secondary data for the study, observation sheets were used, and patient files containing patients giving birth were examined. Since the data is on a categorical scale, the data analysis uses the Chi-Square test to detect connections between variables. Age, education, occupation, parity, and family income are the variables included in the analysis of this study about the incidence of preeclampsia pregnancy in Tambora Health Center in West Jakarta and Padang Ratu Health Center in Central Lampung. Each p-value (0.015, 0.011, 0.007, 0.011, 0.015) is less than 0.05. Age, education, occupation, parity, and family income were the characteristics analyzed in relation to the incidence of preeclampsia in pregnant women at Tambora Health Center and Padang Ratu Health Center in Central Lampung. It is important to assess age, education, employment, equality, and family income so that pre-eclampsia in pregnant women does not recur.  Keywords: Age, Employment, Parity, Preeklampsia   ABSTRAK Preeklampsia adalah kondisi yang mungkin bisa berakibat fatal dalam keadaan ibu hamil yang berada di lapangan dan membutuhkan perhatian medis segera. Ibu mungkin mengalami komplikasi parah dari preeklampsia, seperti edema paru, hemolisis, neurologi, hati, koagulasi dan fibrionlysis, dan viskositas darah. Prematuritas, oligohidramnion, dan retardasi pertumbuhan intrauterin (IUGR) adalah hasil dari pre-eklampsia janin. Kegagalan plasnasi biasanya merupakan penyebab awal preeklampsia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji prevalensi kehamilan preeklamptik di Puskesmas Padang Ratu Lampun Tengah dan Puskesmas Tambora di Jakarta Barat. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif retrospektif kuantitatif. 425 responden membentuk ukuran sampel yang digunakan dalam penelitian ini, yang ditentukan melalui Porpusif Random Sampling. Data sekunder adalah yang digunakan. Untuk mengumpulkan data sekunder untuk penelitian ini, lembar observasi digunakan, dan file pasien yang berisi pasien yang melahirkan diperiksa. Karena data berada pada skala kategoris, analisis data menggunakan uji Chi-Square untuk mendeteksi koneksi antar variabel. Usia, pendidikan, pekerjaan, paritas, dan pendapatan keluarga adalah variabel yang masuk dalam analisis penelitian ini tentang kejadian kehamilan preeklampsa di Puskesmas Tambora Jakarta Barat dan Puskesmas Padang Ratu di Lampung Tengah. Setiap p-value (0,015, 0,011, 0,007, 0,011, 0,015) kurang dari 0,05. Usia, pendidikan, pekerjaan, paritas, dan pendapatan keluarga adalah karakteristik yang dianalisis dalam kaitannya dengan kejadian preekalmsia pada ibu hamil di Puskesmas Tambora dan Puskesmas Padang Ratu LampungTengah. Penting untuk menilai usia, pendidikan, pekerjaan, kesetaraan, dan pendapatan keluarga agar pre-eklampsia pada wanita hamil tidak terulang kembali. Kata Kunci: Usia, Pekerjaan, Paritas, Preekalmsia
Hubungan Senam Hamil pada Ibu Hamil Trimester 3 dengan Kelancaran Proses Persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Malingping Putri, Tiara Nurfadilla; Tahun, Omega DR
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 4 (2024): Volume 6 Nomor 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i4.11152

Abstract

ABSTRACT Pregnancy exercise is a method that can facilitate the delivery process and get relaxation for pregnancy, Exercise during pregnancy aims to provide readiness and train the muscles to function optimally during the delivery process (Varney in Semangga & Fausyah, 2021). In Malingping District, mothers with pregnancy disorders experienced during childbirth will number 8 in 2022, 20 in 2021, and 22 in 2020. The Malingping Inpatient Health Center organizes a Pregnant women's Exercise class program to provide education and understanding in order to make it easier for pregnant women and provide smoothness in carrying out the delivery process later. Knowing the relationship between Pregnancy Exercise for 3rd trimester Pregnant Women and the Smooth Delivery Process in the working area of the Malingping Inpatient Health Center in 2023. This research is quantitative with analytic correlation. The use of the purposive sampling technique with a total of 44 respondents participating in the Pregnant Women's Class program This study uses the Pregnancy Exercise variable as the independent variable and the Smooth Delivery Process variable as the dependent variable. The data used were medical records that were recorded at the Malingping Inpatient Health Center, which were then analyzed through Univariate analysis and Bivariate analysis using the Chi-Square Test in the SPSS program. Result of the 44 respondents, 31 (70.5%) routinely carried out pregnancy exercise activities and had a smooth delivery process. And based on the results of the Chi-Square Test, the sig.p. Value is 0.001, where the value is <0.05. There is a significant relationship between Pregnancy Exercise in the 3rd trimester and the smooth delivery process in the working area of the Malingping Inpatient Health Center in 2023. Keywords: Pregnancy Exercise, Smooth Delivery Process, 3rd Trimester Pregnant Women  ABSTRAK Senam Hamil merupakan salah satu metode yang dapat memudahkan proses persalinan dan mendapatkan relaksasi terhadap kehamilan, dimana senam pada masa kehamilan bertujuan agar memberikan kesiapan dan melatih otot agar berfungsi optiman pada saat proses persalinan (Varney dalam Semangga & Fausyah, 2021). Di Kecamatan Malingping, jumlah ibu dengan gangguan kehamilan yang dialami pada saat bersalin sebanyak 8 orang pada tahun 2022, 20 orang pada tahun 2021, dan 22 orang pada tahun 2020. Puskesmas Rawat Inap Malingping menyelenggarakan program kelas Senam Ibu Hamil guna memberikan edukasi dan pemahaman agar mempermudah Ibu Hamil dan memberikan kelancaran dalam melaksanakan proses persalinan nantinya. Mengetahui hubungan antara Senam Hamil pada Ibu Hamil trimester 3 dengan Kelancaran Proses Persalinan di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Malingping tahun 2023. Penelitian berjenis kuantitatif yang bersifat analitik korelasi. Penggunaan teknik Purposive Sampling dengan jumlah sebanyak 44 responden peserta Ibu Hamil dalam program Kelas Ibu Hamil. Penelitian ini menggunakan variabel Senam Hamil sebagai variabel independen dan variabel Proses Persalinan sebagai variabel dependen. Data yang digunakan merupakan rekam medik yang tercatat di Puskesmas Rawat Inap Malingping yang kemudian dianalisis melalui analisis Univariat dan analisis Bivariat dengan menggunakan Uji Chi-Square pada program SPSS. Dari total 44 orang responden, 31 orang (70,5%) diantaranya rutin melakukan kegiatan senam hamil dan menjalani proses persalinan dengan lancar. Dan berdasarkan hasil Uji Chi-Square, didapat Nilai Sig.p Value = 0,000, dimana nilai tersebut < 0,05. Adanya Hubungan antara Senam Ibu Hamil pada Ibu Hamil trimester 3 dengan kelancaran proses persalinan di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Malingping tahun 2023. Kata Kunci: Senam Hamil, Kelancaran Proses Persalinan, Ibu Hamil Trimester 3 
Perbandingan Pemberian Jeruk Manis dan Pisang Ambon terhadap Kadar Hb Ibu Hamil Anemia di Puskesmas Rawat Inap Maja Kabupaten Lebak Nuriah, Siti; Tahun, Omega DR
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 4 (2024): Volume 6 Nomor 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i4.11196

Abstract

ABSTRACT Anemia is a nutritional disorder that is often found and is a major nutritional problem in Indonesia. Maja Inpatient Health Center in Lebak Regency in 2021 out of 1,151 pregnant women who experienced anemia, 309 (26.8%) were in the mild anemia category, 305 pregnant women and 4 pregnant women with moderate anemia. One effort to increase Hb levels in anemic pregnant women is by increasing the absorption of iron from foods, such as sweet oranges and Ambon bananas. Knowing the comparison of giving sweet oranges and Ambon bananas to Hb levels of anemic pregnant women at the Maja Inpatient Health Center, Lebak Regency. Quasy experimental design with pretest-posttest design with control group design. The sample is pregnant women who experience anemia in January-February 2023 at the Maja Inpatient Health Center in Lebak Regency as many as 34 samples using a purposive sampling technique. The intervention was given 250g once a day for 7 days. Bivariate analysis used paired simple t test and independent t test. The results of the univariate study mean that the Hb level of anemic pregnant women before administration of Sweet Oranges was 9.835 gr/dl and after 11.224 gr/dl. The average Hb level of anemic pregnant women before administration of Ambon banana was 9,900 gr/dl and after 12,082 gr/dl. The bivariate results of the paired simple t test were 0.000 and the independent t test obtained a p value = 0.000. There are differences in Hb levels of anemic pregnant women between sweet oranges and Ambon bananas. Pregnant women are expected to be diligent in consuming foods that contain iron, one of which is Ambon bananas and sweet oranges so that they can increase Hb levels in the mother's blood, while the process of eating them apart from making juice can also be eaten directly. Keywords: Ambon Bananas, Sweet Oranges, Hb Levels in Anemia Pregnant Women  ABSTRAK Anemia merupakan salah satu penyakit gangguan gizi yang masih sering ditemukan dan merupakan masalah gizi utama di Indonesia. Puskesmas Rawat Inap Maja Kabupaten Lebak pada tahun 2021 dari 1.151 ibu hamil yang mengalami anemia sebanyak 309 (26,8%) dengan kategori anemia ringan sebanyak 305 ibu hamil dan anemia sedang sebanyak 4 ibu hamil. Salah satu upaya untuk meningkatkan kadar Hb ibu hamil anemia dengan meningkatkan penyerapan zat besi dari makanan, seperti jeruk manis dan pisang ambon. Mengetahui perbandingan pemberian jeruk manis dan pisang ambon terhadap kadar Hb ibu hamil anemia di Puskesmas Rawat Inap Maja Kabupaten Lebak. Quasy eksperimental desain dengan rancangan pretest-posttest with control group design. Sampel adalah ibu hamil yang mengalami anemia pada bulan Januari-Pebruari tahun 2023 di Puskesmas Rawat Inap Maja Kabupaten Lebak sebanyak 34 sampel dengan teknik purposive sampling. Intervensi diberikan 1 x sehari 250g selama 7 hari. Analisis bivariat menggunakan uji paired simple t test dan t test independent. Hasil penelitian univariat rata-rata kadar Hb ibu hamil anemia sebelum pemberian Jeruk Manis 9,835 gr/dl dan sesudah 11,224 gr/dl. Rata-rata kadar Hb ibu hamil anemia sebelum pemberian pisang ambon 9,900 gr/dl dan sesudah 12,082 gr/dl. Hasil penelitian bivariat uji paired simple t test sebesar 0,000 dan uji t test independent didapatkan nilai p value = 0,000. Terdapat perbedaan kadar Hb ibu hamil anemia antara pemberian jeruk manis dan pisang ambon. Ibu hamil diharapkan rajin mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi salah satunya buah pisang ambon dan jeruk manis agar dapat meningkatkan kadar Hb dalam darah ibu, adapun proses memakannya selain dibuat jus juga boleh dimakan langsung. Kata Kunci: Pisang Ambon, Jeruk Manis, Kadar Hb Ibu Hamil Anemia 
The Role of Health Education: Changing Knowledge and Attitude of Adolescents in Providing Reproductive Health Lenna Oktaviani; Mufarikhah, Linatul; Hanifa, Sarah; Tahun, Omega DR
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 11 (2024): November
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i11.8723

Abstract

Adolescence is a transitional phase towards adulthood, marked by sexual maturation and identity exploration. Reproductive health encompasses physical, mental, and social well-being. Sexual education, provided by both parents and schools, is crucial for preventing unwanted pregnancies, abortions, and sexually transmitted infections (STIs). This study examines the impact of sexual education on adolescents' knowledge and attitudes about reproductive health, focusing on high school students in Jakarta, Bekasi, and Pekalongan. Using an experimental method (one group pretest-posttest design) over three months (April-June 2024), the study involved 120 respondents who completed questionnaires. Data analysis included univariate health promotion analysis and bivariate analysis using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed a significant influence of sexual education on changes in knowledge and attitudes, with a p-value of 0.000 (p < 0.05). These findings suggest that health education interventions effectively enhance students' understanding and attitudes, providing valuable insights for schools in preventing unwanted pregnancies, abortions, and STIs.