Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Perlindungan Hukum Terhadap Pembeli Dalam Jual Beli Hak Atas Tanah Di Bawah Tangan Menurut Undang-Undang Pokok Agraria Nomor 5 Tahun 1960 Nasution, Hafni Cholida
Mediation : Journal of Law Volume 3, Nomor 3, September 2024
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/mjol.v3i3.2351

Abstract

Jual beli dibawah tangan menurut Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) tidak sesuai dengan peraturan pemerintah yang mengharuskan jual beli dilakukan dengan akta otentik. Jual beli tanah di bawah tangan adalah perjanjian jual beli tanah yang dilakukan di luar kantor Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Dalam Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA), jual beli tanah diwajibkan untuk didaftarkan di Kantor Pertanahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis aspek perlindungan hukum bagi pembeli dalam transaksi jual beli hak atas tanah yang dilakukan secara tidak resmi (dibawah tangan), serta mengevaluasi dampak hukum yang dihadapi oleh pembeli dalam konteks transaksi di bawah tangan berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif, yang fokus pada pencarian kebenaran berdasarkan aspek normatif hukum. Pendekatan penelitian ini adalah deskriptif analitis, dimaksudkan untuk memberikan gambaran tentang pelaksanaan peraturan hukum yang didasarkan pada ketentuan hukum yang berlaku. Pengumpulan bahan hukum dilakukan melalui inventarisasi bahan-bahan hukum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum bagi pembeli dalam transaksi jual beli hak atas tanah yang dilakukan secara tidak resmi tetap ada, baik dalam bentuk perlindungan hukum secara preventif maupun represif. Namun akibat hukum dari transaksi semacam itu adalah pembeli tidak dapat melakukan pendaftaran peralihan hak atas tanah atau mengajukan proses balik nama sertifikatnya ke Kantor Pertanahan Setempat. Selain itu, pembeli juga tidak memiliki alat pembuktian yang kuat jika timbul sengketa atau masalah hukum terkait tanah yang dibeli.
PENGARUH STRESS KERJA DAN BEBAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PASAR SWALAYAN MAJU BERSAMA MEDAN MALL Halawa, Erniwati; Sagala, Maduma Sari; Nasution, Hafni Cholida
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 8 No. 2 (2025): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 8 No 2 Juli 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Stres KerjaDan Beban Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Pasar Swalayan Maju BersamaMedan Mall.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitianini adalah karyawan pada pasar swalayan maju bersama medan mall dengan jumlah40 karyawan dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 40 karyawan. Teknikpengambilan sampel menggunakan sampling jenuh. Sumber data terdiri atas dataprimer dan data sekunder. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakananalisis regresi linier berganda. Penelitian ini menggunakan bantuan software SPSSversi 22. Hasil analisis regresi linier berganda yaitu Y= 6,688 + 0,265 + 0,602 + emenunjukkan bahwa stres kerja dan beban kerja berpengaruh positif dan signifikanterhadap kinerja karyawan . Hasil uji secara parsial menunjukkan bahwa stres kerjaberpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan yang dapat dilihatdari nilai thitung = 3,715 > ttabel = 1,687, serta variabel beban kerja juga berpengaruhpositif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai thitung = 2,723 > ttabel =1,687. Sedangkan secara simultan nilai Fhitung =40,709 > Ftabel 3,25 sehingga dapatdisimpulkan bahwa stres kerja dan beban kerja berpengaruh positif dan signifikanterhadap kinerja karyawan. Sementara Koefisien determinasi (R2) pada Adjusted RSquare sebesar 0,625 (62,5%), sedangkan untuk sisanya sebesar 27,5% dipengaruhioleh variabel lain di luar model.
Perlindungan Hukum Terhadap Pembeli Dalam Jual Beli Hak Atas Tanah Di Bawah Tangan Menurut Undang-Undang Pokok Agraria Nomor 5 Tahun 1960 Nasution, Hafni Cholida
Mediation : Journal of Law Volume 3, Nomor 3, September 2024
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/mjol.v3i3.2351

Abstract

Jual beli dibawah tangan menurut Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) tidak sesuai dengan peraturan pemerintah yang mengharuskan jual beli dilakukan dengan akta otentik. Jual beli tanah di bawah tangan adalah perjanjian jual beli tanah yang dilakukan di luar kantor Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Dalam Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA), jual beli tanah diwajibkan untuk didaftarkan di Kantor Pertanahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis aspek perlindungan hukum bagi pembeli dalam transaksi jual beli hak atas tanah yang dilakukan secara tidak resmi (dibawah tangan), serta mengevaluasi dampak hukum yang dihadapi oleh pembeli dalam konteks transaksi di bawah tangan berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif, yang fokus pada pencarian kebenaran berdasarkan aspek normatif hukum. Pendekatan penelitian ini adalah deskriptif analitis, dimaksudkan untuk memberikan gambaran tentang pelaksanaan peraturan hukum yang didasarkan pada ketentuan hukum yang berlaku. Pengumpulan bahan hukum dilakukan melalui inventarisasi bahan-bahan hukum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum bagi pembeli dalam transaksi jual beli hak atas tanah yang dilakukan secara tidak resmi tetap ada, baik dalam bentuk perlindungan hukum secara preventif maupun represif. Namun akibat hukum dari transaksi semacam itu adalah pembeli tidak dapat melakukan pendaftaran peralihan hak atas tanah atau mengajukan proses balik nama sertifikatnya ke Kantor Pertanahan Setempat. Selain itu, pembeli juga tidak memiliki alat pembuktian yang kuat jika timbul sengketa atau masalah hukum terkait tanah yang dibeli.
Liquidity Ratio Analysis for Evaluating Corporate Financial Performance: Evidence from PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk Listed on the Indonesia Stock Exchange Hasibuan, Risma Khoir; Ramadhani, Laily; Nasution, Hafni Cholida
Global Insights in Management and Economic Research Vol. 2 No. 01 (2026): February Issue Global Insights in Management and Economic Research
Publisher : INSPIRETECH GLOBAL INSIGHT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53905/Gimer.v2i01.06

Abstract

Purpose of the study: This study aims to evaluate the financial performance of PT. Charoen Pokphand Indonesia, Tbk during the period 2019-2023 based on liquidity ratios, specifically Current Ratio, Quick Ratio, and Cash Ratio. The research seeks to determine whether the company maintains adequate liquidity to meet short-term obligations and sustain operational efficiency. Materials and methods: This study employs a descriptive qualitative research design utilizing secondary data obtained from the audited annual financial statements of PT. Charoen Pokphand Indonesia, Tbk. The population comprises all financial reports of the company, with the sample consisting of five consecutive years of financial statements (2019-2023). Data analysis was conducted through liquidity ratio calculations and comparison against industry standard benchmarks. The analytical framework follows established financial ratio analysis methodologies as documented in contemporary accounting literature. Results: The findings reveal that PT. Charoen Pokphand Indonesia, Tbk demonstrates varying levels of liquidity performance across the three measured ratios. The Current Ratio achieved an average of 209%, exceeding the industry standard of 200%, indicating satisfactory short-term debt coverage capacity. However, the Quick Ratio averaged 112%, falling below the industry benchmark of 150%, suggesting potential challenges in meeting immediate obligations without inventory liquidation. Similarly, the Cash Ratio averaged 29%, significantly below the industry standard of 50%, indicating limited cash reserves relative to current liabilities. Conclusions: The study concludes that while PT. Charoen Pokphand Indonesia, Tbk maintains adequate overall liquidity as measured by the Current Ratio, the company exhibits suboptimal performance in more stringent liquidity measures. The declining trend in Quick Ratio and Cash Ratio over the five-year period warrants strategic attention to enhance cash management practices and reduce dependency on inventory for short-term obligation fulfillment.