Anas, Raki Faisal
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

OTORITAS BADAN PERPUSTAKAAN DAN ARSIP DAERAH (BPAD) DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA SEBAGAI KOORDINATOR KERJA SAMA DAN JARINGAN JOGJA LIBRARY FOR ALL Anas, Raki Faisal; Nurislaminingsih, Rizki
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 6, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.425 KB)

Abstract

Kegiatan jejaring perpustakaan di Indonesia tergolong masih jarang dilakukan oleh beberapaperpustakaan. Jumlah jaringan dan kerja sama perpustakaan masih sedikit, salah satunya adalahJogjalib for All. Jaringan perpustakaan ini merupakan jaringan antar perpustakaan di provinsiDaerah Istimewa Yogyakarta. Ada berbagai macam perpustakaan di dalamnya antara lainperpustakaan sekolah, umum, dan perguruan tinggi. Hal yang menarik adalah jaringanperpustakaan ini telah bertahan selama lebih dari satu dekade. Maka peneliti tertarik untukmeneliti proses manajerial, khususnya manajerial dari koordinator Jogjalib for All, yaitu BadanPerpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Daerah Istimewa Yogyakarta. Judul dari penelitian iniadalah “Otoritas Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Daerah Istimewa Yogyakartasebagai Koordinator dalam Kerja sama dan jaringan Jogjalib for All”. Tujuan dari penelitian iniadalah untuk mengetahui bagaimana otoritas/kewenangan yang dilakukan oleh BPAD DIY sebagaikoordinator dalam melakukan manajerial terhadap Jogjalib for All. Metodologi yang digunakanadalah kualitatif dengan metode naratif. Pengumpulan data pada penelitian ini hasil wawancaradengan informan Tim Pelaksana Kegiatan Pengembangan Jogjalib for All sejumlah 10 orang.Pemilihan informan tersebut dilakukan dengan cara non-probability sampling dengan bentukpurposive sampling. Hasil analisis yang didapatkan adalah BPAD DIY selaku koordinator jaringanperpustakaan telah melakukan tugasnya dengan baik. Kewenangan-kewenangan yang dilakukanoleh BPAD DIY tidak menunjukkan bahwa BPAD DIY merupakan koordinator yang otoriter.