Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Faktor-Faktor Kerentanan Sosial dan Lingkungan yang Berhubungan dengan Kejadian Malaria di Kabupaten Kulon Progo Yannie Isworo; Sudharto P Hadi; Onny Setiyani
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 3 (2023): July 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.3.725-734

Abstract

Kasus malaria masih terus terjadi sampai tahun 2022 di Kabupaten Kulon Progo. Pada bulan Maret 2022, ada penambahan 6 kasus lagi. Jadi eliminasi malaria di Kabupaten Kulon Progo belum berhasil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor kerentanan sosial dan lingkungan yang berhubungan dengan kejadian malaria di Kabupaten Kulon Progo. Jenis penelitian ini adalah metode analitik korelasi dengan rancangan cross sectional.  Sampel pada penelitian ini adalah 100 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Analisis dapat menggunakan Uji Statistik Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor sosial yang berhubungan signifikan dengan kejadian malaria di Kabupaten Kulon Progo adalah tingkat pendidikan, pekerjaan, pendapatan, pengetahuan, dan sikap.  Faktor lingkungan yang yang berhubungan signifikan dengan kejadian malaria di Kabupaten Kulon Progo adalah keberadaan hewan ternak dan dinding rumah. Sedangkan variabel jarak dengan gunung atau bukit, jarak rumah dengan tambak, jarak rumah dengan lagun atau rawa, habitat perkembangbiakan, dan lantai rumah tidak berhubungan signifikan dengan kejadian malaria di Kabupaten Kulon Progo.
Efektivitas Variasi Ukuran Mesh Arang Aktif Tempurung Kelapa Untuk Menurunkan Kadar Besi (Fe) Dan Mangan (Mn) Air Sumur Dengan Metode Filtrasi Rasid, Muhammad; Pramaningsih, Vita; Isworo, Yannie
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 12, No 4 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v12i4.83434

Abstract

Air sumur bor adalah alternatif masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari, namun sering mengandung besi (Fe) dan mangan (Mn) karena pelarutan alami. Sistem Filtrasi mengolah air dengan mengalirkannya melalui media filter. Penelitian bertujuan menganalisis efektivitas ketebalan arang tempurung kelapa dengan KOH sebagai aktivator menurunkan kadar Fe dan Mn. Metode yang digunakan adalah kuantitatif eksperimen semu dengan desain Non-Equivalent Control Group. Penelitian dilakukan di TPS 3R Mugirejo, Samarinda. Sampel adalah kadar Fe dan Mn air sumur bor. Data primer berasal dari pemeriksaan sebelum dan sesudah filtrasi dan data sekunder dari LABKESDA Samarinda. Hasil sebelum filtrasi, kadar Fe 3,06 mg/L, Mn 0,9 mg/L, pH 4. Pada kontrol (sampel A), Fe turun menjadi 2,89 mg/L, Mn naik menjadi 1,4 mg/L, pH 6. Filtrasi ketebalan arang 30 cm (sampel E), Fe menjadi 2,69 mg/L, Mn 0,7 mg/L, pH 7. Pada ketebalan 35 cm (sampel D), Fe 2,51 mg/L, Mn 0,1 mg/L, pH 7. Efektivitas filtrasi: kontrol Fe turun 5,56%, Mn naik 55,56%; arang 30 cm Fe turun 12,09%, Mn turun 22,22%; arang 35 cm Fe turun 17,97%, Mn turun 88,89%. Disimpulkan bahwa perlakukan dengan ketebalan 35 cm lebih efektif dalam menurunkan Fe dan Mn. Penelitian ini diharapkan memunculkan ide baru penggunaan karbon aktif dengan variabel berbeda.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Kelurahan Sindang Sari Melalui Penyuluhan Regulasi pembakaran Sampah Rahma Wardani, Aleycia Dwi; Kosasih, Abdi Hudzaifah; Mbejo, Adreina Chantika; Khairunnisa, Alifah; Khofifah, Annisa Faatin; Putra, Aditya Pramana; Rusdi, Rusdi; Isworo, Yannie
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 8, No 1 (2025): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v8i1.7250

Abstract

Menurut hasil pengumpulan data yang dilakukan di RT 03 dan RT 04, terdapat permasalahan kesehatan lingkungan yang dihadapi masyarakat seperti, masyarakat memiliki kebiasaan membakar sampah dan membuang sampah sembarangan. Masyarakat juga mengeluhkan tentang lokasi TPS yang jauh dari permukiman warga Kelurahan Sindang Sari, hal itu juga menjadi satu diantara penyebab masyarakat itu memilih tindakan membuang sampah sembarangan serta membakar sampah di sekitar tempat tinggal mereka. Kegiatan PBL tersebut bertujuan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat di RT 03 dan RT 04 tentang pentingnya regulasi pembuangan dan pembakaran sampah, serta pentingnya menjaga kebersighan drainase sebagai langkah pencegahan terhadap dampak lingkungan negatif akibat penyumbatan saluran drainasi. Langkah pertama yang dilakukan yakni penilaian tiap pertanyaan yang diisi, nilai setiap Tujuan pertanyaan jika menjawab ya yakni 1 dan jika jawabannya tidak diberi nilai 0. Selanjutnya dilakukan uji normalitas dengan aplikasi SPSS dalam meninjau data pada penelitian berdistribusi dengan normal ataupun tidak. 0,015 yang 0,05 sehingga data tidak berdistribusi dengan normal sehingga uji berikutnya dengan uji wilcoxom mengetahui Asymp. Sig. (2-tailed) bernilai 0,010. Sebab nilai 0,010 0,05 sehingga menyimpulkan  “Ha diterima” diartikan adanya perbedaan antara pengetahuan sebelum dan sesudah pada kegiatan penyuluhan “Regulasi tentang Membuang Sampah sembarangan dan Pembakaran sampah”. Dapat di simpulkan  Masyarakat kelurahan sindang sari kecamatan sambutan memiliki Tingkat pengetahuan yang baik tentang dampak pembakaran sampah, dampak pembakaran sampah terhadap lingkungan dapat menyebabkan pemanasan global, pencemaran air dan udara.
Cemaran Bakteri E. Coli pada Makanan Jajanan di Kantin Sekolah Dasar Wilayah Kelurahan Sidodadi, Kota Samarinda Isworo, Yannie; Rahmadani, Diana Amalia
Buletin Keslingmas Vol 43, No 4 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.4 TAHUN 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v43i4.11526

Abstract

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1096/MENKES/PER/VI/2011 mendefinisikan Higiene Sanitasi adalah upaya untuk mengendalikan faktor risiko terjadinya kontaminasi terhadap makanan, baik yang berasal dari bahan makanan, orang, tempat dan peralatan agar aman dikonsumsi. Makanan jajanan harus dijaga kebersihannya dan higienisnya agar tidak terkontaminasi bakteri yang membahayakan kesehatan. Bakteri Escherichia coli termasuk dalam famili Enterobacteriaceae. Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan uji Most Probable Number (MPN) seri 3 tabung dengan media Lauryl Triphtose Broth (LTB) dan melihat adanya cincin merah pada media. Dari 4 sampel makanan jajanan yang diperiksa, layak untuk dikonsumsi karena memenuhi syarat dan tidak melebihi standar yang ditetapkan dalam SNI 2897 tahun 2008 tentang metode pengujian cemaran mikroba dalam makanan, yaitu 3,6 MPN/gr untuk semua sampel makanan. Hal ini disebabkan oleh penerapan praktik kebersihan sanitasi kantin yang baik oleh penjamah makanan. Setiap penjamah kantin diharapkan bisa memperhatikan kebersihan kantin, peralatan masak, pemilihan bahan makanan yang baik, dan menjaga kebersihan diri.
Cemaran Bakteri E. Coli pada Makanan Jajanan di Kantin Sekolah Dasar Wilayah Kelurahan Sidodadi, Kota Samarinda Isworo, Yannie; Rahmadani, Diana Amalia
Buletin Keslingmas Vol. 43 No. 4 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.4 TAHUN 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v43i4.11526

Abstract

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1096/MENKES/PER/VI/2011 mendefinisikan Higiene Sanitasi adalah upaya untuk mengendalikan faktor risiko terjadinya kontaminasi terhadap makanan, baik yang berasal dari bahan makanan, orang, tempat dan peralatan agar aman dikonsumsi. Makanan jajanan harus dijaga kebersihannya dan higienisnya agar tidak terkontaminasi bakteri yang membahayakan kesehatan. Bakteri Escherichia coli termasuk dalam famili Enterobacteriaceae. Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan uji Most Probable Number (MPN) seri 3 tabung dengan media Lauryl Triphtose Broth (LTB) dan melihat adanya cincin merah pada media. Dari 4 sampel makanan jajanan yang diperiksa, layak untuk dikonsumsi karena memenuhi syarat dan tidak melebihi standar yang ditetapkan dalam SNI 2897 tahun 2008 tentang metode pengujian cemaran mikroba dalam makanan, yaitu < 3,6 MPN/gr untuk semua sampel makanan. Hal ini disebabkan oleh penerapan praktik kebersihan sanitasi kantin yang baik oleh penjamah makanan. Setiap penjamah kantin diharapkan bisa memperhatikan kebersihan kantin, peralatan masak, pemilihan bahan makanan yang baik, dan menjaga kebersihan diri.
The Relationship of Home Physical Environment and Family History with Pulmonary Tuberculosis in Gunung Tabur Isworo, Yannie; Prasasti, Alfi
JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN: Jurnal dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan Vol 23 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Lingkungan Volume 23 No. 1, Januari 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Jurusan Kesehatan Lingkungan Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkl.v23i1.1021

Abstract

Tuberculosis (TB) is a contagious lung infection that remains a significant public health problem, with a total of 92 cases reported in the Gunung Tabur Health Center working area. Physical environmental conditions of the household and family history are suspected to influence the transmission of this disease. This study employed a quantitative approach with a cross-sectional design. The research sample comprised 48 respondents, selected using a simple random sampling technique from the population of pulmonary TB patients. Data were collected through observation, interviews, and questionnaires, and subsequently analyzed using the Chi-Square test. The analysis revealed a significant relationship between air humidity (p = 0.049) and room temperature (p = 0.038) and the incidence of pulmonary TB. In contrast, no significant relationships were observed for lighting (p = 0.098), residential density (p = 0.078), and family history (p = 0.670). In conclusion, household physical environmental conditions, particularly suboptimal air humidity and room temperature, are associated with the incidence of pulmonary TB in the Gunung Tabur Health Center working area.
HUBUNGAN KEJADIAN MALARIA DENGAN PENGGUNAN KELAMBU DAN OBAT ANTI NYAMUK DI KELURAHAN SOTEK KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA TAHUN 2015 Sari, Ayu Yustikha; Oktaviani, Lisa Wahidatul; Isworo, Yannie
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 2 No 2 (2016): July-December
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.264 KB) | DOI: 10.24903/kujkm.v2i2.316

Abstract

The number of cases of malaria in Sub Sotek higher than the number of cases in the disctrict of another , the latter case followed in the dictrict Rico, Buluminung, Sepan , and the last case of malaria in the village of Bukit Subur is malaria cases lows in the working area health centers Sotek ( PHC Sotek, 2014 ). This research aims to find out whether identificationof the corelatiaon incidence of malaria with of the use mosquito nets and insect repellentt At Sotek District Penajam Paser Utara, the correlation with the incidence of malaria bed nets, whether there is a relationship incidence of malaria by using mosquito repellent. This study is an observational study that analytic study method using case control study design . Data collection techniques using direct interviews , and questionnaires . The data analysis starts from coding data. Then data entry using the Software. There are currently no events malarian relationship with the use of nets with the coefficient of Contingenci ( p > 0.05 ; p = 0.290 ) risk value Odds Ratio ( OR ) of 2.500 . There was no relationship incidence of malaria by using mosquito repellent ( p > 0.05 ; p = 1.000 ) with the results of the risk Odds Ratio ( OR ) of 1000. There is no corelation with the incidence of malaria bed nets and anti mosquito in the district Sotek Penajam Paser Utara Year 2015. Thus, it is suggested that respondents are expected to continue to use anti- mosquito bed nets and drugs to prevent malaria , and familiarize out at night by not using clothing that covers arms and legs
Pembuatan filter air menggunakan arang aktif di TPS 3R terpadu Mugirejo Samarinda Vita Pramaningsih; Yannie Isworo; Devi Ratnasari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26960

Abstract

Abstrak Air merupakan kebutuhan dasar manusia yang vital untuk kehidupan sehari-hari. Kualitas air yang baik sangat penting untuk kesehatan. TPS 3R Terpadu Samarinda, menggunakan air sumur bor untuk keperluan operasional sehari hari tetapi kualitas airnya tidak memenuhi syarat, dimana air berwarna kuning. Penggunaan filter air berbasis arang aktif menjadi solusi yang efektif, ekonomis, dan ramah lingkungan untuk meningkatkan kualitas air. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat di yang dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2024 adalah untuk mengukur tingkat pemahaman pegawai TPS 3R tentang manfaat filter. Metode pengabdian ini menggunakan ceramah dan praktik demonstrasi pembuatan dan pengoperasian filter. Kegiatan ini melibatkan 15 orang yaitu pengelola TPS 3R lokasi tempat pembuatan filter. Hasil kegiatan yang telah dilaksanakan, pengolahan air di TPS 3R Terpadu berhasil memberikan pemahaman tentang manfaat filter air kepada pegawai lapangan TPS 3R. Mayoritas responden > 50% memiliki pemahaman yang baik terhadap manfaat, ketersediaan bahan, dan cara pemeliharaan filter. Filter air yang dibuat dengan menggunakan arang aktif mampu meningkatkan kualitas air. Kata kunci: arang aktif;  filter; teknologi sederhana. Abstract Water is a vital basic need for humans in daily life. Good water quality is essential for health. However, water quality is often contaminated due to poor waste management. Therefore, the use of activated charcoal-based water filters becomes an effective, economical, and environmentally friendly solution to improve water quality. The community service activity at the Samarinda Integrated 3R TPS aims to improve the quality of bore well water, support sustainable environmental management, and serve as an example of the implementation of simple water management technology. This program involves TPS workers in the process of making and maintaining water filters through training and outreach. As a result of this activity, water treatment at the Integrated 3R TPS successfully provided field workers with understanding and knowledge about the benefits of water filters. Water filters made using activated charcoal were able to improve water quality. Keywords: filter; active carbon; simple technology.
The Effect of Variations in Thickness and Mesh Size of Activated Carbon Media Based on Kepok Banana Peel and Coconut Shell on the Effectiveness of Iron (Fe) and Manganese (Mn) Reduction in Well Water : Pengaruh Variasi Ketebalan dan Ukuran Mesh Media Karbon Aktif Berbasis Kulit Pisang Kepok dan Tempurung Kelapa terhadap Efektivitas Penurunan Besi (Fe) dan Mangan (Mn) pada Air Sumur Bor Yanti, Devi; Pramaningsih, Vita; Isworo, Yannie
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 27 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi Lingkungan
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Berdasarkan hasil laboratorium, nilai besi (Fe), mangan (Mn), dan pH pada sumur bor TPS 3R Terpadu Samarinda melebihi baku mutu yaitu secara berturut-turut 3,06 mg/L, 0,9 mg/L, dan 4. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efektivitas penurunan besi dan mangan dengan variasi ketebalan dan ukuran mesh karbon aktif kulit pisang kepok dan tempurung kelapa dengan metode kuantitatif ekperimen semu dengan desain Non-Equevalent Control Group. Terjadi penurunan nilai Fe dan Mn serta perubahan pH untuk filtrasi dengan arang aktif tempurung kelapa pada ketebalan 30 cm dan 35 cm serta pada penggunakan arang aktif kulit pisang kepok dengan ketebalan 20 cm dan 30 cm. Penurunan nilai Fe dan Mn juga terjadi pada variasi ukuran mesh 4 dan ukuran mesh 8. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan ketebalan dan ukuran mesh terhadap penurunan kadar besi dan mangan dengan nilai Fisher Exact Test 0,029<0,05. Semakin tebal arang aktif maka persentase penurunan Fe dan Mn juga semakin besar karena semakin lama air berkontak dengan arang aktif.   Abstract Based on laboratory results, the values of iron (Fe), manganese (Mn), and pH in the borehole well TPS 3R Terpadu Samarinda exceed quality standards of 3.06 mg/L, 0.9 mg/L, and 4, respectively. Therefore, this study aims to determine the relationship between the effectiveness of iron and manganese reduction and variations in the thickness and mesh size of activated carbon derived from kepok banana peel and coconut shell, using a quasi-experimental quantitative method with a Non-Equivalent Control Group design. There was a decrease in Fe and Mn values ​​and changes in pH for filtration with coconut shell activated carbon at a thickness of 30 cm and 35 cm, and when using activated carbon from kepok banana peel with a thickness of 20 cm and 30 cm. The decrease in Fe and Mn values ​​also occurred in variations in mesh size 4 and mesh size 8. Based on these results, it can be concluded that there is a relationship between thickness and mesh size and the decrease in iron and manganese levels, with a Fisher's Exact Test value of 0.029 < 0.05. The thicker the activated carbon, the greater the percentage of Fe and Mn reduction, because the longer the water remains in contact with it.