SETYAWAN, ADES
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE (TEAM GAMES TOURNAMENT)  DENGAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG TERHADAP HASIL BELAJAR PASSING BAWAH PADA PERMAINAN BOLAVOLI SETYAWAN, ADES
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2014): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada dasarnya pendidikan jasmani adalah pendidikan yang berkaitan dengan jasmani dan perlu diberikan di lembaga pendidikan karena aktivitas jasmani yang berbentuk latihan memberikan manfaat bagi peserta didik dalam bentuk kesegaran jasmani dan pemeliharaan kesehatan. Dalam proses pembelajaran, guru mempunyai  pilihan mengenai strategi mengajar dan model pembelajaran serta media yang tepat sesuai dengan materi yang disampaikan demi tercapainya tujuan pembelajaran. Pada penelitian ini peneliti melakukan penelitian tentang perbandingan model pembelajaran kooperatif tipe (Team Games Tournament) dengan model pembelajaran langsung terhadap hasil belajar passing bawah pada permainan bolavoli. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah (1) Terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata hasil belajar sebelum dan sesudah menerima model pembelajaran kooperatif tipe (TGT). (2) Terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata hasil belajar sebelum dan sesudah menerima model pembelajaran langsung. Sedangkan hasil yang diperoleh pada Uji Independent sample t-test  nilai t-hitung lebih kecil dari pada t-tabel (thitung 0,550 < nilai ttabel 2,021). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa perbandingan antara siswa yang diberi perlakuan dengan model pembelajaran kooperatif tipe (Team Games Tournament) dan siswa yang diberi perlakuan dengan model pembelajaran langsung tidak mempunyai perbedaan yang bermakna. Kata Kunci: model pembelajaran kooperatif tipe (Team Games Tournament), model pembelajaran langsung, hasil belajar passing bawah bolavoli. Abstract Basically physical education is an education that related to physical and educational institutions should be given in the form of physical activity due to exercise because it is really useful for the students for their health maintenance. During learning process, teachers have some choices in learning strategy, learning model and the right media for learning process. To catch the goal, media have to be appropriate with the learning material while learning process. In this research, the researcher do comparison between the cooperative learning model (team games tournament) and the direct learning model toward learning result in down passing in the volley game. The result is (1) there isa significant difference between the average learning outcomes before and after receiving cooperative learning model (TGT). (2) There is a significant difference between the average learning outcomes before and after receiving direct learning model. While the independent test result is t-test value and t-test numbers are smaller than t-table(tcount 0,550 < nilai ttabel 2,021). It can be said that the comparison between the students who have receive the comparative learning model (Team Games Tournament) and the students who have receive direct learning model do not have significant difference. Keywords:            the cooperative learning model (team games tournament) and the direct learning model toward learning result in under passing in the volley game
Pengaruh model pelatihan rendah, sedang, dan tinggi terhadap perubahan kandungan gula (glukosa) dalam darah pada pasien diabetes mellitus Setyawan, Ades; Setyaningsih, Puji
Journal of Physical Activity (JPA) Vol. 1 No. 1 (2020): Published in January 2020
Publisher : Asosiasi Program Studi Olahraga PGRI Indonesia (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada kondisi normal, glukosa adalah sumber energy utama bagi sel-sel dalam tubuh yang membentuk otot juga jaringan, termasuk juga untuk otak, namun jika berlebih dapat memicu penyakit gula darah (diabetes). Bentuk latihan atau model aktivitas fisik merupakan salah satu cara untuk mengurangi kadar gula dalam darah. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh dosen Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi di Universitas PGRI Banyuwangi. Sampel penelitian adalah dosen yang mengidap penyakit diabetes mellitus. Instrumen tes menggunakan alat uji kadar gula. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis aktivitas fisik terbaik pada perubahan gula dalam darah pada penderita diabetes mellitus. Jenis aktivitas fisik yang di variasi adalah low, medium dan high. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kadar gula pada aktivitas fisik low 4,71%, medium 14,67%, dan high 31,96% untuk orang normal. Sedangkan pada penderita diabetes mellitus untuk aktivitas low 2,03%, medium 7,38%, dan high 14,21%. Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pada penderita diabetes mellitus penurunan gula dalam darah berdasarkan jenis aktivitas fisik masih sangat rendah dibandingkan pada orang normal. Hal ini sesuai bahwasannya penderita diabetes mellitus, hormon insulin tidak dapat bekerja dengan maksimal dalam memproses glukosa menjadi energi.