Pada kondisi normal, glukosa adalah sumber energy utama bagi sel-sel dalam tubuh yang membentuk otot juga jaringan, termasuk juga untuk otak, namun jika berlebih dapat memicu penyakit gula darah (diabetes). Bentuk latihan atau model aktivitas fisik merupakan salah satu cara untuk mengurangi kadar gula dalam darah. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh dosen Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi di Universitas PGRI Banyuwangi. Sampel penelitian adalah dosen yang mengidap penyakit diabetes mellitus. Instrumen tes menggunakan alat uji kadar gula. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis aktivitas fisik terbaik pada perubahan gula dalam darah pada penderita diabetes mellitus. Jenis aktivitas fisik yang di variasi adalah low, medium dan high. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kadar gula pada aktivitas fisik low 4,71%, medium 14,67%, dan high 31,96% untuk orang normal. Sedangkan pada penderita diabetes mellitus untuk aktivitas low 2,03%, medium 7,38%, dan high 14,21%. Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pada penderita diabetes mellitus penurunan gula dalam darah berdasarkan jenis aktivitas fisik masih sangat rendah dibandingkan pada orang normal. Hal ini sesuai bahwasannya penderita diabetes mellitus, hormon insulin tidak dapat bekerja dengan maksimal dalam memproses glukosa menjadi energi.
Copyrights © 2020