This study aims to analyze the effect of the use of e-samsat and the quality of tax services on the level of compliance of motor vehicle taxpayers at the Bekasi Regency Samsat Office in 2024. The background of this study is based on the lack of awareness of taxpayers in paying motor vehicle tax in Bekasi Regency as evidenced by the amount of motor vehicle tax revenue that is not comparable to the number of motor vehicles registered at the Bekasi Regency Samsat Office. This study uses a quantitative approach. The data collection technique used is primary data, namely data collected directly by the author by distributing research instruments in the form of questionnaires. The sampling technique uses the accidental sampling method with a sample size of 100 people. This study is based on three main theories, namely Attribution Theory which discusses the importance of understanding the causes behind a person's behavior whether caused by internal or external factors; Technology Acceptance Model discusses the importance of user acceptance of technology; and Legitimacy Theory discusses the importance of the perception that an organization, action, or decision is considered legitimate or acceptable to society or certain groups. Based on the results of the research conducted, it shows that simultaneously the variables of e-samsat usage and the quality of tax services have a significant effect on the level of compliance of motor vehicle taxpayers in Bekasi Regency in 2024. However, in the partial test results, the use of e-samsat did not have a significant effect on the level of compliance of motor vehicle taxpayers in Bekasi Regency in 2024, while the quality of tax services had a significant effect on the level of compliance of motor vehicle taxpayers in Bekasi Regency in 2024. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan e-samsat dan kualitas pelayanan pajak terhadap tingkat kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor di kantor samsat Kabupaten Bekasi tahun 2024. Latar belakang penelitian ini didasarkan karena kurangnya keasadaran wajib pajak dalam membayar pajak kendaraan bermotor di kabupaten Bekasi yang dibuktikan dengan adanya jumlah penerimaan pajak kendaraan bermotor yang tidak sebanding dengan jumlah kendaraan bermotor yang terdaftar di kantor samsat kabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui data primer, yaitu data yang dikumpulkan langsung oleh penulis dengan menyebarkan instrument penelitian berupa kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode accidential sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 orang. Penelitian ini didasarkan pada tiga teori utama, yaitu Attribution Theory yang membahas pentingnya memahami penyebab dibalik perilaku seseorang apakah disebabkan oleh faktor internal atau eksternal; Technology Acceptance Model membahas pentingnya penerimaan pengguna terhadap teknologi; serta Legitimacy Theory membahas pentingnya persepsi bahwa suatu organisasi, tindakan, atau keputusan dianggap sah atau dapat diterima oleh masyarakat atau kelompok tertentu. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa secara simultan variabel penggunaan e-samsat dan kualitas pelayanan pajak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor di Kabupaten Bekasi tahun 2024. Namun pada hasil uji secara parsial penggunaan e- samsat tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor di Kabupaten Bekasi tahun 2024, sedangkan kualitas pelayanan pajak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor di Kabupaten Bekasi tahun 2024.