p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknodik
Al-Ayubi, Muhammad Shalehuddin
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMANFAATAN GOOGLE TRANSLATOR SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PADA TERJEMAHAN TEKS BERITA ASING Al-Ayubi, Muhammad Shalehuddin
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 21 No. 2, Desember 2017
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.405 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v21i2.225

Abstract

Kehadiran google terjemahan merupakan salah satu media yang bisa memudahkan pembelajar untuk menerjemahkan berbagai jenis teks kedalam bahasa yang diinginkan. Pembelajaran Bahasa Inggris bisa menjadi mudah dengan hadirnya media penerjemah yanng populer dengan nama google translate. Namun, seringkali pembelajar menemukan kesalahan dan kejanggalan dalam terjemahan teks yang dimasukkan. Melalui penelitian ini, kejanggalan itu dijawab dengan analisis terhadap keberterimaan terjemahan teks berita yang diterjemahkan dengan google terjemahan, dan dibandingkan dengan hasil terjemahan dari sebuah kantor berita. Teks berita diambil sebagai teks umber karena teks berita merupakan jenis teks yang umum dibaca masyarakat, bahkan bisa menjadi salah satu materi dalam pembelajaran kosa kata bahasa inggris. Dalam dunia penerjemahan, ada dua bentuk kesepadanan yang menjadi acuan, yaitu kesepadanan formal dan kesepadanan dinamis. Masing-masing bentuk kesepadanan memiliki kriteria tersendiri yang harus dimiliki oleh sebuah teks terjemahan. Penelitiaan ini adalah penelitian deskriptif kualitatif untuk satu kasus. Data objektif yang dianalisis adalah naskah teks terjemahan pada berita di media online dari kantor berita asing yang dijadikan sebagai teks sumber.Teknik pengambilan sample berita dilakukan secara acak. Dari hasil penelitian ditemukan fakta bahwa bentuk kesepadanan formal hampir bisa dicapai oleh teks terjemahan google translate, namun berdasarkan parameter dan skala keberterimaan yang peneliti gunakan, dapat disimpulkan bahwa teks terjemahan google tidak tergolong dalam teks terjemahan dengan keberterimaan yang baik. Sedangkan teks terjemahan dari jurnalis kompas.com sebagai pembanding, ditemukan fakta bahwa meskipun tidak mencapai kesepadanan formal, terjemahan jurnalis kompas masuk ke dalam kategori teks terjemahan dengan keberterimaan yang baik.   
PEMBELAJARAN ASTROFISIKA BERBASIS LITERASI AL-QUR’AN DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI PEMBELAJARAN Al-Ayubi, Muhammad Shalehuddin
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 1, Juni 2021
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.v25i1.780

Abstract

Dalam dunia pendidikan, masih terdapat pemisahan antara pembelajaran keagamaan dengan pembelajaran ilmu pengetahuan yang bersifat umum. Padahal dalam Al-Qur’an, seringkali tersurat ayat-ayat yang membahas ilmu pengetahuan. Salah satunya adalah tentang ilmu astrofisika. Penelitian ini bertujuan menyusun model pembelajaran astrofisika berbasis literasi Al-Qur’an dengan memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Metode penelitian yang digunakan adalah pengamatan fenomena lalu telaah ayat (minal waqi ilannash) serta melalui kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran astrofisika sangat mungkin dilakukan dengan basis literasi Al-Qur’an. Ada beberapa metode yang bisa dilakukan, di antaranya adalah membaca tafsiran ayat tentang langit dan benda-bendanya; mengamati fenomena alam; dan mengolah data hasil pengamatan. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran agama dan pembelajaran ilmu pengetahuan umum atau sains bisa terintegrasi dalam satu konsep yang utuh, tidak terpisahkan.In the field of education, there is still tendency of dichotomy between religious learning and science. In fact, we can find a lot of verses in Qoran that states on science. One of them is about astrophysics. The objective of this research is to develop Koran Literacy-based Astrophysics Learning Model by Using Information and Communication Technology (ICT). The research method is observation on the phenomena which is continued by verse study (minal waqi ilannash) and literature review. The result shows that astrophysics learning is most likely carried out on the basis of Koran literacy. There are some strategies that can be taken. Some of them are reading the interpretation of verses about the sky and its things; observing the nature phenomena; and processing the data of observation result. This indicates that religious learning and science learning can be integrated in a whole concept.
Desain Pembelajaran Kolaboratif Abad 21 Berbasis Nilai Al-Qur’an Dan Kontribusinya Bagi Murid Introver Al-Ayubi, Muhammad Shalehuddin; Muhammad Shalehuddin
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 29 No. 2, Desember 2025
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/pe07yc02

Abstract

21st-century collaborative learning is generally designed with the assumption that active verbal participation and open social interaction are indicators of learning success. This assumption has the potential to marginalize introverted students who have reflective tendencies, deep thinking, and need a psychologically safe space. This article aims to describe and analyze Quranic Collaborative Learning Innovation (QCLI) as a 21st-century collaborative learning model that is friendly to introverted students by integrating Qur'anic values ​​​​and principles of educational psychology. The study uses a qualitative approach through literature studies confirmed by observation, interviews, and focus group discussions. Data analysis was conducted using triangulation to maintain the validity of the findings. The results show that QCLI is built on five Qur'anic value syntax, namely tasyakkur, ta'āruf, ta'āwun, tafakkur, and tadzkiah, which form a reflective, inclusive, and humanistic collaborative learning. This model contributes to increasing meaningful participation, psychological comfort, and strengthening the character of introverted students in 21st-century learning