This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknodik
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MEMFASILITASI PEMELAJAR MODERN DENGAN VIDEO PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF DAN MENARIK Facilitating Modern Learners with Effective and Interesting Instructional Video Mega, Nur Arfah; Nissa, Hairun; Nugraha, Amar
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 2, Desember 2019
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.459 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i1.518

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan kebutuhan siswa sebagai pemelajar modern terhadap jenismedia, materi pembelajaran, format media, narasumber, jenis bahasa yang digunakan, pemanfaatan,durasi dan saluran penyampaian dalam rangka pengembangan video pembelajaran yang mengaktifkandan melibatkan siswa secara penuh dan bermakna dalam proses pembelajaran. Penelitian inimenggunakan pendekatan kuantitatif, dengan metode survei dan wawancara ahli. Teknik pengambilansampel dalam metode survei menggunakan metode purposive random sampling dengan jumlahresponden sebanyak 2.096 siswa dari jenjang SMP, SMA dan SMK. Pengambilan data dilakukanmelalui survei daring menggunakan aplikasi google form. Survei dilakukan pada tanggal 1 sampaidengan 16 November 2018. Hasil penelitian menunjukkan: 44% responden menganggap videomembantu memudahkan pemahaman terhadap materi pembelajaran; 56,5% responden memilihmatematika sebagai materi pembelajaran yang paling dibutuhkan untuk dikembangkan menjadi videopembelajaran; format video animasi (42,8%) sebagai format video yang paling disukai; guru adalahnarasumber yang disukai untuk menyampaikan materi (43,7%); bahasa sehari-hari (69%) dianggappaling sesuai untuk digunakan dalam penyampaian materi dalam video pembelajaran; 63,4%responden menggunakan video pembelajaran untuk mendukung/ memperkarya pemahaman; 36,8%responden memilih 6-10 menit sebagai durasi ideal untuk video pembelajaran; dan 92% respondenmemilih handphone sebagai perangkat yang paling sering digunakan untuk mengakses video untukbelajar.This research aims to find out the students’ (modern learner) needs (type of media, subject matter, video format, talents, language, utilization, duration, and channel) in using instructional video to make learning as an active and engaging process. This research uses a quantitative approach, with a survey and interview with the expert. The sampling technique in the survey method used purposive random sampling, with the number of respondents 2096 students from the junior high, senior high (general and vocational).. Data retrieval is done by an online survey using google form, which is distributed on November 1 to 16, 2018. The results of the study show that: 44% of respondents still consider video as a medium that makes them understand the subject matter easier; Math chosen by 56.5% respondents as subject matter that need to be develop as instructional video; animation (42.8%) as their favourite video format; teacher (43.7%) as a person who deliver the content; conversational language (69%) as a suitable language; 63.4% respondents using instructional video to support/enrich their understanding; 6 to 10 minutes (36.8%) as an ideal duration for instructional video; and handphone (92.6%) as a device to access the video for learning
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN TERINTEGRASI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI PADA SANGGAR KEGIATAN BELAJAR: The Need Analysis of ICT-integrated Instructional Model Development in Learning Activity Centre Nurhayati, Ai Sri; Kusnandar, Kusnandar; Mega, Nur Arfah; Warisno
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 1, Juni 2022
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.vi.793

Abstract

Analisis yang dilakukan bertujuan mengidentifikasi kebutuhan inovasi model pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) ditinjau dari aspek infrastruktur TIK, kesiapan pendidik, peserta didik, dan tenaga kependidikan, dukungan kebijakan, motivasi peserta didik, serta inovasi model pembelajaran yang memanfaatkan TIK. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini meliputi: 1) apa saja infrastruktur TIK minimal yang diperlukan untuk mengembangkan model pembelajaran inovatif berbasis TIK di SKB; 2) bagaimana kesiapan pendidik dan peserta didik dalam pengembangan model pembelajaran inovatif berbasis TIK di SKB; 3) bagaimana dukungan kebijakan terkait pemanfaatan TIK untuk pengembangan model pembelajaran inovatif; (4) bagaimana tingkat motivasi belajar peserta didik; dan 5) inovasi model pembelajaran seperti apa yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di SKB. Penelitian kualitatif dilakukan menggunakan metode pengumpulan data campuran. Pemilihan responden dilakukan dengan purposive random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner daring, data diolah dengan menggunakan statistik deskriptif, dilanjutkan pendalaman data melalui wawancara dan diskusi kelompok terpumpun (FGD) secara daring. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan perangkat TIK dan jaringan di SKB telah tersedia dengan memadai. Kesiapan peserta didik memanfaatkan TIK dalam pembelajaran cukup. Namun, di sisi lain, keikutsertaan pamong atau tutor dalam hal peningkatan kompetensi TIK masih rendah karena kurangnya program pelatihan serta minimnya aktivitas forum tutor atau pamong terkait inovasi pembelajaran dengan memanfaatkan TIK. Inovasi model pembelajaran di SKB yang akan dikembangkan hendaknya sederhana, bermanfaat, dan menarik dengan menggunakan perangkat TIK yang dimiliki peserta didik dan pendidik. Selain itu, inovasi model pembelajaran ini juga harus memadukan aktivitas tatap muka dan daring (blended), tugas mandiri, presentasi disertai tindak lanjut pada saat kehadiran, serta mengakomodasi karakteristik peserta didik dan kekhasan lingkungan pembelajaran   The analysis is aimed to identify the need for an ICT-integrated learning model innovation in Learning Activity Centre (SKB) in terms of ICT infrastructure, teacher-student-educational staff readiness, policy, student motivation, and ICT-integrated learning model innovation. The problems discussed in this research are: 1) what is the minimum ICT infrastructures needed to develop an ICT-integrated innovative learning model in SKB; 2) how is the student and teacher readiness for ICT-integrated innovative learning model in SKB; 3) how the policy supports the use of ICT for innovative learning model development; 4) how is the students’ learning motivation; and 5) what kind of innovative learning model is in accordance with the learning needs in SKB. This research is a qualitative research with data collection of a mixed method. Respondents are determined with purposive random sampling technique. The data is collected through online questionnaire, which is then processed by using descriptive statistics, and deepened through online interview and focused-group discussion. The result of the need analysis shows that the ICT equipment and network in SKB has already been available sufficiently. The student readiness to use ICT in their learning has been adequate. However, on the other hand, the tutor ICT competence is still low because they lack of training and activities in tutor forum. Learning model innovation development in SKB should be simple, useful, and interesting by utilizing ICT equipment owned by the students as well as by the teachers. Besides, this should also integrate face-to-face and online meetings (blended learning), independent assignment, presentation which is followed by follow-up action, and accommodative to student characteristics as well as to learning environment speciality