This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknodik
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

E-SABAK (TABLET) UNTUK PEMBELAJARAN DI INDONESIA warsihna, jaka; mutmainah, siti; utari, ita
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.264 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v19i3.171

Abstract

Abstrak:Pemanfaatan tablet (e-Sabak) untuk pembelajaran di Indonesia dirintis oleh Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sejak tahun 2011. Namun demikian, kebijakan ini baru direalisasikan pada tahun 2015. Pemanfaatan e-Sabak difokuskan pada pembelajaran di Sekolah Dasar khususnya di daerah terpencil, tertinggal, dan terdepan (3T). Pembahasan tentang penggunaan tablet untuk pembelajaran di Indonesia masih terbatas. Kajian ini ingin membahas: (1) manfaat e-Sabak untuk pembelajaran; (2) kesiapan anak Indonesia, khususnya siswa SD di daerah 3T, untuk menggunakan e-Sabak dalam pembelajaran; dan (3) persiapan sekolah dalam pemanfaatan e-Sabak untuk pembelajaran. Hasil kajian menyatakan bahwa tablet (e-Sabak) untuk pembelajaran dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu pembelajaran, sumber pembelajaran, sarana interaksi pembelajaran, pengelolaan sistem pembelajaran, dan alat penilaian pembelajaran. Saat ini, tablet hanya akan digunakan sebagai sumber pembelajaran menggantikan buku. Anak Indonesia sudah siap untuk menggunakan e-Sabak dalam pembelajaran mereka. Kesiapan sekolah untuk melakukan pembelajaran dengan tablet perlu mendapatkan dukungan kebijakan yang konsisten dari pusat hingga sekolah, pelatihan guru dan siswa, penambahan infrastruktur (listrik, internet/intranet, LCD projector, komputer/laptop, dan lain sebagainya), serta penyiapan konten pembelajaran yang sesuai.Kata Kunci: Tablet (e-Sabak), belajar, pembelajaran di IndonesiaAbstract:The use of e-Sabak for learning in Indonesia was initiated by the Government, through the Ministry of Education and Culture, in 2011. However, this policy has just been realized in 2015. The use of e-Sabak will be focused on learning in elementary schools, especially those located in remote, left, and forefront areas (3T). Studies on tablet usage (e-Sabak) for learning in Indonesia are still limited. This study tries to explore the following issues: (1) The benefis of e-Sabak for learning; (2) The readiness of Indonesian children, especially the students of elementary schools in remote, left, and forefront areas to use e-Sabak in their learning; and (3) the preparations that should be made by schools before utilizing e-Sabak for learning. The result of the study shows that e-Sabak can be used as a learning tool, a learning resource, a medium of learning interaction, a learning system management, and a learning evaluation tool. Currently, e-Sabak is only used as a learning resource replacing books. Indonesian children have been ready to utilize e-Sabak tablet for their learning. Schools’ readiness in utilizing e-Sabak in their teaching-learning process should be supported by relevant and consistent policies from the central government up to schools, teacher as well as student trainings, infrastructure provision (electricity, internet/intranet, LCD projectors, computers/laptops, and so on), and relevant learning content provisions.Key Words: Tablet (e-Sabak), learning, education in Indonesia
EVALUASI PEMANFAATAN E-MODUL SEBAGAI BAHAN BELAJAR MANDIRI DALAM PROGRAM PENINGKATAN KOMPETENSI GURU: Evaluation of E-Module Utilization as Self-directed Learning Materials in Teachers’ Competency Improvement Program Yanuarti, Rica; Utari, Ita; Harianti, Dwi
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 2, Desember 2022
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.vi.972

Abstract

Peran e-modul sebagai sarana pembelajaran mandiri dalam program peningkatan kompetensi guru yang bernama Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi atau PembaTIK sangatlah penting, khususnya dalam membangun interaktivitas dan motivasi belajar peserta PembaTIK saat tidak ada pertemuan tatap muka konvensional. Proses belajar dan pengembangan diri PembaTIK tahun 2021 dilaksanakan secara daring dan jarak jauh. Namun, belum diketahui sejauh mana efektivitas pemanfaatan 16 (enam belas) e-modul PembaTIK 2021 sebagai sarana belajar guru dalam meningkatkan kompetensi. Kualitas dan kebermanfaatan e-modul sebagai bagian dari sistem PembaTIK juga perlu dievaluasi sebagai tolok ukur dan referensi apabila perlu dilakukan perbaikan. Melalui kajian ini, dilakukan evaluasi penilaian terhadap lima aspek e-modul oleh ahli dan penjaringan pendapat peserta mengenai efektivitas penggunaan dan kebermanfaatan e-modul melalui kuesioner. Hasil evaluasi e-modul oleh ahli menyatakan bahwa aspek kualitas isi/substansi e-modul mendapat indeks nilai A, sedangkan aspek pembelajaran, bahasa, kelengkapan media, dan grafis memperoleh indeks nilai B. Hasil kuesioner menunjukkan persepsi responden yang sangat positif di atas 90% terhadap penggunaan dan kebermanfaatan e-modul. Kesimpulan kajian adalah e-modul program peningkatan kompetensi guru ini sudah cukup baik sebagai bahan belajar mandiri. Namun, perlu ada peningkatan kualitas pada beberapa aspek, terutama untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar, daya tarik belajar, keberlanjutan, dan keselarasan dalam kesatuan sistem program. Rekomendasi kajian evaluasi ini dapat dijadikan referensi dan standar untuk peningkatan kualitas e-modul pada waktu mendatang   The role of e-modules to facilitate self-directed learning in teacher’s competency improvement named Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi or PembaTIK significantly matters, particularly to build the interactivity and learning motivation of program participants when there are no face-to-face conventional classes. Learning process and the competency building of PembaTIK 2021 was held in distance and online mode. The circumstances that consider as a problem is the effectiveness of 16 (sixteen) PembaTIK e-modules utilization as learning materials to enhance teacher’s competence is not yet known. Evaluation also required to determine the quality and usefulness of e-modules as a subsystem in the PembaTIK program. The results of the evaluation can be used as benchmarks and references if improvements are needed. This evaluative study was generated by a quantitative method of e-modules assessment by the experts to evaluate five aspects including 1) substance; 2) instructional; 3) linguistic; 4) learning media; 5) graphics and visualization. And the second method is a survey to gather the user’s opinions about the quality aspect of effectiveness and usefulness of e-modules. The results of the data analysis can be summarized as follow: there is a diversity of e-modules quality and different conformity level on e-modules aspects. Some e-modules need to be revised. Recommendations from this evaluation study can be utilized as a reference and standard for e-modules development in the future.