Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

BRAND POSITIONING, PERSEPSI DAN KEPERCAYAAN NASABAH PADA BANK PERKREDITAN RAKYAT Ahsan Sumantika
Optimum: Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.755 KB) | DOI: 10.12928/optimum.v8i2.10268

Abstract

Bank perkreditan rakyat (BPR) adalah salah satu jenis bank yang dikenal melayani golongan pengusaha mikro, kecil dan menengah. Sama halnya dengan bank umum, bank BPR mempunyai fungsi yang sama sebagai lembaga intermediate yang menghubungkan pihak yang mempunyai kelebihan dana dengan pihak yang membutuhkan dana. Sebagai bank yang identik dengan sektor mikro kecil, perkembangan penyaluran kredit bank BPR pada sektor UMKM justru sangat kecil dibanding penyaluran kredit pada bank umumPenelitian ini bertujuan untuk menguji apakah 1) brand positioning bank BPR berpengaruh pada kepercayaan 2) persepsi bank BPR berpengaruh pada kepercayaan nasabah dan 3) mengetahui apakah brand positioning dan persepsi berpengaruh simultan pada kepercayaan. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling yakni para nsasabah bank yang mempunyai pinjaman usaha (debitur) di PD BPR Bantul. Data yang digunakan adalah data primer yang didapatkan melalui kuesioner. Periode sampling dilakukan pada bulan April-Mei 2018 dengan jumlah sampel sebanyak 45 debitur PD BPR Bantul.Hasil pengujian menunjukkan bahwa berdasar uji t, brand positioning berpengaruh signifikan dengan nilai sig 0,031. Begitu juga persepsi berpengaruh signifikan pada level 0.000 sekaligus menunjukkan bahwa dengan persepsi adalah fakor yang paling dominan terhadap kepercayaan nasabah. Kemudian berdasarkan uji F, brand positioning dan persepsi berpengaruh simultan terhadap kepercayaan. Nilai Adjusted R2 sebesar 0,660 menunjukkan bahwa masih terdapat sekitar 34% di luar faktor brand positioning dan kepercayaan yang menjelaskan tingkat kepercayaan nasabah. Hasil lain menunjukkan bahwa nasabah mempunyai tingkat kepercayaan yang tinggi pada bank PD BPR Bantul dengan nilai 4.2 dari skala 5.Kata kunci : bank perkreditan rakyat, brand positioning, persepsi
ANALISIS BUSINESS PERFORMANCE BERDASARKAN KARAKTERISTIK RESPONDEN: JENIS KELAMIN, TINGKAT PENDIDIKAN DAN USIA STUDI DI DESA WISATA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Ahsan Sumantika; Adhi Prakosa
Optimum: Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2.047 KB) | DOI: 10.12928/optimum.v9i2.13183

Abstract

The development of tourism in Indonesia several years has increased. Oneof the tourist destinations that can be visited is the tourism village. Tourism Village is a village that has a product/service with a special characteristic. To increase tourism potential, marketing strategies are needed to attract tourists, while business performance demonstrates the business performance of an organization. The purpose of this research is to highlight demographic problems that test if there is a diff erence in business performance based on demographic characteristics that are tested that is gender, level of education and age of respondents. The subject in this study is the owners of SMEs in the tourist villages in the special region of Yogyakarta with a total sample of 116 respondents. Data is retrieved through questionnaire. The method of analysis used is a diff erent test one way ANOVA. Test results show that there is nosignifi cant diff erence in business performance based on gender or level of education. However, other results show signifi cant diff erences in business performance based on respondents age.
PENURUNAN BUNGA KUR DAN DAMPAK NEGATIFNYA TERHADAP LOYALITAS NASABAH UMKM BANK NON PENYALUR KUR PADA SEKTOR MIKRO KECIL Ahsan Sumantika; Faizal Ardiyanto
Modus Vol. 30 No. 2 (2018): MODUS
Publisher : Faculty of Business and Economics Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/modus.v30i2.1699

Abstract

KUR atau kredit usaha rakyat merupakan skema pembiayaan modal kerja dan atau investasi yang khusus diperuntukkan bagi usaha mikro kecil dan menengah di bidang usaha produktif yang sebenarnya merupakan subsidi dari pemerintah kepada bank-bank yang ditunjuk. Pemberian bunga yang rendah di satu sisi diharapkan dapat menggerakkan sektor riil. Tetapi bagi bank-bank swasta, bank BPR di sektor mikro kecil yang tidak menyalurkan KUR, pemberian kredit dengan bunga yang terlalu rendah dapat berpotensi mengancam eksistensi bank yang dapat berpengaruh pada melambatnya penyaluran kredit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah rendahnya suku bunga KUR dapat berpengaruh terhadap loyalitas nasabah mikro kecil di bank lain non penyalur KUR. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi. Jumlah sampel untuk sebanyak 53 responden yang merupakan nasabah kredit di bank non penyalur KUR. Hasil penggujian menunjukkan bahwa rendahnya suku bunga KUR (X) berpengaruh signifikan terhadap loyalitas nasabah bank non penyalur KUR (Y) dengan tingkat signifikansi di bawah 0,05 dengan R Square sebesar 0,09. Artinya masih terdapat faktor-faktor sebesar diluar suku bunga KUR sebesar 91% yang menentukan variasi dalam loyalitas nasabah.
PURELY VALUE STOCKS & TINGKAT PENGEMBALIAN SAHAM : EFISIEN ATAU OVER-REACTION? STUDI BERDASARKAN FUNDAMENTAL PERUSAHAAN PADA BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2002-2014 Ahsan Sumantika
Jurnal Manajemen Vol 6 No 2 (2016): JURNAL MANAJEMEN VOL. 6 NO. 2 DESEMBER 2016
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26460/jm.v6i2.208

Abstract

Value stocks merupakan saham-saham yang dihargai murah karena mencerminkan pesimisme. Sedangkan growth stocks merupakan saham-saham yang dihargai mahal karena mencerminkan optimisme. Berdasarkan penelitian- penelitian terdahulu menunjukkan bahwa saham-saham value stocks menghasilkan tingkat pengembalian yang lebih tinggi dibanding saham-saham growth stocks. Bond dan Thaler (1985) menjelaskan bahwa terjadinya over-reaction menyebabkan harga saham dihargai terlalu tinggi dan terlalu rendah yang mengakibatkan terjadinya reversal (pembalikan harga) pada periode selanjutnya. Dengan setting yang berbeda, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah saham-saham value stocks akan menghasilkan tingkat pengembalian yang lebih tinggi kendati tetap didapati kinerja keuangan yang buruk pada periode berikutnya. Kontrol yang digunakan adalah earning growth pada t+1. Populasi yang digunakan dalam peneitian ini adalah seluruh saham di Bursa Efek Indonesia periode 2002-2014. Total observasi sampel sebanyak 1935 untuk saham-saham value stocks dan growth stocks yang dipecah menjadi 290 sampel untuk purely value stocks dan 355 sampel untuk purely growth stocks. Teknik statistika yang digunakan adalah uji beda independen samplet-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka satu tahun ke depan saham-saham value stocks menghasilkan tingkat pengembalian yang lebih tinggi dibanding saham-saham growth stocks tetapi dengan tingkat signifikansi 0,06. Akan tetapi setelah disesuaikan dengan perubahan fundamental (perubahan laba), saham-saham growth stocks dengan kinerja baik (purely growth stocks) menghasilkan tingkat pengembalian yang lebih tinggi dibandingkan dengan saham-saham value stocks yang berkinerja buruk (purely value stocks) dengan tingkat signifikansi kurang dari 0,01. Kata kunci : value stocks, growth stocks, fundamental, earning growth, tingkat pengembalian saham.
MARKET ORIENTATION, ENTREPRENEURIAL ORIENTATION DAN BUSINESS PERFORMANCE PADA USAHA MIKRO KECIL DI DESA WISATA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Adhi Prakosa; Ahsan Sumantika
Jurnal Manajemen Vol 8 No 1 (2018): JURNAL MANAJEMEN VOL. 8 NO. 1 JUNI 2018
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26460/jm.v8i1.596

Abstract

This study aims to test relationships between market orientation, entrepreneurial orientation, and business performance in small firm that located in tourist village in Yogyakarta. Independent variable is the market orientation, and entrepreneurial orientation. The dependent variable is business performance. The data collection is done directly by using a survey questionnaire. Hypothesis testing is done using multiple linear regression. Results can be concluded that the market orientation, and entrepreneurial orientation affects the business performance
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR BAURAN PEMASARAN (7P) YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PELAKU USAHA UMKM DALAM PEMILIHAN PENGAJUAN KREDIT PADA BANK DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Ahsan Sumantika; Faizal Ardiyanto
Jurnal Manajemen Vol 7 No 2 (2017): JURNAL MANAJEMEN VOL. 7 NO. 2 DESEMBER 2017
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26460/jm.v7i2.277

Abstract

Abstract This research aimed to test the influence of factors in marketing mix which consist of product, price, place, promotion, people, physical evidence, and process toward the loan selection decision by SME businessmen in Yogyakarta Special Region bank. The sampling method is purposive sampling with 99 respondents. Multiple regression analysis is utilized to test the hypotheses. The testing result shows that there are 2 variables : product and physical evidence, significantly which is positively influence dependent variable. However, price, place, promotion, people, and process do not have significance influence towards dependent variable. Keywords: SME, product, price, place, promotion, people, physical evidence, process, and marketing mix
Sosialisasi dan Pendampingan Manajemen Marketing dan Manajemen Warehouse Guna Mengontrol Perkembangan Usaha Dwi Ramaddhian; Saputra Wijaya Kusuma; Yolanda Aviva Riska Ashari; Restu Marfiatun; Nadya Alfah; Ahsan Sumantika
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 6, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v6i1.1020

Abstract

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) adalah salah satu hal yang sangat penting bagi Indonesia. Berdasarkan data yang dimiliki oleh Dinas Koperasi, usaha kecil dan menengah kabupaten Sleman terdapat 68.382 UMKM yang terdapat pada kabupaten Sleman pada tahun 2021. Hal tersebut menjadikan sebuah permasalahan yang muncul agar dapat menjadikan UMKM dapat tumbuh dan berkembang menjadi usaha yang besar. Fungsi manajerial menjadi hal yang sangat penting dalam suatu organisasi dimana manajemen persediaan menjadi hal yang tidak boleh diangap remeh, karena setiap keputusan dalam manajemen persediaan akan berkaitan dalam aktivitas organisasi dan pelayanan kepada konsumen. Sehingga perlu di lakukan sosialisasi dan pendampingan terkait marketing management dan werehouse management. Pendampingan tersebut dilakukan pada UMKM Nana babbycarrier yang bergerak dibidang industri kreatif yang beralamatkan di Gancahan VII, Rt 3/ Rw 16, Sidomulyo, Godean, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengabdian dilakukan selama 160 jam atau 2 bulan yang terbagi setiap hari rabu, kamis, dan jumat. Dengan melakukan sosialisasi dan pendampingan yang dilaksanakan menghasilkan luaran yang cukup baik dengan penilaian rata-rata 85,5% setelah dilakukan sosialisasi dan juga pendampingan. Harapannya untuk pelaku UMKM perlunya memperhatikan faktor marketing management dan warehouse management untuk keberhasilan usahanya