Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Relationship Marketing Terhadap Customer Satisfaction dan Customer Loyalty (di Rumah Makan REE) Sarim, Sandria; Setiawan, Ari; Sihombing, Roy Freddy
Jurnal Telematika Vol. 8 No. 1 (2013)
Publisher : Yayasan Petra Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61769/telematika.v8i1.66

Abstract

REE adalah salah satu restoran yang berada di kota Bandung, memiliki keunggulan menyajikan hidangan khas Indonesia dan suasana tempat tahun 70an. Agar dapat bertahan dalam persaingan bisnis yang semakin ketat, salah satu cara yang dapat ditempuh adalah meningkatkan loyalitas pelanggan. Loyalitas tersebut dapat dicapai jika pelanggan merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh restoran. Sampel dalam penelitian ini adalah 150 orang pelanggan dari REE. Structural Equation Modelling (SEM) dijalankan dengan perangkat lunak AMOS untuk melakukan analisis data. Dari hasil analisis data diperoleh bahwa dari lima hipotesis, hanya tiga hipotesis yang dapat diterima, yaitu: Total Quality Management dan Empowering Employee. Keduanya secara positif dan signifikan mempengaruhi Customer Satisfaction, yang secara positif dan signifikan mempengaruhi Customer Loyalty. Penelitian ini juga menghubungkan hasil penelitian terhadap implikasi teoritis maupun manajerial.
Analisis Kebijakan Manajemen Persediaan Probabilistik Dengan Model Q dan P Lost Sales Silitonga, Roland; Sarim, Sandria; Yuli, Friska
Jurnal Telematika Vol. 10 No. 1 (2015)
Publisher : Yayasan Petra Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61769/telematika.v10i1.125

Abstract

Permasalahan utama di karaoke X adalah penumpukan barang di gudang. Berdasarkan permasalahan yang terjadi di perusahaan, maka dalam penelitian ini akan dilakukan analisis perhitungan kebijakan pengendalian persediaan yang optimal dengan  menggunakan model pengendalian persediaan probabilistik, yaitu model Q dan model P dengan lost sales. Perhitungan akan dilakukan terhadap lima produk kategori A berdasarkan perhitungan klasifikasi ABC. Model Q dengan lost sales dipilih menjadi model usulan kebijakan yang paling optimal untuk diterapkan di perusahaan. Ongkos total persediaan yang dihasilkan dengan model ini untuk produk Martell VSOP adalah Rp1.081.737.564,86, untuk produk Chivas Regal 12 YO adalah Rp622.624.222,59, untuk produk Sampoerna Mild Red adalah Rp187.862.431,34, untuk produk Jose Cuervo Tequila adalah sebesar Rp124.143.874,97, dan untuk produk Martell Cord. Bleu adalah sebesar Rp 87.437.336,15. Adapun ongkos-ongkos tersebut merupakan ongkos total persediaan paling minimum dengan service level untuk Martell VSOP adalah 99,61%, untuk Chivas Regal 12 YO adalah 99,59%, untuk Sampoerna Mild Red 98,51%, untuk Jose Cuervo Tequila adalah 98,90%, dan untuk Martell Cord. Bleu adalah 94,41%.Main issues on Karaoke X is accumulation of product stocks on warehouse. Based on this issues on this firm, this research will be done with analysis of optimum calculation management on stock policies with using probabilistic stock management model that is using Q model and P model with lost sales. Calculation will be done on five products a category based on ABC classifaction calculation. Q model with lost sales was selected to become proposal policies model for the most optimum for applied to the firm. Stock total cost result from this model is for Martell VSOP product is Rp1.081.737.564,86, for Chivas Regal 12 YO product is Rp622.624.222,59, for Sampoerna Mild product is Rp187.862.431,34 for Jose Cuervo Tequila product is Rp124.143.874,97 and for Martell Cord. Bleu product is Rp87.437.336,15. As for cost for those product was from inventory total cost with the most minimum and service level for Martell VSOP is 99,61%, for Chivas Regal 12 YO is 99,59%, for Sampoerna Mild Red is 98,51%, for Jose Cuervo Tequila is 98,90%, and for Martell Cord. Bleu is 94,41%.
Analisis Beban Kerja Pegawai di Area Packaging PT. Pudak Scientific Rousallen, Vicky; Pakpahan, Eka Kurnia Asih; Sarim, Sandria
Jurnal Telematika 2018: Industrial Engineering Seminar and Call for Paper (IESC) 2018
Publisher : Yayasan Petra Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61769/telematika.v0i0.247

Abstract

PT. Pudak Scientific is one of the manufacturing companies that produce various types of aerospace components and non-aerospace components with high precision. Management need to calculate workload faced by all employees in the packaging area. Analysis of workload is done in two methods, quantitative and qualitative method. Quantitatively, mental workload is calculated by using work sampling method, in which workers are observed with a random visit schedule, then productive percentage of work time is calculated. On the other hand, qualitatively by using the NASA-TLX method, workers fill the NASA-TLX questionnaire that has been modified to make it easier to understand. After the required data is collected, work sampling and NASA-TLX data is processed and analyzed. The results will determine solutions that PT. Pudak Scientific need in the packaging area. The results show that the workload level is quite high. It can be seen from the calculation of productive percentage of work time using work sampling, that is 121.17%. On the other hand, the results of NASA-TLX questionnaire show that the average workload of worker is 77.82. Both of these results have exceeded the maximum human workload. It can be said that company need some improvements to fix the high workload in the packaging area. The proposed solutions are adding worker, work instruction renewal, adding some facilities in packaging area, implementing FIFO on racking, and making visual board. PT. Pudak Scientific merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang memproduksi berbagai jenis komponen aerospace dan komponen non-aerospace yang berpresisi tinggi. Kebutuhan yang dirasakan manajemen adalah mendapatkan informasi beban kerja yang dihadapi oleh seluruh pegawai di area packaging. Analisis beban kerja dilakukan dengan dua cara, yaitu cara kuantitatif dan cara kualitiatif. Secara kuantitatif, beban kerja dihitung dengan menggunakan metode work sampling, di mana objek penelitian diamati dengan jadwal kunjungan yang random, kemudian dihitung persentase produktifnya. Sementara cara kualitatif menggunakan metode NASA-TLX, di mana objek penelitian mengisi kuesioner NASA-TLX yang telah dimodifikasi agar lebih mudah dimengerti. Setelah data yang dibutuhkan terkumpul, maka dilakukan pengolahan dan analisis terhadap data pengamatan work sampling dan isian kuesioner NASA-TLX tersebut. Hasil perhitungan akan menentukan apa yang dapat menjadi solusi dalam memenuhi kebutuhan manajemen PT. Pudak Scientific khususnya di area packaging. Hasil menunjukkan bahwa beban kerja yang dihadapi cukup tinggi. Hal ini dapat dilihat dari hasil perhitungan persentase produktif menggunakan work sampling yang menunjukkan angka 121.17%. Sedangkan hasil kuesioner NASA-TLX menunjukkan bahwa rata-rata beban kerja pegawai sebesar 77.82. Kedua hasil ini telah melewati batas maksimum beban kerja manusia sehingga dapat dikatakan bahwa perlu adanya perbaikan untuk mengatasi tingginya beban kerja di area packaging. Hasil Analisis menunjukkan bahwa diperlukan adanya beberapa alternatif solusi yang diantaranya melakukan penambahan pegawai, pembaharuan work instruction, penambahan beberapa fasilitas di area packaging, menerapkan metode FIFO pada kegiatan racking, dan membuat visual board.