Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PEMBELIAN BARANG KOLEKSI DI KELURAHAN TAMARUNANG KECAMATAN SOMBA OPU KABUPATEN GOWA (Studi Perbandingan Imam Abu Hanifa Dan Imam Syafi’i) Astuti Bahar, Andi Ahriana; Maidin, Sabir
Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab Vol. 1, No. 3, September 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/shautuna.v1i3.15459

Abstract

AbstrakArtikel ini membahas tentang Tinjauan Hukum Islam Terhadap Pembelian Barang Koleksi di Kelurahan Tamarunang Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa (Perbandingan Imam Abu Hanifa dan Imam Syafi’i). Jenis penelitian ini yaitu penelitian lapangan atau field research kualitatif dengan melakukan pendekatan yuridis normatif dan pendekatan sosiologis. Adapun sumber data dalam penelitian ini yaitu: 1) Data primer yang berupa wawancara langsung dengan berbagai sumber terkait, 2) Data sekunder berupa data yang berhubungan dengan penelitian ini seperti jurnal, artikel, skripsi, dan lain-lain. Selanjutnya, metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lalu, teknik pengolahan data dilakukan dengan dengan 3 (tiga) tahap yaitu: penyuntingan (editing), klasifikasi data, dan sistematis data. Selanjutnya, analisis data yang berupa analisis nonstatistika, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pembelian barang koleksi yang berada di kelurahan tamarunang kecamatan somba opu dan beberapa pendapat dari warga yang ada di sana adalah sebagian besar banyak memiliki barang koleksi yang dapat dijadikan sebagai pajangan, ada juga yang memang menggunakan dalam kehidupan sehari-hari, dan ada juga yang membeli barang koleksi sebatas hobby semata, banyak diantara mereka yang mengoleksi barang seperti sepatu, tas, emas, dan baju. Dimana dalam Islam itu haram karena hidup berlebih-lebihan dan riya’ allah tidak menyukai sifat tercelah tersebut, sebagai mana telah di jelaskan dalam alquran bahwa mengoleksi barang itu haram jika tidak di pergunakan dalam hal kebaikan. Kata kunci: Barang koleksi; Imam Abu Hanifah; Imam Syafi’i. AbstractThis article discusses the Islamic Law Review of Purchasing Collections in Tamarunang Village, Somba Opu District, Gowa Regency (Comparison of Imam Abu Hanifa and Imam Syafi'i). This type of research is field research or qualitative field research using a normative juridical approach and a sociological approach. The data sources in this study are: 1) Primary data in the form of direct interviews with various related sources, 2) Secondary data in the form of data related to this research such as journals, articles, theses, and others. Furthermore, the data collection methods used were observation, interviews, and documentation. Then, the data processing technique was carried out in 3 (three) stages, namely: editing, data classification, and data systematic. Furthermore, data analysis in the form of non-statistical analysis, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study indicate that the purchase of collectibles in the Tamarunang sub-district, Somba Opu sub-district and some opinions from residents there are that most of them have collectibles that can be used as displays, some are indeed used in daily life, and there are also those who buy collectibles as a hobby, many of them collect items such as shoes, bags, gold, and clothes. Where in Islam it is haram because of over-living and riya 'Allah does not like the nature of the split, as has been explained in the Koran that collecting goods is haram if not used in terms of goodness.
Keutamaan Hidup Bertetangga (Suatu Kajian Hadis) Maidin, Sabir
Jurnal Al-Qadau: Peradilan dan Hukum Keluarga Islam Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Hukum Acara Peradilan dan Kekeluargaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-qadau.v4i2.5691

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Keutamaan Hidup Bertetangga dalam kehidupan masyarakat yang teraktualisasi pada diri Rasulullah via kitabkitab hadis. Contoh dari fakta historis dan normatif ini menunjukkan bahwa hidup berdampingan sesama tetangga adalah sesuatu yang indah dan nikmat dalam kehidupan modern ini. Oleh karena itu, perlu dimunculkan sebuh kesadaran dan pemahaman secara komprehensip untuk memahami makna hidup bertetangga dalam implementasi hadis. Dalam penelitian ini penulis mempergunakan  pendekatan ilmu hadis dengan teknik-teknik interpretasi tekstual, historis dan perbandingan. Hasil penelitian di atas menunjukkan  kegunaan dan pengaruh tetangga kepada umat manusia, yaitu menjadi motor dan dinamisator kesadaran hidup bertetangga dalam kehidupan manusia, rasa cinta dan kasih sayang, sehingga hidup menjadi lebih halus, kreatif-inovatif, berkualitas, bermartabat tinggi, baik  di sisi sesama manusia maupun di hadapan Allah, juga mampu mereduksi dari pemahaman masyarakat bahwa hidup bertetangga adalah sesuatu yang positif bukan negatif atau menakutkan, dan mengagumkan, dan mengangkat martabat manusia ke tempat yang lebih mulia.
Aktualisasi Konsep Hadis-Hadis Ajaran Birru Walidain pada Kehidupan Masyarakat di Kota Masyarakat (Studi Kasus Pada Panti Asuhan Muthmainnah Kecamatan Tallo) Maidin, Sabir
Jurnal Al-Qadau: Peradilan dan Hukum Keluarga Islam Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Hukum Acara Peradilan dan Kekeluargaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-qadau.v6i2.10914

Abstract

Anak saleh adalah yang mengabdikan dirinya kepada orang tua dan anak durhaka adalah anak yang tidak patuh kepada orangtua. Bimbingan dan arahan orang tua sampai menjadi berhasil, maka tidak heran apabila Allah swt. memberikan hukuman kepada anak-anak yang membangkan dan memberikan pahala yang selalu taat kepadanya. Penulisan ini mengunakan penelitian kualitatif, dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam dan observasi. Informan berasal sari anak Panti Asuhan, dan pelajar SMA luar dari panti asuhan sebagai perbandingan dalam kasus ini.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman informan mengenai hadis ajaran birru walidain bahwa 1). orang tua itu segalanya, yang melahirkan, membesarkan, mendidik dan menyayangi tanpa bosan. 2).  menghormati, menghargai, mendoakan dan mendengarkan nasehatnya, rajin menelpon untuk menanyakan kabar mereka. Disarankan para usts atau kyai, untuk mengajarkan ajaran secara mendalam tentang birruwalidain kepada panti asuhan yang ada di kota Makassar, sehingga anak dapat mengabdi kepada kedua orang tuanya dengan baik dan benar. Dan kepada pemerintah setempat untuk selalu memberikan perhatian estra kepada panti asuhan yang ada di wilayah Makassar.