Suparyatha, Ida Bagus Gede
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN POLA KONSUMSI ANAK DI KANTIN SEKOLAH DENGAN OBESITAS DI SD NEGERI 17 DANGIN PURIi Jumantini, Ni Komang Pasek Nurhyang; Wati, Dyah Kanya; Subanada, Ida Bagus; Suparyatha, Ida Bagus Gede
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i04.P06

Abstract

ABSTRAK Obesitas kini telah menjadi tantangan kesehatan. Kasus obesitas pada anak menjadi salah satu permasalahan yang perlu diperhatikan. Pada tahun 2016, obesitas terjadi pada lebih dari 650 juta orang dengan melampaui angka 340 juta anak dan remaja usia 5-19 tahun mengalami obesitas. Obesitas terjadi akibat ketidakseimbangan antara intake energi dan energi yang digunakan tubuh. Obesitas merupakan penyakit multifakatorial. Pada anak usia sekolah dasar, pola konsumsi di kantin sekolah berkontribusi besar terhadap kasus obesitas. Anak usia sekolah dasar cenderung memiliki kebiasaan jajan di kantin sekolah. Makanan tinggi karbohidrat dan lemak mendominasi jajanan di kantin sekolah, seperti gorengan, makanan ringan (snack), sosis, aneka kue, cokelat, dan makanan cepat saji lainnya serta berbagai jenis minuman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan pola konsumsi anak di kantin sekolah dengan kejadian obesitas anak. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan metode pengambilan data cross-sectional dan pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan pengukuran antropometri. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 17 Dangin Puri, dengan besar sampel sebanyak 66 responden. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan adanya hubungan bermakna antara pola konsumsi tidak seimbang di kantin sekolah anak dengan status gizi obesitas (OR=5,400; IK 95% 1,185-24,597; p=0,029), dan adanya hubungan bermakna antara aktifitas fisis dengan status gizi anak (OR=0,165; IK 95% 0,036-0,749; p=0,020). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terdapat hubungan pola konsumsi anak di kantin sekolah dengan kejadian obesitas. Kata kunci : obesitas, anak sekolah dasar, pola konsumsi di kantin sekolah
Neurological manifestations in patients with multisystem inflammatory syndrome in children (MIS-C) in the post-COVID-19 era Wati, Dyah Kanya; Suparyatha, Ida Bagus Gede; Hartawan, I Nyoman Budi; Manggala, Arya Krisna; Artini, Ni Wayan Noni; Aurelya, Anira Rema
Paediatrica Indonesiana Vol. 65 No. 3 (2025): May 2025
Publisher : Indonesian Pediatric Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/pi65.3.2025.239-44

Abstract

Background Multisystem inflammatory syndrome in children (MIS-C) is an emerging condition associated with the COVID-19 pandemic. It occurs in approximately 2-8% cases of COVID-19, sometimes leading to shock, multiorgan failure, and the need for intensive care. Neurological manifestations are uncommon and sometimes overlap with previous comorbidities. Objective To explore the neurological manifestations in critically ill children with MIS-C. Methods This cross-sectional study included children aged <18 years, diagnosed with MIS-C according to World Health Organization (WHO) criteria and admitted to the pediatric intensive care unit (PICU) at a tertiary hospital in Bali, Indonesia. Retrospective data were extracted from electronic medical records covering January 2022 to December 2023. Demographic characteristics, clinical manifestations, treatments, and outcomes were collected and analyzed using SPSS. Patient were grouped based on the presence or absence of neurological symptoms for comparison. Results There were 47 children diagnosed with MIS-C; 78.7% of them were critically ill and treated in our intensive care unit. Thirty-seven subjects were included in the study. The most common symptom was fever (83.8%). Neurological manifestations were found in 12 children (32.4%), most commonly decreased consciousness (58.3%), followed by seizures (25.0%), hemiparesis (8.3%), and behavioral changes (8.3%). When comparing subjects with vs. without neurological symptoms, those with neurological manifestations had higher proportions of invasive mechanical ventilation (58.3% vs. 36.0%, respectively), combined use of intravenous immunoglobulin and methylprednisolone (83.3% vs. 64.0%, respectively), and mortality (58.3% vs. 28.0%, respectively). Conclusion Neurological  manifestations, particularly decreased consciousness, were common in critically ill MIS-C patients. These patients exhibited higher rates of invasive ventilation and mortality, emphasizing the need for early recognition and targeted management.