Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Dikotomi Moral dan Hukum sebagai Problem Epistemologis dalam Konstitusi Modern Muhtamar, Syafruddin; Ashri, Muhammad
Jurnal Filsafat "WISDOM" Vol 30, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.43 KB) | DOI: 10.22146/jf.42562

Abstract

This article discusses dichotomy between moral and legal consideration occuring in the modern constitutions that can be traced back in the thoughts of Thomas Aquinas and Niccolo Machiavelli. The analysis focuses on the epistemological aspects of this dichotomy that are rooted for long in the moral and legal concepts in the modern constitution.Through epistemological analysis, the authors conclude that the epistemic root of the dichotomy lie in the contrasting paradigm between supernatural law and modern positivism. While modern constitutionalism constructs moral concepts that presummes Divine truth, the legal concepts oriented to rational truth. These two concepts should be intergrated without dichotomy through the dictum 'moral exaltation in the primacy of the law' so that the law will be able to answer legal issues in the society.
TINJAUAN YURIDIS TERHADAP BANTUAN HUKUM DARI ASPEK HUKUM TATA NEGARA Muhtamar, Syafruddin
LEGALITAS : Jurnal Ilmiah Ilmu Hukum Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/lg.v9i2.8400

Abstract

Baik Pancasila maupun Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dengan jelas menyatakan bahwa keadilan adalah tujuan nasional. Negara telah mengatur pemberian bantuan hukum kepada masyarakat tidak mampu melalui berbagai peraturan perundang-undangan. Metode yuridis normatif digunakan dalam penelitian ini. Hasilnya adalah bahwa bantuan hukum masih bersifat parsial dan individu.
HATI NURANI DAN DATA SAINS (TITIK BENTUR DAN MODEL ADAPTATIF MORAL-INTEGRITY PROFESI HAKIM ERA TEHNOLOGI ARTIFICIAL INTELLIGENCE) Muhtamar, Syafruddin -
Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional Vol 13, No 2 (2024): Masa Depan Profesi Hukum di Indonesia
Publisher : Badan Pembinaan Hukum Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33331/rechtsvinding.v13i2.1775

Abstract

AbstrakPemanfaatan tehnologi digital dan mesin Artificial Intelligence (AI) diberbagai bidang profesi, makin masif dan menimbulkan efek disrupsial. Tidak terkecuai bidang hukum, khususnya profesi hakim, juga terdampak masifikasi proses fenomenal tersebut. Proses adaptasi diperlukan agar integrasi tehnologi dengan manusia dapat berdaya guna. Pokok masalahnya, jika hakim natural-human digantikan sepenuhnya oleh ‘mesin hakim AI’, maka bagaimana ‘nasib moral’ sebuah keputusan hukum pengadilan dapat dipertanggungjawabkan? Tulisan ini mengunakan tipe library research dengan pendekatan analisis filosofis. Menganalisa konsep Hati Nurani hakim nautral human yang mendasari keputusan hukumnya, dan konsep Data Sains atau Big Scientific Data Legal yang menjadi basis ‘mesin hakim AI’ memproduksi keputusan hukum. Dalam konteks adaptasi, dengan posisi dikotomik antara keputusan hukum berbasis Hati Nurani dan yang berbasis Data Sains, tulisan ini menawarkan gagasan adaptasi terbatas. Dengan meletakkan hukum dalam paradigma ideal, sebagai realitas moral rohani/spritual/psikologis/filosofis sekaligus rasional dan berelasi dengan konteks empirik-sosiologikal, maka mekanisme pengadilan atas perkara hukum manusia, dalam memutuskan keadilan, tidak sepenuhnya diserahkan kepada ‘mesin hakim AI’. Lingkup adaptasi dibatasi dalam kapasitas tehnologi AI sendiri, dalam hal menciptakan efesiensi, efektifitas dan ekonomis berkenaan dengan kinerja administratif, penerapan norma-norma hukum untuk keakuratan legalitas perkara dan legal reasoning. Konklusi hukum, demi keputusan hukum bermoral-keadilan, tetap ditangan hakim natural-human.